Waspada Cacar Monyet (Monkeypox). Kenali Penyebab dan Gejalanya!

Discussion in 'Health & Medical' started by motionape, May 17, 2019.

?

Apakah kalian tau tentang cacar monyet?

  1. Iya

    100.0%
  2. Tidak

    0 vote(s)
    0.0%
  1. motionape

    motionape Member

    Joined:
    Sep 12, 2014
    Messages:
    40
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    Mungkin Anda sudah lebih mengenal istilah cacar air, cacar api, ataupun cacar ular (herpes zoster), baik itu dari gejala, pengobatan, penularan, hingga pencegahannya. Selain dari 3 jenis cacar tadi, baru-baru ini dunia dikejutkan dengan munculnya jenis cacar yang jarang terdengar, yaitu cacar monyet alias monkeypox.

    Awal bulan Mei 2019, seorang warga dari Nigeria yang dinyatakan positif cacar monyet saat sedang berkunjung ke Singapura. Meskipun monkeypox jauh lebih ringan daripada cacar, tapi gejalanya bisa semakin parah dan berakibat fatal bagi manusia karena dapat menular dengan mudah layaknya dengan jenis cacar pada umumnya.

    Apa itu cacar monyet atau monkeypox?
    Cacar monyet (monkeypox) adalah penyakit langka yang disebabkan oleh orthopoxvirus. Cacar monyet ini termasuk dalam jenis virus zoonosis, yakni penyakit dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Namun, penyakit ini juga dapat ditularkan dari orang ke orang lain, namun risikonya cenderung lebih rendah.

    Penyebab penyakit cacar monyet
    Virus cacar monyet (monkeypox) ditularkan sebagian besar dari berbagai hewan liar, seperti kera (dapat terlihat dari namanya), tikus, tupai, dan hewan-hewan pengerat lainnya.

    Penyakit ini bisa dengan mudah ditularkan ke manusia melalui kontak langsung dengan cairan tubuh, darah, lesi atau mukosa hewan yang terinfeksi virus tersebut. Selain itu, virus ini juga dapat tersebar melalui makanan yang tidak dimasak dengan baik.

    Penularan antar manusia juga bisa terjadi, namun dengan risikonya yang tidak sebesar penularan dari hewan terinfeksi. Penularan cacar monyet tersebut bisa terjadi terutama melalui percikan air liur berisi virus monkeypox.

    Selain itu, monkeypox juga dapat ditularkan melalui sentuhan langsung dengan lesi kulit orang yang terinfeksi. Bayi dalam kandungan pun juga memungkinkan tertular cacar monyet melalui plasenta (monkeypox bawaan).

    Gejala cacar monyet
    Gejala dari cacar monyet kurang lebih sama seperti jenis cacar lainnya dan tidak langsung bermunculan setelah penularan terjadi. Masa inkubasi virus cacar monyet itu sekitar 5-7 hari, dan barulah terlihat gejala cacar monyet pada tubuh manusia.

    Munculnya gejala cacar monyet terbagi menjadi 2 periode, yaitu:
    • Periode invasi (0-5 hari): dengan tanda seperti demam, sakit kepala hebat, pembengkakan kelenjar getah bening, nyeri punggung dan otot, hingga kelelahan.
    • Periode erupsi kulit (1-3 hari setelah demam): dengan tanda munculnya ruam di wajah dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam cacar monyet paling sering muncul di wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.
    Ukuran bentol cacar monyet juga cenderung lebih besar daripada penyakit cacar pada umumnya. Gejala cacar monyet biasanya membutuhkan waktu sekitar 14-21 hari sampai ruamnya hilang.

    Pencegahan cacar monyet
    Beragam cara mencegah cacar monyet yang bisa Anda lakukan:
    • Hindari kontak langsung dengan tikus, primata (kera), atau hewan-hewan yang dicurigai terinfeksi virus cacar monyet.
    • Masak daging hingga benar-benar matang.
    • Cuci tangan sebelum & sesudah mengolah makanan apa pun. Begitu juga setelah Anda mengunjungi orang sakit.
    • Gunakan sarung tangan dan pelindung lengkap saat menangani orang maupun hewan yang terluka atau sakit.
    • Dapatkan imunisasi cacar sesuai jadwal.
    • Hindari berpergian ke tempat yang memiliki wabah cacar monyet.

    Pengobatan cacar monyet
    Setiap orang yang dicurigai mengalami gejala cacar monyet perlu segera dibawa ke dokter. Dokter mungkin akan merekomendasikan melakukan tes darah untuk memastikan lebih lagi apakah ada atau tidaknya virus monkeypox dalam tubuh manusia.

    Tapi sayangnya sampai sekarang belum ada perawatan atau vaksin khusus untuk mengatasi infeksi virus cacar monyet. Dokter mungkin akan memberikan obat antivirus Cidofovir untuk pasien dengan gejala cacar monyet yang mengancam jiwa.

    Wabah ini juga masih bisa dikendalikan dengan vaksin cacar umum. Melansir dari lama WHO, vaksin cacar terbukti 85% efektif mencegah infeksi monkeypox. Seiring dengan meningkatkan sistem imun tubuh, gejala cacar monyet akan berkurang sedikit demi sedikit hingga pulih seutuhnya.

    Sumber: https://www.honestdocs.id/cacar-monyet
     
    Last edited: May 17, 2019
    Kang Aceng likes this.
  2. blackking

    blackking Well-Known Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    2,264
    Likes Received:
    157
    Trophy Points:
    63
    Baru dengar juga sih ada cacar monyet,
    tapi kasusnya baru di Nigeria, kalau Indonesia sudah banyak belum?
     
  3. teknolime

    teknolime Member

    Joined:
    Aug 23, 2018
    Messages:
    108
    Likes Received:
    7
    Trophy Points:
    18
    Baru denger juga si. Taunya kan cuma cacar air, sama cacar api
     
  4. Hari Agustomo Nugroho

    Hari Agustomo Nugroho Active Member

    Joined:
    Mar 13, 2015
    Messages:
    1,195
    Likes Received:
    78
    Trophy Points:
    48
    Google+:
    Jaman tambah moderen, penyakitnya juga tambah moderen dan ada-ada saja namanya:D
     
  5. cayun

    cayun Member

    Joined:
    Feb 5, 2013
    Messages:
    661
    Likes Received:
    27
    Trophy Points:
    28
    Semoga cacar ini ga masuk Indonesia
     
  6. motionape

    motionape Member

    Joined:
    Sep 12, 2014
    Messages:
    40
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    Baru sampai Singapura gan, kemarin ada hoax kabar TNI meninggal karena cacar monyet.
     
Loading...

Share This Page