Adab ketika Berpuasa bagi Muslim

Discussion in 'General Lifestyle' started by Abu Ubaidillah, Sep 15, 2019.

Tags:
  1. Abu Ubaidillah

    Abu Ubaidillah New Member

    Joined:
    Apr 14, 2019
    Messages:
    13
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]
    sumber gambar : https://www.abiabiz.com
    Pada bab ketiga di di di di dalam kitab Maqashidus Shaum karya imam Izzuddin bin Abdis Salam, beliau memaparkan enam adab-adab berpuasa sebagaimana berikut.

    Pertama. Menjaga Lisan dan bagian badan berasal berasal berasal dari perbuatan-perbuatan menyimpang. Hal ini sebagaimana hadis Nabi saw. Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Siapa yang (berpuasa) tidak meninggalkan ucapan dan tindakan yang dusta (ketidak benaran), maka Allah tidak perlu pada puasanya.” (H.R. Al-Bukhari) Berdasarkan hadis tersebut, maka puasa seseorang mampu sia-sia jikalau ia tetap berkata atau melaksanakan hal-hal yang dilarang dan menyimpang. Bahkan disebutkan di di di di dalam hadis lainnya, Nabi saw. bersabda bahwa banyak sekali orang yang sia-sia puasanya, ia cuma menggapai lapar dan hausnya saja.

    Kedua. Jika di sedia kan makanan baginya, hendaknya berkata, “Aku sedang berpuasa.” Hal ini berdasarkan hadis Nabi saw. Dari Abu Hurairah berasal berasal berasal dari Nabi saw., beliau bersabda, “Jika tidak benar seorang berasal berasal berasal dari kalian dipanggil untuk makan, tetapi ia sedang berpuasa, maka hendaknya ia bekata, “Aku sedang berpuasa.” (H.R. Muslim) Imam Izzuddin memperlihatkan bahwa, ucapan “Saya sedang berpuasa.” itu untuk memperingatkan kepada yang mengajaknya makan dan sehingga hatinya tidak goyah. Namun jikalau ia risau dikatakan riya, maka ucapankanlah tersedia udzur lainnya.

    Namun, di di di di dalam info lainnya disebutkan bahwa jikalau ia berpuasa sunnah dan sedang bertamu, kemudian ditawari makan, ia boleh membatalkannya untuk menghormati yang tuan rumah. Tetapi, jikalau ia sedang berpuasa wajib, baik itu puasa Ramadhan, qadha’ puasa Ramadhan, atau puasa nadzar, maka ia tidak boleh membatalkan puasanya. Alias perlu tegas memperlihatkan bahwa ia sedang berpuasa.

    Ketiga. Berdoa tepat berbuka puasa. Adapun riwayat doa berbuka puasa yang dipaparkan oleh imam Izzuddin bin Abdissalam adalah sebagai berikut. Telah hilang rasa haus, udah basah urat-urat, dan udah ditetapkan pahala, jikalau Allah menghendaki. Ya Allah, cuma kepada-Mu aku berpuasa, dan atas rezeki-Mu aku berbuka. Segala puji bagi Allah yang udah menolongku, sehingga aku mampu berpuasa, dan yang udah memberikanku rezeki sehingga aku mampu berbuka. Demikian ragam doa yang mampu kita ucapkan tepat berbuka puasa. Kita pun mampu memanjatkan doa yang udah kondang di kalangan kita atau doa apapun.

    Karena pada dasarnya bacaan doa itu tidak mengikat dan lebih kepada manifestasi rasa syukur atas karunia yang udah Allah swt. berikan. Ya Allah, cuma kepada-Mu aku berpuasa, cuma dengan-Mu aku beriman, dan atas rezeki-Mu aku berbuka bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan rahmat-Mu wahai dzat yang paling mengasihi di pada yang mengasihi. Atau jikalau benar-benar mampu saja kita mampu membaca seluruh sehabis itu disertai bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan hajat-hajat kita.

    Keempat. Berbuka bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan kurma basah, kurma kering, atau air. Hal ini berdasarkan pada hadis Nabi saw. Dari Salman bin Amir, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Jika tidak benar satu berasal berasal berasal dari kalian berpuasa, maka hendaklah ia berbuka bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan kurma, jikalau ia tidak menggapai kurman, maka hendaklah ia berbuka bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan air. Karena sungguh air itu suci. (H.R. Abu Daud) Pada dasarnya hadis ini beri tambahan petunjuk kita untuk berbuka, minimal bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan air putih yang suci dan bersih untuk membatalkan puasa dan melegakan dahaga selama seharian.

    Kelima dan keenam. Menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur. Hal ini berdasarkan pada hadis Nabi saw. Dari Anas bin Malik r.a., ia berkata, Nabi saw. bersabda, “Sahurlah kalian, gara-gara sungguh di di di di di dalam sahur itu tersedia keberkahan.” (H.R. Al-Bukhari) Dari Abu Hurairah berasal berasal berasal dari Rasulullah saw,, beliau bersabda, “Allah azza wajalla berfirman, “Sunguh hamba-Ku yang lebih aku sukai adalah yang paling menyegerakan berbukanya.” (H.R. Ahmad).

    Imam Izzuddin menerangkan bahwa faidah mengakhirkan sahur adalah sehingga mampu menguatkan tubuh untuk menjalankan puasa. Sehingga tepat badan kuat, maka banyak ketaatan-ketaatan yang mampu ia melaksanakan selama berpuasa. Bahkan di di di di di dalam tidak benar satu hadis disebutkan bahwa jarak pada tepat sahur Rasulullah saw. bersama dengan bersama puasa weton untuk pengasihan dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan bersama dengan shalat (shubuh) beliau lebih tidak cukup lima puluh ayat atau lebih tidak cukup sepuluh atau lima belas menit. Sedangkan faidah berasal berasal berasal dari menyegerakan berbuka puasa adalah sehingga rasa lapar dan haus yang dirasakan berat baginya langsung hilang. Wa Allahu A’lam bis Shawab.
     
Loading...

Share This Page