9 Tips Spesial! Tempa Anak Untuk Miliki Mental Tangguh Sejak Dini

Discussion in 'Education' started by Portalanak, Sep 29, 2016.

  1. Portalanak

    Portalanak New Member

    Joined:
    Aug 30, 2016
    Messages:
    21
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Adakah orang tua yang tidak menginginkan anaknya sukses? Ya, tentunya tidak ada orang tua normal yang tidak menginginkan anaknya menjadi sukses. Ini adalah keinginan tulus setiap orang tua. Namun semua orang tua juga setuju bahwa untuk membuat keinginan itu menjadi kenyataan adalah hal yang berbeda.

    Pertanyaan berikutnya muncul, jadi apa dong yang bisa menjamin anak-anak kita menjadi sukses?

    Lantas,

    Adakah anak-anak yang secara genetik dapat berbuat lebih baik dari yang lain?, gampangnya, adakah anak-anak yang lebih “super” dari anak lainnya dari sejak lahir?

    atau

    Adakah orang tua yang benar-benar sempurna dalam mengasuh anaknya untuk menjadi sukses?

    Terlepas dari jawaban apa yang anda pilih dari pertanyaan di atas, tak dapat disangkal bahwa pola pengasuhan yang sukses memainkan peran utama dalam menghasilkan anak-anaknya menjadi “bintang”. Pola pengasuhan anak yang buruk – terlepas dari bakat dan kecerdasan alami si anak, dapat menyebabkan masalah perilaku, kenakalan, kriminalitas dan juga masalah akademik.

    Tentu pula, pengasuhan anak yang baik merupakan hal yang sangat esensial untuk menghasilkan anak-anak yang berprestasi positif.

    Seperti apakah pengasuhan anak yang sukses itu?
    Tidak ada resep khusus untuk membesarkan anak. Namun para ahli dan psikolog telah menemukan beberapa perlakuan secara umum dari pola pengasuhan anak yang sukses:

    1. Berikan tugas rutin pada anak
    Penelitian menunujukkan bahwa jika seorang anak diberi tugas rutin sejak usia dini akan memupuk rasa tanggung jawab, kemandirian dan lantas menjadi “ahli” dalam tugas yang berikan tersebut.

    Pada acara Ted Talk, Julie Lythcott-Haims, mantan Dekan di Stanford University dan pengarang buku “How to Raise an Adult” menyampaikan bahwa anak-anak yang dibesarkan dan dididik dengan tugas dan pekerjaan rumah secara konsisten dapat menjadi “rekan” untuk bekerjasama, dan lebih memiliki rasa empatik – karena anak benar-benar memahami dan mengalami bagaimana pekerjaan itu dilakukan. Dan mereka dapat melaksanakan tugas-tugas secara mandiri.

    Jika anda berniat untuk menerapkan untuk memberikan tugas dan pekerjaan sebagai pendidikan karakter pada anak, anda harus hati-hati dalam memberikan hadiah dalam hal pemberian tugas pada anak. Letakkan tugas dan hadiah pada tempat yang terpisah.

    Para peneliti mengingatkan, bahwa pemberian external reward atau hadiah, dapat menurunkan motivasi yang “hakiki” si anak.

    2. Bangun Harapan Yang Tinggi
    Memiliki harapan realistik yang tinggi untuk anak-anak anda adalah hal yang penting dalam pola pengasuhan anak yang sukses. Kebanyakan, anak-anak tumbuh dengan haparan yang telah di bangun untuk mereka sebelumnya.

    Triknya adalah, tetapkan target yang tinggi dan mereka harus mencapainya, tetapi pastikan bahwa hal tersebut dilakukan masih dalam jangkauan kemampuan mereka.

    Misalnya, orang tua yang menginginkan anaknya untuk masuk perguruan tinggi favorit. Orang tua akan mengatur dan mengelola bagaimana cara mempertahankan nilai akademik anak, sementara si anak menjaga prestasinya agar tetap baik sehingga akhirnya bisa masuk perguruan tinggi favorit. Membangun harapan tinggi yang realistis akan mengantarkan anak-anak anda menju kesuksesan.

    3. Kembangkan Cara Pengendalian
    Anak-anak harus diajarkan untuk mengelola kemarahan, menunda kepuasan dan menangani konflik dalam rangka untuk mencapai keberhasilan. Kurangnya kemampuan anak untuk mengendalikan dirinya secara sehat akan menggganggu kesehatan dan keceriaan mereka.

    4. Beri Anak “Ruang” Untuk Gagal
    Tugas para orang tua adalah untuk mengelola dan meminimalkan kegagalan – bukan untuk menghilangkannya. Pendidikan karakter anak yang sukses melibatkan pemahaman bahwa kegagalan adalah bagian besar dari kesuksesan itu sendiri. Penelitian menunjukkan bahwa lebih banyak ditemukan kegagalan daripada kesuksesan. Memberi kesempatan dan ruang bagi anak untuk gagal adalah hal yang sulit bagi kebanyakan orang tua, namun itu merupakan hal yang penting. Keberhasilan mengatasi kegagalan akan sangat membantu dalam daya tahan, kompetensi dan pengembangkan karakter anak anda secara keseluruhan.

    5. Kembangkan Ketrampilan Sosial
    Dalam dunia sekarang ini, kecerdasan sosial adalah sama pentingnya dengan kepintaran seseorang. Sebuah studi yang dilakukan selama 20 tahun dan mensurvey 700 anak-anak ditemukan bahwa mereka yang memiliki kompentensi sosial lebih mungkin untuk mendapatkan gelar sarjana dan memiliki pekerjaan mapan pada saat mereka mencapai usia 25 tahun.

    Pengasuhan anak yang sukses memastikan bahwa anak-anak akan belajar untuk bersikap kooperatif dalam hubungan dengan sesama mereka, membantu dan meningkatkan kemampuan mereka untuk berempati dengan orang lain secara intuitif dan tanpa diminta.

    6. Luangkan Waktu yang Cukup Di Awal Masa Perkembangan Anak
    Waktu yang dihabiskan seorang ibu bersama dengan anaknya antara usia 3 sampai 11 tahun setidaknya dapat memprediksi perilaku anak, kesehatan dan perkembangannya. Ini adalah rentang waktu berkualitas untuk dihabiskan bersama anak. Orang tua dalam rentang waktu ini seharusnya mampu menjaga suasana yang menarik dan menyenangkan dalam merangsang pertumbuhan anak agar tidak sress.

    7. Kembangkan Keuletan dan Daya Tahan Dalam Diri Anak
    Mendukung dan mendorong anak berhadapan dengan hal-hal yang sulit dan tidak menyenangkan dapat membuat mereka sukses dikemudian hari. Ketangguhan mental dan sikap “saya bisa melakukan” adalah hal yang penting untuk ditanamkan sebelum mereka dewasa. Seorang anak yang tanpa fighting spirit, “tanpa semangat juang” tidak mungkin untuk mengembangkan sifat ini di kemudian hari setelah mereka dewasa. Komitmen dan daya tahannya untuk bekerja akan selalu menjadi masalah nantinya.

    8. Bantu Anak Kembangkan Kesadaran Diri Yang Kuat
    Hal ini berkaitan dengan bagaimana membangun keseimbangan sebagai orangtua. Pola Pengasuhan anak yang dilakukan secara berlebihan akan menghambat perkembangan dan kebebasan anak, pola asuh permisif merampas integritas, arah dan kemampuan anak untuk fokus. Anak-anak harus mampu mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, keinginan mereka sendiri termasuk ketidaksukaannya.

    9. Tegas, Adil dan Ramah
    Tentunya ada sifat-sifat yang tidak kita inginkan dilakukan oleh anak. Konsekuensi dari sifat yang tidak kita inginkan itu harus kita jelaskan pada mereka beserta dengan hukuman yang akan didapat. Jangan memberi hukuman yang keras kepada anak. Meskipun terkadang anak bertingkah sangat menjengkelkan, jagalah selalu emosi anda, tetaplah bangun komunikasi yang tegas, bersahabat dan terbuka.

    Ingatlah, Anak yang sukses akan menjadi orang dewasa yang sukses, dia tidak datang dengan tiba-tiba. Pengasuhan anak yang sukses adalah pengasuhan anak yang upayakan dan direncanakan. Oleh karenanya jangan lewatkan pendidikan karakter anak sejak usia dini, karena waktu tidak pernah bergerak mundur.
     
    Last edited by a moderator: Sep 29, 2016
  2. hspg

    hspg Member

    Joined:
    Sep 29, 2016
    Messages:
    54
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    8
    Sangat inspiratif dan mencerahkan. Ada banyak cara dalam mendidik anak, tapi yang paling penting adalah memberikan pemahaman dan menumbuhkan kesadaran kepada anak, dengan bahasa kasih sayang yang bisa mereka rasakan, bahwa apa yang mereka lakukan adalah untuk kebaikan mereka sendiri
     
  3. Portalanak

    Portalanak New Member

    Joined:
    Aug 30, 2016
    Messages:
    21
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Lakukan secara konsisten InsyaAllah berhasil...
    Mungkin ada rekan-rekan yang ingin berbagi pengalaman untuk pencerahan?
     
  4. sutrisno

    sutrisno Member

    Joined:
    Sep 19, 2016
    Messages:
    97
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    8
  5. terapiotak45

    terapiotak45 Member

    Joined:
    Mar 5, 2016
    Messages:
    389
    Likes Received:
    54
    Trophy Points:
    28
    Google+:
    yup setuju dengan den @Portalanak kita sebagai orang tua harus memiliki sikap tegas, adil, dan ramah terhadap anak. Jangan terlalu becandaan terus, sebab bila sudah terbiasa dengan hal tersebut. Anak akan selalu menganggap perkataan kita sebagai candaan.
     
  6. Squline Media

    Squline Media Member

    Joined:
    Oct 20, 2016
    Messages:
    160
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    inspriratif banget nih tipsnya. buat tambahan, jangan bandingin anak kita dengan anak orang lain ya
     
Loading...

Share This Page