7 Penyebab Busi Motor Selalu Basah + Solusinya

Discussion in 'Otomotif' started by isamhisyam, Mar 13, 2018.

  1. isamhisyam

    isamhisyam Member

    Joined:
    Jun 24, 2016
    Messages:
    64
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
    Penyebab Busi Basah – Dalam hal ini busi yang basah, memang bukan berarti ada air yang masuk kedalam ruang bakar. Akan tetapi rembesan yang membuat permukaan busi tersebut menjadi basah ialah karena faktor bahan bakar atau oli mesin. Nah yang jadi pertanyaannya, hal ini mengapa ada bensin yang sampai tidak terbakar..?? dan mengapa oli mesin juga bisa masuk kedalam busi padahal motor 4 tak tidak ada mekanisme oli samping..?? Nah untuk menjawabnya untuk itu kalian simak ulasan selengkapnya dibawah ini.

    Penyebab Busi Motor Basah Dan Menjadi Hitam
    Untuk perlu kalia ketahui juga bahwa busi motor yang basah biasanya ditemui ketika mesin susah hidup meski sudah distart sampai berulang kali. Saat kita buka businya ternyata pada elektroda busi ini basah. Hal ini menandakan adanya missfire pada siklus kerja mesin, yang secara umum cairan yang membasahi elektroda busi ini ialah bensin, oli ataupun air yang merangsak masuk dari bagian atas busi. Adapun untuk penyebab kenapa busi motor basah sebagai berikut:

    Busi Motor Sudah Tidak Berfungsi Atau Kecil Apinya
    Untuk penyebab yang pertama bisa berasal dari busi itu sendiri. Dalam kondisi normal, busi akan mengeluarkan percikan api ketika kita mengengkol mesin motor atau menstarternya. Dan saat ini terjadi maka pembakaran didalam ruang bakar akan terjadi sehingga mesin hidup dengan normal. Tetapi beda ceritanya apabila busi yang ada diruang bakar tidak mampu mengeluarkan percikan api. Saat kita mengengkol mesin sampai beberapa kali, campuran udara dan bensin masuk saat langkah hisap.

    Tapi karena busi tidak menyala maka campuran udara dan bensin itu juga tidak terbakar dan karena udara didalam ruang bakar tercampur bensin maka kelembaban udara didalam ruang bakar juga lebih tinggi. Ini akan membuat udara lembab tersebut menempel pada seluruh dinding ruang bakar termasuk elektroda busi. Hasilnya seperti yang kita bahas ujung busi akan terasa basah.

    Bagaimana cara mengatasinya…?? Untuk mengatasi masalah yang pertama kita harus melakukan penggantian busi. Pastikan kalian juga memakai busi yang telah direkomendasikan,, mengapa..?? karena tiap motor memiliki spek pengapian yang berbeda. Yang sehingga meski ada busi yang lebih bagus belum tentu pas dengan spek mesin motor kalian.

    Kegagalan Rangkaian Pengapian Motor
    Sepeda motor menggunakan sistem pengapian CDI yang memanfaatkan capasitor. Secara singkat, capasitor tersebut dipakai untuk menimbulkan induksi secara singkat dan kuat pada coil. Hasilnya berupa listrik DC bertegangan tinggi yang disalurkan ke busi. Seperti yang dijelaskan diatas, apabila busi tidak menyala maka pembakaran tidak terjadi dan busi akan basah. Namun masalah ini juga tidak hanya disebabkan karena busi yang mati.

    Karena rangkaian pengapian seperti Coil, CDI dan Spul juga bisa mengalami kerusakan. Oleh sebab itu lakukan pengecekan berikut untuk mengecek komponen pengapian yang mati. Pertama lepas busi dan sambungkan busi ke cop busi dan putar kunci kontak ke posisi ON. Lalu tempelkan ulir busi ke masa mesin “bisa head cylinder” sambil menggoyangkan engkol mesin/di sla beberapa kali. Kalau tidak ada api yang keluar pada ujung elektroda busi maka itu tandanya rangkaian pengapian rusak.

    Kedua lepas busi dan lepas juga cop busi dari kabel busi sehingga hanya menyisakan ujung kawat busi. Lalu dekatkan kawat busi ke masa “jarak sekitar 0,8 mm” dan goyangkan engkol beberapa kali seperti langkah diatas. Apabila ada percikan api berarti busi yang rusak, kalau tidak ada percikan api berarti rangkaian pengapian ada yang rusak.

    Silinder/Ring Kompresi Aus/Seal Katup Rusak
    Selain dari bensin, kelembaban pada elektroda busi juga disebabkan karena oli yang masuk ke ruang bakar. Memang oli seharusnya beroperasi diluar ruang bakar. Saat ada oli masuk ke ruang bakar maka bisa dikategorikan sebagai bocor oli mesin. Kecuali apabila kasusnya ada pada motor dua tak. Motor dua tak memiliki mekanisme oli samping, selaku sistem pelumas yang melumasi piston. Oli ini berpotensi masuk keruang bakar sehingga bisa membasahi busi.

    Kebocoran ini bisa saja terletak pada katup mesin atau karena silinder/ring piston aus. Intinya oli dari mesin masuk kedalam ruang bakar saat piston beroperasi. Tentu, bukan hanya busi saja yang membasah tapi asap knalpot juga menjadi berwarna putih seperti motor 2 tak. Asap putih tersebut disebabkan karena oli yang ikut terbakar.

    Apabila oli masih bocor dari katup maka langkah perbaikan yang tepat itu hanya melakukan skir katup atau perapatan daun katup dengan dudukannya. Proses ini terbilang lumayan berat karena harus membongkar komponen head cylinder motor. Sehingga perlu skil dan pengetahuan juga.

    Namun saat kebocoran oli berasal dari ring piston maka kita harus melakukan pembongkaran total. Ada dua komponen yang berpotensi rusak pada kasus ini, yakni ring piston dan linner silinder. Solusinya yakni melakukan penggantian ring piston atau oversize blok. Namun untuk masalah busi basah karena oli biasanya memiliki beberapa gejala lain yang mengikuti seperti tenaga ngempos atau suara mesin yang lebih kasar.

    Terdapat Air Yang Masuk Kemesin
    Hal demikian memang sangat jarang sebenarnya jika air bisa masuk ke mesin. Tapi jangan salah terlebih dahulu saat kalian melakukan pencucian motor bisa saja ada air yang masuk ke filter udara dan menggenangi daerah filter. Sesaat kalian menyalakan mesin normal, tapi genangan air itu bisa ikut terbawa aliran udara saat intake. Akibatnya busi bisa basah dan api tidak keluar dari busi.

    Ketika busi tidak dapat mengeluarkan api, campuran bahan bakar dan udara akan tetap masuk saat langkah hisap. Biasanya dalam proses start ini bisa memakan banyak siklus sehingga campuran udara dan bensin yang tidak berhasil terbakar akan mengendap pada permukaan ruang bakar termasuk elektroda busi. Inilah yang membuat ujung busi semakin basah.

    Selain itu, untuk mesin dengan konstruksi berdiri seperti mesin satria bisa saja air menggenang pada lubang busi. Dan dalam beberapa waktu air tersebut bisa masuk melalui celah lubang busi. Sehingga busi motor basah dan mesin jadi brebet. Memang untuk penyebab ketiga disebabkan karena ketidaktelitian kita, itu karena konstruksi mesin yang tertutup dan tidak memungkinkan air bisa masuk jika tidak disengaja. Jika kondisi ini terjadi berulang-ulang solusinya, temukan dimana letak air yang menggenang itu dan bersihkan tanpa air tersebut masuk kemesin.

    Faktor Bahan Bakar
    Untuk motor saat ini bahan bakar yang tersedia paling rendah ialah bensin jenis pertalite. Bensin ini memang lebih baik kualitasnya dari premium tapi kita tidak tahu isi dari bensin yang dijual secara eceran. Hal ini dikarenakan beberapa oknum sengaja melakukan oplos bensin dengan bahan lain seperti air atau minyak.

    Dan mungkin kalian sendiri pernah melihat pedagang bensin campur dipinggir jalan yang memiliki harga lebih murah. Campuran inilah yang bisa mengendap dan membasahi elektroda busi. Sehingga justru akan membuat mesin brebet.

    Khususnya bila motor kalian berteknologi injeksi maka jangan pernah gunakan bensin campuran, jika campuran pertalite dengan pertamax itu bukan masalah tapi jika campurannya air atau minyak yang sulit terbakar maka bisa berpotensi merusak injektor.

    Faktor Kualitas Busi Itu Sendiri
    Selain dari faktor luar ternyata kondisi busi juga berpengaruh. Busi motor yang kurang berkualitas dan tidak cocok untuk motor bisa menimbulkan permasalah pada mesin atau pada busi itu sendiri. Jika api yang keluar terlalu kecil, maka pembakaran akan lebih sulit sehingga bahan bakar yang tidak terbakar akan mengendap pada elektroda busi.

    Solusinya gunakan busi yang pas dengan spesifikasi mesin kalian, bukan cuma dari lubang ulirnya saja tapi besaran resistansi juga perlu diperhitungkan. Hal ini karena setiap motor mempunyai standar pengapian berbeda sehingga output yang dihasilkan juga berbeda.

    Setelan Campuran Bahan Bakar Dengan Udara Tidak Pas
    Campuran antara bahan bakar dengan udara tidak pas, bisa terlalu banyak atau bisa juga terlalu sedikit. Untuk mengatasinya kalian stel ulang campuran bahan bakar dan udara di karburator. Dan sama seperti mesin karburator yang jarang dibersihkan sehingga menjadi kotor bisa menyebabkan busi motor kalian basah. Oleh sebab itu jika sudah merasa karburator motor kalian kotor, sebaiknya segeralah dibersihkan.

    Kesimpulan:

    Busi yang basah itu bisa menandakan adanya suatu sistem yang tidak beres didalam motor. Misal saat busi basah karena bensin, maka itu bisa mengindikasikan sistem pengapian yang berkinerja tidak baik. Dengan kata lain, kalau kita menemui kondisi busi motor yang selalu basah tiap kali dicek jangan langsung mengganti businya. Tetapi cek dahulu sistem yang berpengaruh seperti sistem pengapian “coil dan spul” dan juga oli mesinnya. Namun busi yang basah karena bensin, justru menandakan kalau sistem bahan bakar motor berfungsi dengan normal. Kalau sebaliknya motor susah hidup namun elektroda busi kering maka ini menandakan ada permasalahan pada karburator/sistem bahan bakar.

    Demikianlah pembahasan mengenai 7 Penyebab Busi Motor Selalu Basah + Solusinya semoga dengan adanya ulasan tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi kalian semua,, terima kasih banyak atas kunjungannya.
     
  2. Tri Setiawan

    Tri Setiawan Member

    Joined:
    Nov 15, 2017
    Messages:
    135
    Likes Received:
    11
    Trophy Points:
    18
    Informasi nya lengkap gan, mantap nice info :)
     
Loading...

Share This Page