APEC Memberikan Dampak Positif Bagi Indonesia

Discussion in 'General Discussion' started by muhrasta, Sep 20, 2013.

  1. muhrasta

    muhrasta Member

    Joined:
    Sep 20, 2013
    Messages:
    51
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Pemerintah Indonesia akan membawa masalah keamanan pangan dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (Asia-Pacific Economic Cooperation/APEC) yang akan diselenggarakan di Bali pada Oktober mendatang.

    Menteri Pertanian Suswono mengatakan fokus yang akan disampaikan pemerintah dalam forum tersebut menyangkut pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat dunia. Indonesia akan menyerukan negara-negara maju untuk tidak menggunakan pangan untuk kebutuhan lain, seperti energi dan pakan hewan.

    "Pangan seharusnya diprioritaskan untuk konsumsi manusia. Karena itulah, perlu kesadaran dari negara-negara maju dalam menangani food security," kata Suswono usai memberi sambutan dalam APEC Senior Official Meeting, di Hotel Ritz Carlton, Jumat, 25 Januari 2013.

    Ketahanan pangan akan menjadi salah satu pembahasan dalam forum KTT APEC karena setiap negara berpotensi menghadapi masalah tersebut. Di negara-negara berkembang, masalah yang dihadapi adalah bagaimana meningkatkan produktivitas dan mengurangi loss pasca-panen. Sedangkan di negara-negara maju masalah yang banyak dihadapi adalah tingginya angka konsumsi pangan.

    Suswono mengungkapkan tingkat konsumsi pangan di negara maju tergolong berlebihan, bahkan sampai terbuang. Tak heran, jumlah penderita obesitas banyak berasal dari negara maju. Namun, di sisi lain, ada negara miskin yang justru kekurangan pangan dan kadang hingga menyebabkan kematian, seperti di kawasan Afrika. "Empati harus ditumbuhkan untuk membangun kebersamaan dalam masalah pangan," ujarnya.

    Di Indonesia, menurut Suswono, masalah yang dihadapi ada konversi lahan pertanian dan perubahan iklim. Tingginya angka konversi lahan pertanian dikhawatirkan menurunkan produksi. "Karena itu kami mengajukan aturan moratorium alih fungsi lahan pertanian," kata dia.

    Permasalahan lainnya, petani di Indonesia rata-rata hanya menggarap lahan 0,3 hektare. Padahal, idealnya petani memiliki lahan garapan minimal dua hektare. Selain itu, tingkat loss pasca-panen juga masih di angka 10 persen dan perlu ditekan hingga 5-7 persen

    sumber : http://www.tempo.co/read/news/2013/01/25/090456882/Suswono-Indonesia-Akan-Bawa-Isu-Pangan-ke-APEC
     
  2. ncang

    ncang Well-Known Member

    Joined:
    Feb 7, 2013
    Messages:
    3,330
    Likes Received:
    445
    Trophy Points:
    83
    Google+:
    lain kali cantumkan sumber ya

    lain kali cantumkan sumber ya mas, pak, de, mas *biggrin*
     
Loading...

Share This Page