7 Fakta Mengejutkan Kemampuan Bayi Yang Jarang di Ketahui Orang Tua

Discussion in 'Health & Medical' started by firda63, Feb 3, 2019.

  1. firda63

    firda63 Member

    Joined:
    Dec 19, 2015
    Messages:
    755
    Likes Received:
    23
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]

    Jangan terkecoh oleh senyum polos Si Kecil. Karena di balik semua itu, ia memiliki kemampuan yang luar biasa.

    Meskipun masih sangat mungil, bayi memiliki kemampuan yang hebat. Sudah lama sekali bayi dikenal sebagai spons kecil yang menyerap segala informasi dari dunia di sekitarnya. Namun, itu baru bagian kecil dari cerita utuh. Para ilmuwan berhasil mengungkap fakta bahwa bayi memiliki keahlian dan, untuk beberapa kasus, dapat menunjukkan sebuah pencapaian yang mungkin sulit ditandingi oleh orang dewasa. Berikut beberapa fakta terbaru yang berhasil diteliti mengenai bayi Anda.

    Keimutan wajahnya tak berhubungan dengan kecantikan atau ketampanan
    Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Infant Behavior and Development menyebutkan bahwa tingkat kelucuan bayi tak memengaruhi menarik atau tidaknya ia ketika dewasa. Penelitian ini melibatkan 253 mahasiswa yang diminta untuk mengurutkan foto beberapa individu semasa bayi dan dewasa, tanpa diberitahu nama pemilik foto tersebut. Hasilnya, ternyata tak ada hubungannya antara keimutan bayi dengan kecantikan atau ketampanannya saat dewasa.

    Bayi bisa membedakan warna kulit seseorang
    Sebuah penelitian yang dilakukan di University of Sheffield, Inggris, menemukan bahwa bayi berusia 3 bulan sudah bisa menunjukkan pilihan terhadap wajah manusia sesuai rasnya. Kemudian, di usia 9 bulan, bayi mengenal wajah dan ekspresi lebih baik dari kelompok ras yang banyak berinteraksi dengannya, dibanding kelompok ras yang tidak.

    Bisa merasakan keadilan
    Hasil penelitian yang dilakukan oleh University of Washington, Amerika Serikat menyebutkan bahwa bayi sudah bisa merasakan keadilan di usia 15 bulan. Dalam studi tersebut, 47 bayi mengobservasi video yang berisi pembagian susu dan biskuit kepada 2 orang. Ketika 1 orang menerima lebih banyak daripada yg lainnya, bayi memerhatikan lebih. Disimpulkan bahwa bayi sudah tau mana yang adil dan yang tidak. Pelitian ini juga menemukan kalau bayi yang menyadari adanya ketidakadilan, akan lebih mungkin berbagi dan meminjamkan mainannya kelak.

    Bayi bisa membaca pikiran
    Walaupun bukan membaca pikiran seperti layak nya paranormal, namun sebuah studi yang dilakukan di University of Missouri, Amerika Serikat, menemukan bahwa bayi berusia 10 bulan sudah bisa mengikuti pemikiran orang lain. Yuyan Luo, asosiate profesor yang melakukan penelitian ini menjelaskan bahwa bayi memiliki violation of expectation. “Ketika bayi terkejut atau menyadari sesuatu yang tak diharapkan terjadi, mereka cenderung memerhatikan sesuatu tersebut lebih lama. Itulah yang disebut dengan violation of expectation,” ujar Prof. Luo. Dalam penelitian tersebut, bayi mengamati orang yang terusmenerus memilih objek A. Ketika orang tersebut mengganti pilihannya menjadi B, bayi akan memandang 5-6 detik lebih lama, yang berarti ia mengenali perubahan pilihan orang lain.

    Baca juga : Makanan bayi 6 bulan yang terbaik dan buatan sendiri

    Sekitar usia 1 tahun, bayi sudah bisa memahami perasaan orang lain. Sebuah studi baru di University of California, Berkeley, peneliti meletakkan 2 kotak tertutup di depan bayi berusia 14 bulan. Si Anak memerhatikan seorang dewasa yang melihat isi kotak dan menampakkan ekspresi gembira, lalu Si Orang dewasa mengintip kotak berikutnya sambil menunjukkan wajah jijik. Lalu, para bayi diminta memilih 1 di antara 2 kotak. Kebanyakan memilih kotak “gembira”. Anak Anda tidak sekadar memahami perasa tapi juga peduli terhadap perasaan orang lain. Dalam sebuah studi yang dipublikasikan di jurnal Science, ilmuwan mengamati anak-anak berusi bulan saat ada orang dewasa yang menjatuhka jepit jemuran lalu berusaha meng ambil benda itu kembali. Pada kesempatan berikutnya, ketika jepit terjatuh, bayi-bayi akan merangkak untuk mengambil benda itu, sebuah pertanda awal rasa empati.

    Bayi menyukai musik dan ritme
    Peneliti dari Brigham Young University menemukan bahwa bayi berusia 5 bulan dapat mengidentifi kasi musik dengan ritme cepat dan membedakannya dengan lagu sedih atau berirama lambat. Jika mendengar musik berirama cepat, mereka akan menggerakkan tubuh dan tangan, sedangkan ketika mendengar musik sedih, Si Kecil akan memalingkan kepalanya. Bayi memang terlahir dengan insting untuk merespons musik. Sebuah studi lain yang dipublikasikan di Science juga mengungkap bahwa bayi berusia 3 bulan dapat membedakan ritme musik yang satu dengan ritme musik yang lain.

    Bayi bisa membedakan baik dan buruk
    Penelitian terbaru dari Yale University memberikan fakta mengejutkan. Menurut mereka, bayi sudah bisa membedakan baik dan buruk bahkan sejak usia 3 bulan. Pernyataan tersebut didapat setelah melakukan percobaan kepada beberapa bayi berusia 3-6 bulan. Peneliti melakukan percobaan menggunakan 3 buah boneka. Boneka pertama berusaha mengeluarkan diri dari kotak yang mengurungnya. Boneka ke-2 yang dilabeli sebagai boneka baik, membantu boneka tersebut untuk keluar dari kotak. Nah, boneka ke-3 yang dilabeli boneka jahat akan mencegah boneka pertama keluar dan menutup kotaknya. Setelah itu, para bayi diberikan boneka baik dan boneka jahat.

    Ternyata 80 persen dari mereka lebih senang bermain dengan boneka baik. Tidak percaya? Paul Bloom, profesor psikologi dan ilmu pengetahuan kognitif dari Yale yang melakukan penelitian pun tidak. Kini, setelah bertahun-tahun mendalami isi otak bayi, tidak ada lagi keraguan mengenai hal tersebut. “Saya percaya bahwa manusia dilahirkan dengan moralitas yang kuat, sehingga membedakan baik dan buruk sudah ada dalam otak bayi secara alami,” tukas Prof. Paul. Ia menambahkan bahwa sejatinya, manusia adalah makhluk yang bermoral, berbudi baik dan bertenggang rasa kuat. Sayangnya, pengaruh lingkungan yang buruk bisa saja mengubah hal tersebut.

    Bayi jago matematika
    Meskipun ia belum siap belajar algoritma, bayi memiliki kemampuan penjumlahan dasar. Sebuah studi yang dilakukan oleh Ben-Gurion University, Nagev, menyertakan bayi usia 6-9 bulan untuk menyaksikan pertunjukan boneka yang diperankan 2 tokoh. Peneliti lalu menyingkirkan salah satu tokoh boneka dan menutup tirai; ketika tirai dibuka, boneka yang sama tetap berada di tempat. Eksperimen berlanjut dan peneliti mengubah akhir cerita: Kali ini kedua tokoh boneka muncul saat tirai kembali dibuka.

    Para bayi menatap panggung boneka lebih lama dan menampakkan keterkejutan, sebuah pertanda mereka paham bahwa 2 dikurang 1 tidak sama dengan 2. Bayi sepertinya juga bisa memecahkan masalah menggunakan logika ilmiah. Studi University of British Columbia pada 2008 melibatkan bayi-bayi usia 8 bulan yang dipertunjukkan 2 wadah: Satu wadah berisi banyak bola merah dan sedikit bola putih; wadah lain berisi nyaris semua bola putih dengan beberapa bola merah saja.

    Peneliti mengambil 5 bola dari tiap wadah (1 bola merah dan 4 bola putih), menunjukkan bola kepada para bayi, dan membiarkan mereka mengintip isi wadah. Hasilnya, para bayi melihat wadah berisi bola merah lebih lama. Mereka sadar bahwa bolabola putih yang keluar dari kotak tersebut secara statistik tidak cocok.
     
  2. akharisma

    akharisma Member

    Joined:
    Jul 24, 2016
    Messages:
    182
    Likes Received:
    6
    Trophy Points:
    18
  3. imanjagoa

    imanjagoa Member

    Joined:
    Mar 29, 2016
    Messages:
    437
    Likes Received:
    44
    Trophy Points:
    28
    pernah liat kalo bayi dengar musik ikut gerak :v
     
  4. blackking

    blackking Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    898
    Likes Received:
    58
    Trophy Points:
    28
    Ternyata bayi memang menjad bukti keajaiban Tuhan, yang menciptakan tentu saja lebih hebat
    tapi dari sisi pengetahuan ternyata bayi memiliki kemampuan yang lebih dari orang dewasa
     
  5. enter1kali

    enter1kali Member

    Joined:
    Apr 5, 2013
    Messages:
    385
    Likes Received:
    14
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    satu hal yang unik, bayi itu ketika lapar, haus, sakit dan ingin bab, pipis, pasti menyatakannya dengan tangisan, meskipun tangisannya berbeda
     
    blackking likes this.
  6. Dewifarhanah

    Dewifarhanah Member

    Joined:
    Oct 2, 2018
    Messages:
    267
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
Loading...

Share This Page