Bagaimana Menganalisis Keuangan Bisnis Dengan Rasio Keuangan Yang Tepat?

Discussion in 'General Business' started by Sisi Setya, Sep 14, 2020.

  1. Sisi Setya

    Sisi Setya New Member

    Joined:
    Aug 4, 2020
    Messages:
    16
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    3
    [​IMG]
    Setiap bisnis yang dijalankan memiliki sebuah tujuan, yaitu menghasilkan profit. Dengan kondisi seperti ini, rasanya tidak memungkinkan kita untuk melihat sebuah profit terjadi. Bertahan saja, sangat sulit untuk dilakukan. Kini, pebisnis sibuk menetapkan strategi yang tepat untuk menjalankan bisnisnya.

    Tentunya selain strategi bisnis, Anda perlu melihat kembali kondisi keuangan bisnis Anda. Apakah mengarah kepada hal yang positif atau bahkan bisa membuat Anda merugi? Arus kas, kesiapan dana darurat menjadi sangat penting saat ini. Bayangkan jika Anda belum sempat membereskan keuangan bisnis. Pastinya saat ini Anda sedang kerepotan dan belum mengetahui dengan jelas arah perusahaan Anda. Maka untuk membantu menilai kondisi keuangan, analisa rasio keuangan menjadi pilihan yang tepat. Banyak sekali analisa rasio keuangan yang dapat Anda pakai, mulai dari melihat kemampuan hutang, lalu mengetahui kemungkinan piutang dapat di tagih dan lain sebagainya.

    Mengapa Melakukan Analisis Rasio Keuangan?

    Ini merupakan sebuah alat analisis keuangan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada pos laporan keuangan. Selain itu, Anda dapat menggunakan analisis ini sebagai upaya mencari dana (modal) lebih besar, mengetahui tingkat efektivitas setiap divisi perusahaan, dan juga melihat tingkat keuntungan yang diperoleh. Sehingga Anda dapat dengan lebih mudah mengambil keputusan yang baik dan benar.

    Inilah 4 Rasio Keuangan Yang Dapat Anda Gunakan

    1. Rasio Aktivitas

    Rasio aktivitas merupakan sebuah rasio keuangan yang digunakan untuk mengukur seberapa efektifnya cara perusahaan dalam menggunakan aktiva yang dimiliki. Adapun tujuan lainnya yaitu perusahaan dapat mengetahui perputaran pinjaman di setiap periodenya dan membandingkan setiap penjualan yang sudah dicapai dalam setiap perputaran modal.

    Rasio aktivitas terbagi atas beberapa bagian yaitu Perputaran Aktiva (Total Assets Turn Over), Perputaran Modal Kerja (Working Capital Turn Over), Perputaran Aktiva Tetap (Fixed Assets Turnover), Perputaran Persediaan (Inventory Turnover), Rata-Rata Umur Piutang sampai Perputaran Piutang.

    2. Rasio Profitabilitas

    Rasio ini sangat berguna untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menghasilkan sebuah keuntungan bagi perusahaan atau bisnis. Rasio profitabilitas menjadi sangat penting karena dapat mengetahui seberapa jauh perkembangan laba dari waktu ke waktu dan juga melihat perbandingan posisi laba perusahaan dalam periode satu dengan lainnya.

    Apa saja sih contoh dari rasio profitabilitas?

    a. Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)

    b. Margin Laba Bersih (Net Profit Margin)

    c. Margin Laba Operasi (Operating Profit Margin)

    d. Rasio Pengembalian Aset (Return On Asset)

    e. Rasio Pengembalian Modal sendiri (Return On Equity)

    f. Penghasilan Per Saham (Earning Per Share)

    3. Rasio Likuiditas

    Rasio likuiditas ini merupakan rasio yang mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar atau melunasi kewajiban dalam skala jangka pendek dan harus segera dipenuhi. Rasio ini mempermudah para pengguna atau staf keuangan untuk melakukan penarikan dana dan dapat mengantisipasi terjadinya keperluan dana darurat pada saat situasi yang mendesak .

    Rasio yang biasanya digunakan adalah rasio lancar (current rasio), rasio cepat (quick ratio), rasio kas (cash ratio) dan rasio perputaran kas (cash turnover ratio).

    4. Rasio Solvabilitas

    Rasio keempat yang juga digunakan oleh pebisnis untuk mengetahui kondisi kewajiban perusahaan adalah rasio solvabilitas. Rasio keuangan ini dapat memperlihatkan atau menunjukan sejauh mana perusahaan mengendalikan kemampuan dalam melunasi semua kewajiban, baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek.

    Rasio ini juga memudahkan dalam mencari seberapa besar modal yang dapat dijadikan sebagai jaminan pinjaman (utang) dalam jangka panjang dan melihat sejauh mana pengaruhnya terhadap pengelolaan aktiva perusahaan yang ada.

    Rasio solvabilitas terbagi atas beberapa bagian yaitu :

    a. Rasio Utang terhadap Aset (Debt To Asset Ratio)

    b. Rasio Utang terhadap Modal (Debt To Equity Ratio)

    c. Tangible Assets Debt Coverage

    Setiap rasio keuangan memiliki peran yang penting bagi sebuah perusahaan atau bisnis. Melalui analisis rasio ini, Anda akan semakin mengetahui keadaan bisnis itu sendiri. Langkah selanjutnya, Anda dapat lebih mudah dalam mengatasi segala permasalahan keuangan yang dihadapi.

    Jaman sekarang, Anda sebagai pebisnis akan jauh lebih mudah dalam mendapatkan semua itu. Tidak perlu lagi menghitung semua rumus yang ada. Dengan pembukuan berbasis teknologi, laporan keuangan yang Anda butuhkan dapat segera diterima dan dilakukan analisis rasio keuangan.

    Sehingga Anda akan lebih siap untuk menghadapi perubahan ekonomi seperti ini. Arus kas bisnis aman, setiap proses bisnis dikendalikan dengan baik dan dana darurat akan siap untuk digunakan. Lalu, apa yang Anda tunggu? Bereskan laporan keuangan dan analisis rasionya dengan teknologi.
     
  2. blackking

    blackking Well-Known Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    1,469
    Likes Received:
    106
    Trophy Points:
    63
    Ilmu ini mungkin masuknya dalam ilmu akuntansi
     
Loading...

Share This Page