Bagaimana Pemeriksaan Fisika Obat

Discussion in 'General Discussion' started by Linda Nur Wakidah, Oct 16, 2019.

  1. Linda Nur Wakidah

    Linda Nur Wakidah Member

    Joined:
    Aug 29, 2017
    Messages:
    133
    Likes Received:
    17
    Trophy Points:
    18
    Bagaimana Pemeriksaan Fisika Obat - Obat merupakan campuran bahan / zat kimia yang digunakan untuk melawan penyakit, saat seseorang mengalami sakit maka dokter akan memberikan obat untuk meredakan sakit orang tersebut. Jenis obat yang umum diberikan pada seseorang adalah jenis obat tablet.

    [​IMG]

    Jenis obat tablet adalah yang paling efektif dalam pemberian bahan aktif, namun tahukah Anda sebelum obat tablet bisa kita konsumsi haruslah melewati banyak pengujian. Pengujian ini ada yang berupa pengujian secara kimiawi, akan tetapi yang tidak kalah penting adalah pemeriksaan fisika obat tersebut.

    Untuk lebih jelasnya, berikut adalah beberapa pemeriksaan fisika obat :

    a. Keseragaman Bobot

    Seragamnya bobot tablet menjadi faktor penting kualitas suatu tablet, keseragaman bobot ini diuji dengan cara menimbang duplo 10 tablet atau 20 tablet untuk produk suplemen. Pertama semua akan ditimbang kemudian dihitung berat rata - ratanya, setelah itu barulah ditimbang satu persatu untuk mengetahui apakah berat satuannya sama dengan berat rata - ratanya. Setiap tablet tidak boleh kurang atau lebih dari 5% bobot standar / bobot teoritis. Keseragaman bobot dilakukan untuk sediaan padat dan semi padat.

    b. Waktu Hancur

    Waktu hancur merupakan waktu yang dibutuhkan untuk hancurnya tablet menjadi partikel - partikel penyusunnya bila kontak dengan cairan. Waktu hancur tablet juga menggambarkan cepat lambatnya tablet hancur dalam cairan pencernaan. Uji waktu hancur tablet, dilakukan dengan menggunakan alat Disintegration Tester. Dimasukkan 6 tablet ke dalam tabung berbentuk keranjang, kemudian diturun naikkan tabung dalam medium yang sesuai dengan sifat fisik dan kimia obat (air, cairan asam lambung buatan, cairan usus buatan, buffer asetat, dll) dengan suhu antara 36 - 380C.

    Tablet dinyatakan hancur jika tidak ada bagian tablet yang tertinggal di atas tabung berkawat kasa. Waktu hancur dikerjakan untuk sediaan padat (tablet, kaplet, kapsul, dan tablet bersalut).

    c. Kekerasan Tablet

    Tujuan dilakukan uji kekerasan tablet adalah untuk memperoleh gambaran tentang ketahanan tablet melawan :
    • Tekanan mekanik (goncangan)
    • Tekanan pada saat pembungkusan, pengangkutan dan penyimpanan
    Untuk menguji kekerasan tablet digunakan alat uji khusus yaitu Hardness Tester khusus untuk tablet atau Alat Uji Kekerasan Tablet atau sering disebut juga Alat Uji Kerapuhan Tablet. Kekerasan tablet dikerjakan untuk sediaan padat (tablet dan kaplet).

    d. pH

    Derajat keasaman atau pH digunakan untuk menyatakan keasaman atau kebasaan yang dimiliki oleh suatu zat. pH dapat diukur menggunakan kertas pH universal atau pH meter. Sebuah pH meter terdiri dari sebuah elektroda yang terhubung ke sebuah alat elektronik yang mengukur dan menampilkan nilai pH. Elektroda mengukur pH sebagai ion Hidrogen di sekeliling ujung elektroda tersebut. pH dikerjakan untuk sediaan cair dan semi padat dengan mencelupkan elektroda ke dalam sampel.

    e. Viskositas

    Viskositas atau kekentalan merupakan sifat cairan yang berhubungan erat dengan hambatan untuk mengalir. Semakin tinggi kekentalan maka semakin besar hambatannya. Pada penentuan viskositas, suhu merupakan faktor penting yang mempengaruhi hasil pengukuran karena viskositas dapat berubah sesuai suhu. Secara umum viskositas akan menurun dengan naiknya suhu. Viskositas dapat diukur dengan alat viskometer. Salah satu contoh viskometer adalah Viscotester.

    Viscotester adalah sebuah viskometer yang mendapatkan nilai viskositas dari sebuah motor silinder (spindle) yang berputar dengan kecepatan tertentu dalam cairan. Tingkat viskositas cairan akan ditentukan oleh gaya gesek antara permukaan spindle dengan cairan. Ada dua jenis viscotester yaitu viscotester VT-03 F dan viscotester VT-04 F. Viscotester VT-03 F digunakan untuk mengukur zat cair dengan viskositas rendah (2 – 300 cps), sedangkan viscotester VT-04 F digunakan untuk mengukur zat cair dengan viskositas tinggi (30 – 400.000 cps). Pengujian viskositas dilakukan untuk sediaan cair dan semi padat dengan memasukkan sampel ke dalam wadah (berbentuk seperti beaker glass), spindle dipasang. Kemudian alat dihidupkan. Viskositas dapat langsung dibaca pada skala.

    f. Volume Terpindahkan

    Uji ini dilakukan sebagai jaminan bahwa larutan oral dalam bentuk sediaan cair yang dikemas dalam wadah dosis ganda jika dipindahkan dari wadah asli, akan memberikan volume seperti yang tertera pada etiket. Volume sampel obat sediaan cair dipindahkan pada gelas ukur yang memiliki ukuran tidak jauh (lebih besar) dari volume sampel obat.
     
  2. Balqis

    Balqis Member

    Joined:
    Apr 25, 2018
    Messages:
    112
    Likes Received:
    21
    Trophy Points:
    18
    wah menarik untuk di ketahui. tapi sayangnya saya ndak suka obat:(:p:D
     
  3. Linda Nur Wakidah

    Linda Nur Wakidah Member

    Joined:
    Aug 29, 2017
    Messages:
    133
    Likes Received:
    17
    Trophy Points:
    18
    lumayan buat nambah ilmu kaka, biar bisa saling sharing hehe
     
Loading...

Share This Page