Banyak yang keliru mengenai lemak jenuh,simak penjelasannya di sini!

Discussion in 'Health & Medical' started by prinawidia, Jun 19, 2017.

  1. prinawidia

    prinawidia Well-Known Member

    Joined:
    Feb 25, 2017
    Messages:
    1,132
    Likes Received:
    59
    Trophy Points:
    48
    Anda ingin menurunkan berat badan dan meningkatkan kesehatan? Lemak sehat seringkali dinyatakan bisa membantu. Sementara itu, lemak jenuh sudah pasti disalahkan dan di percaya dapat meningkatkan risiko diabetes dan penyakit jantung.

    [​IMG]

    Faktanya, bukan lemak jenuh, melainkan penelitian menunjukkan bahwa karbohidrat sebenarnya bisa menjadi penyebab dari munculnya penyakit jantung dan diabetes. Sebuah studi diet terkontrol yang diterbitkan dalam jurnal PLOS menantang teori yang menyatakan lemak jenuh atau buruk merupakan penyumbang dari adanya penyakit jantung. Padahal, pada kenyataannya karbohidrat yang memainkan peranannya.

    Sebagai bukti, selama penelitian, peserta diberi 6 diet 3 minggu yang secara progresif meningkatkan karbohidrat sekaligus mengurangi lemak total dan lemak jenuh, namun kalori dan protein tetap sama. Saat karbohidrat meningkat maka kadar asam lemak dalam darah diketahui juga meningkat yang akhirnya dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

    Jika demikian, lantas berapa banyak lemak yang harus dimakan?

    Sebuah studi baru-baru ini dalam jurnal Open Heart menunjukkan bahwa penelitian tidak mendukung paduan konsumsi lemak diet asli yang dibuat pada tahun 1977-1983. Yang mana isi dari paduan tersebut adalah bahwa " Paduan ini merekomendasikan agar kita mengurangi lemak menjadi sekitar 30% dari total harian dan mengurangi lemak jenuh dari daging dan produk susu seperti telur, susu, dan keju hingga tidak lebih dari 10% total kalori".

    Lalu, kenapa banyak orang yang tiba-tiba menghindari lemak dan menggantinya dengan karbohidrat olahan?

    Paduan ini sebenarnya dimaksudkan untuk menjaga kesehatan. Sebab, tingkat obesitas pada orang dewasa seringkali meningkat hingga 2 kali lipat, dan di prediksikan akan meningkat lagi hingga 50%. Oleh sebab itu, banyak orang yang secara tiba-tiba mengganti lemak dengan karbohidrat olahan. Baik itu dalam makanan kemasan bebas lemak atau rendah lemak.

    Sudah jelas kan sekarang bahwa lemak jenuh tidak ada kaitannya dengan penyakit jantung dan diabetes. Intinya, jumlah karbohidrat yang anda konsumsi dapat menentukan bagaimana anda memproses lemak jenuh, apakah itu dibakar, untuk bahan bakar atau disimpan sebagai lemak.

    Jadi, berhentilah menganggap lemak sebagai musuh tubuh. Justru lemak merupakan sumber utama dan nutrisi penting. Anda sebagai manusia tidak akan bisa hidup tanpa lemak, satu hal lagi yang harus diketahui adalah bahwa sebenarnya lemak bisa membantu menurunkan berat badan.
     
Loading...

Share This Page