Bisa Jadi Inspirasi Nih! 15 Brand Ternama ini Kini Sukses Berkat Marketing AR

Discussion in 'General Business' started by MonsterAR, Oct 16, 2019.

  1. MonsterAR

    MonsterAR Member

    Joined:
    Jun 10, 2018
    Messages:
    74
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    Google+:
    IkeaAR_1-1 (1).jpg Augmented Reality (AR) adalah teknologi yang menggabungkan dunia nyata dan dunia virtual, sehingga batas antara keduanya menjadi samar dan terlihat menyatu. Teknologi ini sukses menarik minat banyak orang termasuk brand-brand ternama yang di antaranya telah sukses dalam menerapkan marketing AR. Tak hanya itu, teknologi AR juga sudah di manfaatkan di berbagai bidang seperti hiburan, kesehatan, pendidikan, pabrik bahkan militer menggunakannya. Teknologi AR sendiri juga sudah digunakan sebagai media promosi dan marketing oleh berbagai merek supaya bisa lebih di kenal luas dengan cara yang lebih mengesankan. Kini, sudah banyak brand ternama yang sukses dalam menerapkan marketing AR. Berikut 15 brand ternama yang sukses dalam menerapkan marketing dan branding AR.

    1. TBM Business Card AR

    Kartu nama merupakan gerbang penghubung yang sangat baik antara klien atau relasi dengan bisnis Anda. Melalui kartu nama, mereka dapat menyimpan nomor kontak Anda, kemudian mencari info tentang bisnis Anda melalui website perusahaan, apabila tertarik untuk bekerja sama, pasti akan langsung mencari alamat kantor Anda, atau bahkan memeriksa akun social media perusahaan apabila masih penasaran. Tetapi, apabila melakukan hal-hal tersebut satu persatu, akan menjadi sangat tidak efisien.

    Karena alasan tersebut, MonsterAR menciptakan kartu nama Augmented Reality (AR) untuk Tiara Buana Mandiri (TBM) yang merupakan salah satu klien kami. Dengan teknologi ini, pengguna hanya tinggal touch icon simpan kontak, kemudian secara otomatis nomor kontak dari pemilik kartu nama akan muncul dan pengguna hanya tinggal memberikan nama kontak dan menyimpannya. Begitupun dengan email, hanya tinggal touch icon email maka klien akan langsung dibawa ke apps email di smartphonenya, tanpa perlu mengetik alamat email perusahaan.

    Untuk mencari alamat perusahaan di kartu nama, alih-alih harus membuka google maps dan mengetikan alamat perusahaan secara manual, melalui aplikasi AR pengguna bisa langsung di bawa ke google maps, dengan alamat perusahaan TBM yang sudah terinput. Tinggal klik Direction, dan pengguna hanya tinggal mengikuti arahan dari maps.

    Bagian belakang kartu nama apabila disorot dengan kamera AR akan muncul katalog berupa detail produk dari TBM. Tidak hanya produk, tetapi meliputi detail dari masing-masing produk seperti informasi, bahan aktif, sasaran hama dan sebagainya.

    Selain dapat memberikan informasi lengkap dan memudahkan relasi atau calon leads Anda, kartu nama Augmented Reality juga dapat memukau penggunanya dengan segala kecanggihan teknologi yang disajikannya, sehingga menjadi peluang terbaik untuk branding bisnis Anda.

    2. MU Weber

    Anda pasti pernah menggunakan smartphone untuk melakukan selfie baik itu sendiri atau bersama keluarga. Seperti itulah cara kerja dari AR photobooth, hanya saja medianya berbeda yaitu berupa Photo Booth. Dalam event Megabuild Expo 2018, MonsterAR membuat sebuah AR photo booth untuk MU Weber yang merupakan salah satu peserta di event tersebut. Untuk berfoto menggunakan AR Photo Booth pengguna bisa berpose di depan layar yang nantinya akan menampilkan hasil dari foto mereka.

    Ketika kamera mendeteksi kehadiran mereka, aplikasi mengelilingi mereka dengan objek virtual dan animasi yang dapat ditangkap pada foto. Pengguna dapat berinteraksi dengan objek tersebut seolah nyata. Objek virtual dapat berbeda-beda sesuai dengan tema event yang sedang diselenggarakan serta dari kebutuhan brand yang menggunakannya, atau karena berbagai alasan lainnya. Satu kali klik dan foto sudah siap untuk dicetak!

    Teknologi yang digunakan untuk background foto juga memungkinkan untuk mengganti background asli tanpa perlu berpose di depan green screen. Dengan cara ini kita dapat membawa pengguna photo booth ke mana pun yang diinginkan – ke pantai tropis, pegunungan, bangunan bersejarah dan berbagai tempat lain di seluruh dunia.

    Selain AR photobooth, kami juga membuat sebuah aplikasi AR interaktif yang memiliki fungsi untuk edukasi produk dari MU Weber. Aplikasi AR ini dapat menunjukan 3D exterior dan interior dari suatu bangunan yang menggunakan produk MU Weber sebagai bahan dan material.

    Tujuan diciptakannya aplikasi AR ini adalah untuk mengedukasi calon pembeli tentang cara dan urutan penggunaan tipe semen supaya hasilnya dapat maksimal, awet dan sempurna. Mengingat sulit dan melelahkannya ketika harus menjelaskan dan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari calon konsumen tentang cara penggunaan dan kelebihan produk, aplikasi ini tentu merupakan solusi untuk mengatasi kesulitan dan permasalahan tersebut.

    3. Nike Fit
    [​IMG]
    Image Source : o.aolcdn

    Nike mencoba bereksperimen dengan teknologi Augmented Reality dalam memasarkan produk mereka. Oleh karena itu, mereka meluncurkan aplikasi bernama Nike Fit. Nike Fit, adalah sebuah fitur aplikasi yang menggunakan visi komputer, data ilmiah, AI dan algoritma rekomendasi untuk memindai kaki agar menemukan ukuran sepatu yang tepat untuk kaki pelanggannya. Menurut penelitian dari perusahaan Nike itu sendiri, lebih dari 60% orang memakai sepatu dengan ukuran yang salah. Inilah yang menjadi dasar pembuatan aplikasi Nike Fit.

    Penggunaannya cukup sederhana, cukup dengan membuka aplikasi, kemudian di halaman produk ada sebuah menu yang memungkinkan memilih ukuran sepatu. Ada sebuah opsi yang membantu mengukur ukuran kaki yang dibantu oleh kamera ponsel, di mana kamera akan memindai kaki dan memberitahu ukuran sepatu Nike yang tepat. Seluruh proses tidak membutuhkan waktu yang lama, hanya kurang dari 1 menit.

    Setiap kali menggunakan aplikasi ini, pelanggan juga tidak perlu melakukannya berulang-ulang pada saat akan membeli sepatu selanjutnya, karena informasi mereka yang sebelumnya dimasukan akan disimpan pada saat awal menggunakan aplikasi. Dan pada saat akan membeli sepatu di toko, pelanggan cukup memberikan kode QR pada aplikasi yang akan di scan oleh karyawan untuk mengetahui ukuran sepatu yang pas.

    Nike Fit juga membantu para orang tua dalam mengukur kaki anak- anak mereka di rumah, karena mereka dapat memesan sepatu cukup lewat telepon tanpa harus keluar rumah dan repot mengajak anak- anak. Selain itu jika pelanggan sudah terdata pada aplikasi, mereka akan mendapat kemudahan lainnya seperti memindai kotak sepatu kemudian sistem akan merekomendasikan ukuran sepatu terbaik untuk model sepatu tertentu.

    Bukan hanya sukses dalam melakukan marketing AR, sangat membantunya Nike Fit ini dalam memudahkan pelanggan menjadi bukti bahwa tidak hanya menarik dan memiliki kesan canggih saja, tetapi AR juga memiliki manfaat yang besar bagi kehidupan manusia.

    Baca juga: Berikut, Panduan dan Tips Cara Menggunakan VR di Ponsel Androidmu

    4. AR Starbucks
    [​IMG]
    Image Source : o.aolcdn

    Untuk membuat coffee shopnya (semakin) menjadi destinasi para pecinta kopi, Starbucks telah menambahkan augmented reality ke dalam menu untuk membuat kunjungan lebih interaktif. Reserve Roasterynya yang baru di Shanghai yang merupakan lokasi keduanya di dunia, akan menjadi lokasi Starbucks pertama yang menggunakan augmented reality yang didukung oleh platform pengenalan adegan Alibaba Group untuk mengintegrasikan pengalaman pelanggan secara langsung maupun online.

    Ketika mengunjungi fasilitas seluas 30.000 kaki persegi ini, pembeli dapat mengarahkan kamera perangkat seluler mereka di tempat menarik dan menggunakan aplikasi web Roastery atau aplikasi Taobao Alibaba untuk mengakses konten AR Starbucks dan kopi. Platform AR ini juga menyediakan menu digital yang menampilkan rincian bar kopi, teknik brewing, dan banyak lagi.

    5. Domino Pizza Chef
    [​IMG]
    Image Source : static1.squarespace

    Domino telah merilis aplikasi pizza chef dengan teknologi augmented reality terbarunya. Dengan aplikasi ini, pelanggan dapat membuat kombinasi pizza favoritnya secara realtime melalui smartphone mereka masing-masing. Michael Gillespie selaku kepala teknologi dan digital mengatakan bahwa Pizza Chef menggunakan framework AR Google dan Apple untuk memahami ruang di sekitar pengguna.

    New Pizza Chef tersedia di aplikasi Domino untuk Apple dan Android, yang berarti pelanggan tidak hanya dapat membuat pizza mereka sendiri, mereka juga masih memiliki kemampuan untuk mengakses menu Domino lengkap, penawaran terbaru, dan melacak pesanan mereka melalui teknologi pelacak driver GPS.

    Inovasi seperti ini penting karena membantu Domino untuk terus mendorong penjualan online dan membuat pengalaman pemesanan online lebih maksimal, dan pencapaian sukses Domino dalam marketing AR bisa menjadi inspirasi bagi brand lainnya untuk turut memanfaatkan teknologi AR sebagai strategi marketing.

    6. Target Try Ons Rias Virtual
    [​IMG]
    Image Source : encrypted-tbn0.gstatic

    Dalam rangka mengatasi banyak keraguan dari konsumen ketika membeli produk kecantikan secara online, target mengembangkan pengalaman AR sendiri untuk produk make-upnya, dengan nama Target Beauty Studio. Dengan menggunakan teknologi pemetaan wajah real-time tersebut, konsumen di situs web e-commerce Target dapat “mencoba” ratusan item make-up dan melihat seperti apa penampilan mereka ketika mengenakan make-up tertentu sebelum melakukan pembelian secara online. Studio kecantikan target dapat diakses di perangkat desktop dan seluler.

    7. Ikea Place
    [​IMG]
    Image source: dailydot

    IKEA memanfaatkan ARKit untuk membantu pelanggannya memvisualisasikan dengan mudah bagaimana berbagai desain furnitur IKEA akan terlihat di rumah Anda sebelum memutuskan untuk membeli. Anda bisa memindai denah lantai dengan ponselmu, kemudian memilih desain furnitur dan drag and drop ke tempat yang Anda inginkan menggunakan smartphone sebagai jendela bidik.

    Dengan aplikasi AR tersebut kita jadi bisa mencoba meletakan perabotan dari IKEA terlebih dahulu di tempat yang kita inginkan secara virtual, jadi kita bisa melihat cocok atau tidaknya model interior yang kita pilih dengan ruangan sebelum memutuskan untuk membelinya.

    Itu jelas akan meningkatkan minat orang-orang untuk membeli produk dari IKEA karena memiliki jaminan kecocokan dan mengurangi tingkat stress mereka dalam memilih yang berarti mempermudah. Intinya adalah bagaimana Anda bisa melihat problem atau demand dari masyarakat, dan berpikir solusi apa yang bisa diberikan oleh pemanfaatan AR, maka Anda berada satu langkah lebih dekat dalam menuju kesuksesan.

    Hingga saat ini, IKEA place merupakan salah satu aplikasi AR terbaik dalam ranah furniture, dan menjadi salah satu contoh brand yang sukses dalam menerapkan marketing AR.

    8. Wella Professionals AR
    [​IMG]
    Image Source : esteticamagazine

    Salon Wella Professional kini telah mengembangkan sebuah cermin Augmented Reality (AR). Cermin ini memungkinkan pelanggan salon untuk secara virtual mencoba berbagai warna rambut untuk melihat warna apa sih yang sesuai dengan rambutnya, mencari inspirasi warna rambut, serta memastikan cocok atau tidaknya warna rambut yang sedang trend. Teknologi pengenalan wajah yang dimilikinya bisa dibilang sangat mumpuni karena perubahan warna hanya berpengaruh terhadap rambutnya saja dengan akurat.

    Baca juga: 5 Contoh Pemanfaatan Teknologi di Bidang Kesehatan, Mulai Dari Terapi Hingga Perawatan Kanker

    Cermin AR ini dapat mengambil video 360 derajat, di mana pelanggan dapat melihat setiap sudut rambutnya, dan juga bisa dibagikan ke sosial media. Pengguna juga dapat menjawab survei tentang tingkat kepuasan pelanggan dan memasukan alamat email mereka masing-masing, di mana ini dapat membantu salon untuk tetap bisa terhubung dengan para pelanggan yang pernah datang, untuk kemudian bisa di kirimi info terbaru seputar salon, info diskon-diskon yang diberikan, campaign yang di lakukan, dan sebagainya, sehingga dapat meningkatkan jumlah pelanggan yang kembali lagi, lagi dan lagi.

    Pelanggan juga dapat mengakses platform untuk terhubung dengan stylist mereka, mendapatkan rekomendasi produk, tips dan tren yang dipersonalisasi, dan menjadwalkan kunjungan berikutnya. Banyaknya benefit yang bisa di dapat, baik dari sisi Wella dan pelanggan menjadi contoh sukses lainnya dalam marketing AR.

    9. AR Jack Daniel
    [​IMG]
    Image Source : media-assets-05.thedrum

    Jack Daniel merupakan salah satu merek paling ikonik dalam industri minuman beralkohol. Kini, brand tersebut ikut melirik teknologi AR untuk strategi marketing mereka dan diharapkan dapat mengikuti kesuksesan daftar panjang brand lainnya yang sukses dalam menerapkan AR marketing.

    Pengalaman AR ini bisa Anda nikmati melalui satu botol Jack Daniel ukuran apapun, kemudian sorot label di botol dengan kamera smartphone melalui aplikasi AR Jack Daniel untuk bisa merasakan 3 pengalaman AR sekaligus, diantaranya cerita mengenai asal mula nama Jack Daniel sebagai brand, tinjauan proses penyulingan, dan tur ke markas Jack Daniel di Lynchburg, Tennessee.

    10. Pepsi Instagram AR Filters
    [​IMG]
    Image Source : img.reality.news

    Pepsi memberikan pengalaman AR melalui Instagram dalam upaya meningkatkan penjualan minuman ringannya untuk memuaskan dahaga para pengunjung pantai. Pepsi sempat menjalankan sebuah campaign #Summergram pada acara peluncuran di New York City, Chicago, Los Angeles, dan Miami, dengan setiap acara menampilkan enam cerita yang berbeda di perairan terdekat. Ada lebih dari 200 label botol Pepsi, Diet Pepsi, dan Pepsi Zero Sugar yang akan menampilkan kode QR yang dapat dipindai konsumen dengan smartphone mereka untuk memanggil filter augmented reality khusus melalui Instagram untuk iOS dan Android.

    11. L’oreal AR
    [​IMG]
    Image source: realitytechnologies

    L’Oréal telah menghadirkan sebuah aplikasi Augmented Reality bertenaga AI yang mengintegrasikan ModiFace yang bisa dinikmati pada platform Amazon. Dengan katalog produk Amazon yang semakin berkembang, membantu mempermudah para pembeli menguji berbagai corak lipstik pada foto dan video live mereka. Pembeli dapat mencoba beberapa kosmetik dengan menggunakan kamera depan ponsel yang diarahkan pada wajah mereka. Semuanya didukung oleh simulasi AR ModiFace yang memanfaatkan analisis data yang diberikan oleh brand make up tersebut dengan gambar dan deskripsi produk dari media sosial.

    12. Papa John’s AR Spider-Man
    [​IMG]
    Image Source : static.adweek

    Kini pelanggan Papa John yang memesan pizza dua lapis Superhero XL dapat memindai Snapcode dengan aplikasi Snapchat AR untuk iOS atau Android dan kemudian memindai kotak pizza Spider-Man: Far From Home berlabel khusus untuk membuka pengalaman Augmented Reality.

    Pada kamera belakang, teknologi Marker Tracking dari Snapchat membangun model 3D dari Istana Westminster, Jembatan Menara di London, dan Jembatan Rialto di Venesia. Beberapa pemandangan ini berfungsi sebagai latar belakang untuk adegan utama dalam film sesuai dengan trailer di lingkungan nyata.

    Penggunaan kamera depan berfungsi menangkap wajah dan teknologi pelacakan tangan Snapchat yang bertindak sebagai kontrol untuk mini-game, di mana pelanggan ditantang untuk menangkap potongan pizza yang jatuh dengan jaring Spidey.

    13. Collectin Jewelry AR Xperience
    [​IMG]
    Image Source: queppelin

    Kollectin, sebuah merek baru dalam industri fashion dan aksesoris kini telah memanfaatkan teknologi AR untuk bersaing di pasar fashion dan aksesoris sebagai bagian dari sentral bisnis. Digunakannya aplikasi AR ini bertujuan untuk memperdekat kebutuhan para wanita akan fashion dengan fitur augmented reality ‘Xperience Mode’ yang baru. Fitur ini memungkinkan pelanggan untuk benar – benar mencoba sebelum membeli perhiasan secara online, berbelanja dari rumah dan terhubung di media sosial dengan influencer favorit mereka.

    Cara pengoperasian aplikasi ini cukup mudah, setelah aplikasi dibuka, pengguna dapat menjelajahi menu belanja yang meliputi produk – produk aksesoris seperti cincin, tas jinjing, anting, dan aksesoris lainnya. Kemudian pengguna dapat mengakses ‘Xperience Mode’ dan mulai dapat mencoba berbagai macam aksesoris seperti kalung dan anting secara virtual.

    Ketika pengguna sudah menentukan barang apa yang akan dibeli, pengguna dapat dengan mudah menambahkan barang ke dalam keranjang belanja dengan cara swipe ikon barang. Aplikasi ini meningkatkan ketertarikan dan memberikan kemudahan bagi para pelanggan dalam pengalaman berbelanja secara online, dan menjadi contoh sukses penerapan marketing AR untuk produk aksesoris.

    14. Coca Cola (Coke) AR
    [​IMG]
    Image Source : media-assets-04.thedrum

    Coca Cola membuat terobosan baru dengan menyajikan film animasi AR pada kaleng minuman mereka. Coca Cola menggunakan AR dalam kampanye pemasaran terbarunya yang menghidupkan kaleng Coca Cola atau yang disebut juga (Coke) dengan beberapa animasi 3D yang sangat lucu dan menyentuh.

    Kaleng yang memunculkan pengalaman AR ini telah dirancang khusus untuk memberikan konsumen pengalaman yang lebih mendalam dengan konten bertema Coca Cola. Kemasan kaleng Coke sekarang diubah menjadi sumber hiburan virtual yang akan menarik bagi pembelinya dari segala usia.

    Setiap kaleng telah ditandai dengan kode unik yang akan memicu sekitar 12 cerita yang bisa dipindai menggunakan kamera AR. Masing-masing cerita ini akan menampilkan beberapa konflik kecil yang terjadi dalam animasi tersebut. Di sajikannya pengalaman ini bertujuan untuk membangkitkan emosi positif tentang merek Coca-Cola.

    Augmented Reality untuk bisnis, berikan pengalaman interaktif dan tingkatkan brand image

    Hubungi kami sekarang juga, konsultasi GRATIS !

    MULAI KONSULTASI

    15. Burger King Escape the Clown
    [​IMG]
    Image Source : 1.bp.blogspot

    Burger King telah menggunakan teknologi AR sebagai kampanye produk mereka. Hal ini menjadikan terobosan baru bagi mereka untuk lebih menampilkan konsep kampanye yang lebih interaktif dan menarik bagi pelanggan mereka. Dengan judul ‘Escape the Clown,’ kampanye interaktif ini akan menawarkan pengguna kesempatan untuk mendapatkan kupon gratis dari lokasi Burger King terdekat. Namun untuk mendapatkan kupon gratis tersebut, pengguna akan diberikan tantangan dan harus menyelesaikannya sesuai batas waktu yang sudah ditentukan.

    Pengguna dapat mengunjungi McDonald’s terdekat untuk menemukan majalah yang di dalamnya sudah di sisipkan iklan khusus dan scan iklan tersebut dengan kamera AR dari aplikasi MyBK untuk merasakan pengalaman Escape the Clown dan mendapatkan kupon gratis.

    Setelah majalah itu Anda pindai dengan smartphone, nantinya akan ada iklan AR yang tampil dan memunculkan beberapa balon 3D dengan tulisan “Escape the Clown” yang sudah tertulis di atasnya muncul di majalah. Nantinya akan ada pesan tersembunyi yang muncul di bagian atas iklan, dan mengarahkan pengguna untuk pergi dari McDonald’s dan memberikan petunjuk ke lokasi Burger King terdekat. Jika pengguna dapat sampai ke tujuan dalam waktu tertentu, aplikasi yang menerapkan sistem geotag ini akan memberi mereka kupon untuk mendapatkan burger gratis.

    AR menjadi teknologi yang wajib diperhitungkan saat ini. Melihat dampak besar yang ditimbulkan oleh AR yang digunakan oleh berbagai brand ternama untuk marketing mereka. AR akan semakin terus dikembangkan agar menjadi lebih baik dan semakin banyak digunakan di masa depan.
     
Loading...

Share This Page