Cara Memilih Pompa Asi Baik Dan Benar

Discussion in 'Education' started by Rafa Asoka, Nov 19, 2015.

Tags:
  1. Rafa Asoka

    Rafa Asoka Member

    Joined:
    Sep 5, 2015
    Messages:
    633
    Likes Received:
    58
    Trophy Points:
    28
    Pompa Asi memang sangat dibutuhkan oleh para ibu yang baru saja melahirkan, namun terpaksa menjalankan rutinitas sehari - harinya yakni menjalankan pekerjaan kantor yang memaksa dirinya jauh dari si bayi. Untuk permasalah seperti ini sebetulnya sudah lama teratasi dengan hadirnya pompa ASI yang benar - benar sangat membantu para ibu yang harus berkerja dan tetap memberikan ASI kepada sikecil.

    Banyak yang akan di dapat jika anda menggunakan pompa asi, salah satunya adalah pompa Asi akan mempermudah proses pengumpulan ASI agar dapat ditampung terlebih dahulu untuk kemudian diberikan kepada si mungil saat diperlukan. Selain itu, penggunaan pompa juga mempercepat proses pengumpulan ASI sehingga tak memakan waktu lama.

    Bagi para ibu yang berniat menggunakan pompa ASI maka ada hal yang patut dipertimbangkan, antara lain, jenis pompa yang akan digunakan, misal anda ingin membeli pompa asi elektrik atau pompa asi manual, kondisi ruangan, waktu serta takaran ASI yang disarankan, demikian dilansir Mayo Clinic.

    [​IMG]

    Berikut beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan saat memilih melakukan pemompaan ASI:

    • Pemilihan pompa
    Tersedia dua jenis pompa, yakni elektrik dan manual. Sesuaikan kebutuhan pompa dengan kemampuan dan kondisi ibu. Pastikan pompa mudah dibongkar pasang, mudah dibersihkan, tidak menimbulkan suara berlebihan, penggunaannya dapat diatur sesuai kenyamanan, memiliki ukuran breast shield yang nyaman serta mudah digunakan. Pasalnya, ini semua dapat mempengaruhi kenayaman dan takaran ASI yang terkumpul. Salah satu jenis pompa yang meliputi fitur tersebut yakni Philips AVENT Comfort Manual Breast Pump SCF3 30/20. Ibu bahkan tak perlu menyender ke depan untuk mempermudah ASI keluar, hanya membiarkan cushion lembut bekerja.

    • Ruangan untuk memompa
    Jika kantor tidak menyediakan ruangan khusus untuk memompa ASI, maka manfaatkanlah ruangan khusus yang nyaman bagi Anda. Lakukan pemompaan dimana orang tidak banyak lalu-lalang dan membuat risih.

    • Waktu untuk memompa
    Agar tak mengganggu pekerjaan, manfaatkan waktu-waktu tertentu untuk memompa ASI, misalnya, sekali dipagi hari sebelum bekerja, sekali saat makan siang dan sekali saat sore hari menjelang pulang. Jika jadwal Anda cukup padat, lakukan pemompaan dua kali atau secukupnya saja.

    • Proses memompa
    Jika saat memompa, alat pompa menimbulkan rasa sakit atau ketidaknyamanan, maka aturlah kecepatan atau daya hisap alat pompa yang digunakan. Pilihlah pula breast shield yang nyaman bagi ukuran payudara Anda. Ketika memompa, janganlah tegang. Pijat terlebih dahulu payudara Anda atau kompres menggunakan handuk hangat. Anda juga dapat menggerakkan payudara agar lebih rileks.

    • Menentukan takaran ASI yang cukup
    Semakin banyak Anda memompa maka semakin banyak pula susu yang terkumpul. Ketika sudah mulai terbiasa memompa maka akan terlihat hasil yang signifikan. Ibu yang sudah mahir memompa dapat mengumpulkan 2-4 ons ASI dalam waktu 15-20 menit.

    • Mengetahui kapan harus berhenti
    Ibu sebaiknya mengetahui bahwa waktu memompa disarankan hanya dibatasi hingga 20 menit. Jika terdapat keraguan mengenai waktu yang tepat untuk berhenti, lakukan pemijatan pelan-pelan kepada payudara. Jika tidak ada lagi ASI yang keluar, maka ini menandakan bahwa sudah dapat berhenti memompa.

    • Simpan ASI dengan baik
    Agar ASI tak terbuang, simpanlah dalam wadah yang dapat menampung 2-3 ons, yakni dapat digunakan untuk sekali konsumsi. Simpan ASI dalam kantong yang tebal, steril dan memang ditujukan untuk menyimpan ASI. Jika tak ada, dapat menggunakan wadahplastik atau gelas dengan tutup yang rapat. Akan lebih baik jika diletakkan dalam kulkas dan dihangatkan sebelum diberikan kepada si mungil.

    Sumber : tabloidbintang.com
     
  2. Dimas Prasetiyo

    Dimas Prasetiyo Member

    Joined:
    Jun 2, 2015
    Messages:
    650
    Likes Received:
    46
    Trophy Points:
    28
    iya terima kasih neng sudah memberikan infomasinya
     
  3. dani hamdani

    dani hamdani Member

    Joined:
    Jul 30, 2015
    Messages:
    391
    Likes Received:
    37
    Trophy Points:
    28
    tapi tetep aja kasian bayinya,gak sepenuhnya dapet kasih sayang dari seorang ibu.bagusnya sich langsung di susuin ibunya.*telinga*
     
  4. creative

    creative Well-Known Member

    Joined:
    Oct 24, 2014
    Messages:
    1,729
    Likes Received:
    161
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    Sayang gak ada foto pas prakteknya :eek::D
     
  5. AquariuZ

    AquariuZ Active Member

    Joined:
    Apr 16, 2015
    Messages:
    1,006
    Likes Received:
    88
    Trophy Points:
    48
  6. cahya90

    cahya90 New Member

    Joined:
    Nov 19, 2015
    Messages:
    16
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    cukup 2x pompa asi aja ya kalo sibuk
     
  7. KangAndre

    KangAndre Member

    Joined:
    Jan 25, 2014
    Messages:
    10,174
    Likes Received:
    2,704
    Trophy Points:
    413
    Pakai vacuum cleaner sepertinya bisa yah... cara kerjanya sama :D
     
  8. Rafa Asoka

    Rafa Asoka Member

    Joined:
    Sep 5, 2015
    Messages:
    633
    Likes Received:
    58
    Trophy Points:
    28
    foto anunya lagi di anuin, jadi belum bisa di anuin. *huh*

    bisa kang, itu namanya memompa asi versi extreme *ketawa2*

    fungsi dari pompa asi ini bukan hanya untuk wanita karier sih den, tapi di khususkan untuk ibu yang volume air susunya terlalu banyak. karena kalau tidak di pompa akan menimbulkan rasa sakit di anunya. hehe. kalau di pompa, kan ada bisa dikomsumsi lagi untuk si bayi.
     
Loading...

Share This Page