Arti Salam Pancasila dan Makna Lagu Indonesia Raya

Discussion in 'Education' started by Jalil, Sep 15, 2019.

?

apa pengertian salam pancasila?

  1. Persatuan Bangsa

    0 vote(s)
    0.0%
  2. Budaya dan pererat rakyat indonesia

    1 vote(s)
    100.0%
Multiple votes are allowed.
  1. Jalil

    Jalil New Member

    Joined:
    Sep 7, 2019
    Messages:
    3
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Profil Yudi Latif

    Yudi Latif, M.A., Ph.D. Beliau merupakan pakar ideologi Pancasila dan pernah menjabat sebagai Kepala BPIP. Bapak Yudi Latif meraih gelar MA dan Ph.D nya dari Australian National University setelah sebelumnya menyelesaikan sarjananya di Universitas Padjadjaran. Selain itu, beliau juga merupakan Anggota Dewan Pendiri Rektor Universitas Paramadina Mulya, Jakarta tahun 1998-2005 dan Nurcholish Madjid Society sejak 2008 sampai sekarang.

    Pengertian Salam Pancasila


    Pada saat mengisi acara Persiapan Keberangkatan (PK) LPDP, bapak Yudi Latif menjelaskan tentang apa yang disebut sebagai ”Salam Pancasila”.

    Menurut beliau menekankan apabila salam Pancasila bukanlah sesuatu yang dia reka sendiri. Salam Pancasila adalah praktek yang sebelumnya sangat umum dilakukan oleh tokoh nasionalis. Sebagai contoh bapak Yudi Latif merujuk pada praktek saling sapa yang dilakukan oleh pasangan Soekarno-Hatta ketika mereka selesai menyampaikan proklamasi kemerdekaan Indonesia di hadapan para pendukungnya.

    Makna Lagu Indonesia Raya

    Kemudian bapak Yudi Latif menyampaikan makna atas lagu Indonesia Raya. Menurutnya, Indonesia Raya versi lengkap terdiri dari tiga Stanza. Ketiga stanza tersebut menurutnya bisa merefleksikan peta perjalanan Indonesia sebagai sebuah peta.

    Dalam Stanza I, dinyatakan syarat pertama untuk kemajuan negara kita disebutkan pada kata “Indonesia Bersatu”. Langkah selanjutnya adalah mewujudkan “Indonesia Bahagia” sebagaimana pada lirik Stanza II yang akan mewujudkan “Indonesia Abadi” sebagaimana dalam Stanza III.

    Beliau melanjutkan presentasinya dengan menguraikan alasan mengapa persatuan adalah unsur utama dalam pembentukan Indonesia.

    Berdasarkan sosio-biologi, manusia memiliki 90% sifat simpanse yang egois dan 10% sifat lebah yang groupish. Namun demikian, sisi paradoksnya adalah bahwa manusia tidak dapat sendirian dalam memenuhi kebutuhan pribadinya sendiri. Sifat alamiah tersebut merupakan kelanjutan dari evolusi pertama, the survival of the fittest, yang mana kelompok dengan ikatan yang lebih erat akan mengalahkan kelompok dengan ikatan yang lebih longgar. Itulah mengapa menurut Mohammad Hatta, Wakil Presiden pertama di negeri ini, untuk dapat memimpin Indonesia harus memiliki mental dan rohani seluas wilayah Indonesia.

    Fakta Historis, Geologis, dan Genetik Bangsa Indonesia

    Bapak Yudi latif menekankan kesatuan nasional sebagai aspek yang tidak bisa ditawar. Beliau yakin bahwa Indonesia telah memiliki modal yang cukup untuk mencapainya. Untuk mendukung argument tersebut, beliau merujuk pada beragam fakta baik itu historis, geologis, ataupun genetik.

    Beliau melanjutkan materi dengan menguraikan bahwa Indonesia dulunya merupakan daratan yang tergabung dalam 2 daratan luas yaitu dataran Sunda Land dan dataran Australia. Dataran Sunda Land meliputi Pulau Sumatera, Pulau Jawa dan Pulau Kalimantan sedangkan dataran Australia meliputi Pulau Papua, Kepulauan Maluku, dan Pulau Nusa Tenggara. Sedangkan Pulau Sulawesi merupakan daratan penghubung antara dataran Sunda Land dan dataran Australia.

    Kemudian beliau melanjutkan dengan menjelaskan mengenai asal-usul ras yang ada di Indonesia. Bahwa ras pertama yang masuk ke Indonesia adalah ras Papua Melanosoid yang berasal dari benua Afrika. Ketika bumi mengalami pemanasan dan es mencair, ras tersebut mencari wilayah yang agak hangat di garis ekuator sehingga tiba di wilayah Indonesia. Ras tersebut menetap di wilayah daratan Papua. Sebagian dari mereka kemudian bermigrasi lagi ke daerah Asia Tengah untuk kemudian turun lagi ke wilayah Indonesia Barat melalui wilayah Malaysia. Sehingga pada dasarnya, ras-ras yang ada di Indonesia sekarang memiliki nenek moyang yang sama.

    Kesamaan Budaya di Negara Indonesia

    Selain kesamaan asal-usul tersebut, hal lain yang ditekankan beliau adalah adanya kesamaan budaya di negara Indonesia. Orang Papua menyebut makanannya dengan sagu, orang Jawa dengan Sego, orang Sunda dengan sangu. Hal tersebut menunjukkan bahwa memang pada dasarnya, Indonesia memiliki akar budaya yang satu. Hal lain yang patut menjadi perhatian sebagai alasan persatuan di Indonesia adalah adalah modal moral sejarah pembentukan landasan negara Indonesia.

    Menurutnya, Pancasila merupakan titik temu, titik tupu, dan titik tuju atas segala cara pandang bangsa Indonesia. Selain itu, dalam Pembukaan UUD 1945 telah diuraikan visi dan misi negara Indonesia sebagai satu kesatuan yang utuh. Visi Indonesia sebagaimana termaktub dalam Paragraf ke-2 yaitu untuk menjadi negara yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmut.

    Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan langkah-langkah misi negara sebagaimana teruraikan dalam Paragraf ke-4 yaitu:
    a. Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia
    b. Memajukan kesejahteraan umum
    c. Mencerdaskan kehidupan bangsa
    d. Ikut melaksanakan ketertiban dunia.
     
    Last edited: Sep 15, 2019
  2. Jalil

    Jalil New Member

    Joined:
    Sep 7, 2019
    Messages:
    3
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Menurut saya Pak Yudi Latif memang pakarnya dalam menjelaskan Geografi dan Budaya bangsa Indonesia. Tak heran jika beliau mendapat gelar sebagai Pakar Pembinaan Pancasila
     
Loading...

Share This Page