3 Kebiasaan Ini Sebaiknya Dihindari oleh Pengusaha Pemula

Discussion in 'General Business' started by Dedi Mulyadi, Sep 20, 2017.

  1. Dedi Mulyadi

    Dedi Mulyadi New Member

    Joined:
    Jun 13, 2017
    Messages:
    8
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    3
    Menjadi pengusaha mungkin adalah impian bagi banyak orang. Berbagai macam kalangan dengan berbagai latar belakang pendidikan, usia dan pekerjaan tertarik untuk memilih jalan hidup sebagai pengusaha. Ada banyak alasan yang melandasi kenapa belakangan ini menjadi pengusaha sudah menjadi alternatif atau bahkan opsi utama untuk meraih pundi penghasilan, di antaranya adalah potensi untuk meraih kekayaan yang banyak dalam waktu yang relatif singkat. Tentunya hal ini akan berbeda jika Anda menjadi karyawan, kenaikan gaji dan jenjang karir yang didapat umumnya membutuhkan waktu yang relatif lama.

    Hal ini tentunya menjadi pertanda positif bagi kemajuan suatu negara. Karena semakin banyak yang menjadi pengusaha atau pebisnis, maka akan semakin banyak juga lapangan pekerjaan yang tersedia. Setidaknya mereka yang menjadi pengusaha tidak ikut berebut dalam bursa pameran kerja dengan calon karyawan lainnya.

    Sayangnya minat untuk menjadi pengusaha ini belum diiringi dengan pengetahuan yang cukup yang sudah seharusnya diketahui oleh pengusaha pemula. Selain itu ada juga beberapa kebiasaan yang justru berpotensi membuat bisnis yang baru Anda rintis gagal. Menurut Djohan Darmady, salah seorang pengusaha sukses di Indonesia yang sudah memiliki banyak perusahaan besar, kesalahan dan kebiasaan yang dilakukan oleh pengusaha pemula ini bisa dihindari jika dari awal mereka belajar dan bergaul dengan sesama pengusaha, sehingga tentunya mereka bisa mendapatkan nasihat dari pengusaha yang lebih senior.

    Untuk Anda yang ingin menjadi pengusaha, sebelum terlambat, simak nasihat dari Djohan Darmady tentang kebiasaan yang sebaiknya dihindari oleh para pengusaha pemula.

    1. Banyak Gaya

    Hal ini banyak ditemui oleh pengusaha pemula, umumnya yang baru mendapatkan omset besar dalam bisnisnya. Ketika sudah mendapatkan penghasilan yang besar, ia langsung membelanjakan keuntungan yang didapat untuk keperluan konsumtif semata. Misalnya dipakai untuk membeli smartphone mahal, makan di restoran mewah atau jalan-jalan ke luar negeri. Padahal menurut Djohan, bisnis yang masih baru berdiri masih memiliki manajemen keuangan yang belum stabil. Apalagi jika si owner tidak bisa membedakan mana uang yang masuk ke rekeningnya dan mana uang yang harus masuk ke perusahaan. Jadi daripada keuntungan yang Anda dapat nantinya digunakan untuk keperluan konsumtif, ada baiknya keuntungan tersebut diputar untuk modal bisnis agar bisnis Anda berpotensi meraih keuntungan yang lebih besar lagi di kemudian hari.

    2. Tidak Disiplin Waktu

    Salah satu motif atau alasan banyak orang untuk menjadi pengusaha adalah agar memiliki kebebasan dalam mengatur waktunya. Bangun tidur kapanpun, keluar rumah kapanpun, itulah hal yang diinginkan oleh sebagian besar orang yang ingin menjadi pengusaha. Sayangnya kebiasaan inilah yang justru harus dihindari dan ditinggalkan oleh pengusaha. Meskipun kita tidak harus masuk ke kantor jam 8 tiap paginya, tapi memiliki sikap disiplin waktu tetap perlu dimiliki oleh pengusaha. Bagaimana nantinya jika Anda harus bertemu dengan calon investor yang akan menanam dana miliaran di bisnis Anda, sementara Anda datang terlambat menemuinya? Tentu itu sudah menjadi kesan awal yang buruk. Selain itu, sikap disiplin yang dimiliki oleh pengusaha juga pastinya akan ditiru oleh tim dan karyawannya, sehingga nantinya sikap disiplin akan menjadi nyawa bagi bisnis dan perusahaan yang Anda jalani.

    3. Menganggap Remeh Pesaing

    Siapa sangka bahwa Yahoo yang dulunya menjadi raksasa teknologi yang mendominasi di tahun 90an hingga awal 2000, kini sudah kalah telak dengan Google? Tentu Anda tidak ingin bisnis Anda mengalami nasib yang sama seperti Yahoo yang mengalami penurunan income dan aset. Siapa yang akan menyangka jika pesaing Anda yang saat ini masih tertinggal di belakang, suatu saat akan menyalip bisnis Anda beberapa tahun ke depan? Hal ini karena dalam bisnis yang terpenting bukan hanya siapa yang memulai lebih awal dan berlari lebih cepat, tapi siapa yang masih kuat berlari dalam jarak yang jauh dan waktu yang relatif lama. Untuk itu diperlukan inovasi dalam berbisnis agar bisnis Anda bisa bertahan selama puluhan bahkan hingga ratusan tahun.

    Itulah beberapa kebiasaan dan mental yang sebaiknya dihindari dan ditinggalkan oleh pengusaha pemula menurut nasihat Djohan Darmady, salah seorang pengusaha sukses di Indonesia. Semoga Anda tidak melakukan kebiasaan tersebut ketika berbisnis ya!
     
  2. blackking

    blackking Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    380
    Likes Received:
    21
    Trophy Points:
    18
    Point pertama itu yang sangat harus dijauhi, karena beban akan memerlukan gaya yang lebih besar, maka orang yang kebanyakan gaya akan merasakan beban hidup yang semakin berat
     
  3. iqbal12

    iqbal12 New Member

    Joined:
    Jul 27, 2016
    Messages:
    22
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Jangan lupa untuk pengusaha pemula untuk menyiapkan kantor untuk menjalankan seluruh kegiatan operasionalnya, bisa dengan cara sewa kantor ataupun virtual office.
     
  4. ecallica

    ecallica Member

    Joined:
    Dec 15, 2015
    Messages:
    53
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8

    Makasih tipsnya, mnurut ane pribadi bagus bgt...
     
  5. Ivan Ahsandi

    Ivan Ahsandi Member

    Joined:
    Feb 1, 2015
    Messages:
    55
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    8
    Nice sharing, disiplin nih yang paling berat karena pengusaha pemula biasanya belum stabil. Tidak punya boss, kecuali diri sendiri yang mengatur usahanya.
     
  6. Gunawan91

    Gunawan91 New Member

    Joined:
    Oct 10, 2017
    Messages:
    4
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Kebanyakan sih pada enggak menerapkan disiplin waktu dan malas melakukan riset hahaha mereka mikir bahwa ah produk kita uda bagus, gak usa ini itulah. Padahal itu salah hahaa kita harus bisa terus meningkatkan kualitas produk dan juga melakukan riset untuk bisa terdepan daripada para pesaing kita.
     
Loading...

Share This Page