Cara Mengetahui Rahim Bersih Setelah Keguguran

Discussion in 'Health & Medical' started by pebriningsih, Apr 5, 2017.

  1. pebriningsih

    pebriningsih Member

    Joined:
    Apr 3, 2017
    Messages:
    46
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    Nah, untuk memastikan apakah rahim sudah bersih atau belum, pasien harus kontrol ke dokter kandungan yang menanganinya. Dari kontrol itu antara lain akan dilakukan penilaian: apakah ada perdarahan atau tidak, mulut rahim sudah tertutup atau belum, dan apakah rahim sudah relatif mengecil atau tidak.

    [​IMG]

    RISIKO KEMATIAN

    Kondisi pasca keguguran yang bermasalah biasanya adalah abortus tak komplet yang tak ditangani dengan tuntas atau ditangani pihak yang tidak kompeten. Artinya, kejadian keguguran tidak mendapat perhatian semestinya. Entah karena ketidaktahuan pasien atau sebab lain.

    Sedangkan pada pasien yang sama sekali tidak tahu, biasanya akan mengira vlek-vlek yang dialaminya sebagai perdarahan biasa tapi ternyata abortus tak komplet. “Di sinilah persoalannya. Si ibu tak bisa membedakan kelainan yang dialaminya lantas mendiamkannya begitu saja.”

    Padahal, calon ari-ari yang kelak akan berkembang menjadi plasenta pada kehamilan usia 4-5 bulan, bila tidak keluar akan menimbulkan komplikasi macam-macam karena sudah menjadi korpus alienem atau benda asing dalam rahim.

    Sewaktu terjadi keguguran mulut rahim terbuka dengan gumpalan darah di dalamnya. Gumpalan darah merupakan media empuk terjadinya infeksi. Sementara kita tahu dalam kondisi normal vagina dipenuhi kuman yang hidup normal di situ, dalam arti tak membahayakan. Namun begitu pindah ke rahim, kuman-kuman tadi berubah jadi abnormal. Nah, agar kuman tak naik ke rahim yang bisa memicu infeksi, harus secepatnya ditangani oleh dokter ahli.

    Infeksi dini pasca keguguran biasanya ditandai dengan panas tinggi 2-3 hari setelah kejadian yang disertai rasa sakit/tak enak pada bagian bawah perut. Yang kerap mengecoh, bisa saja kondisi begini tak disertai demam. Sedangkan dampak lebih jauh adalah infeksi yang tak segera ditangani dengan baik akan “naik” ke saluran telur.

    Tak heran banyak pasien yang datang ke dokter/RS dengan keluhan septic abortionsebagai akibat lanjut dari pasca keguguran yang tidak ditangani dengan baik. Padahal, komplikasi tingkat lanjut ini sudah memposisikan kuman masuk ke seluruh pembuluh darah di tubuh. “Kalau sudah begini, risikonya fatal. Yakni kematian si ibu.”

    KELAINAN RAHIM

    Dalam kondisi paling buruk seperti itu biasanya pasien datang dengan panas tinggi, bau busuk yang menyengat karena sudah terjadi infeksi di mana-mana, dan nyeri tekan pada rahim, perut bagian bawah atau bahkan seluruh bagian perutnya. Bila disertai pemeriksaan laboratorium, jumlah leukositnya akan lebih dari 20.000 padahal normalnya hanya 5.000-10.000.

    Kalau gejala-gejala tersebut yang ditunjukkan, berarti pasien sudah masuk kategoriseptic abortion yang penanganannya menjadi lebih sulit dan butuh waktu lama, sementara hasilnya belum bisa dipastikan. Artinya, kondisi tersebut masih bisa ditangani kalau belum terjadi syok. Jika syok sudah terjadi,tekanan darah pasien akan anjlok sebegitu rendah dan sulit dikembalikan ke titik semula.Akhirnya terjadi kelainan multiorgan, terutama kelainan sistem di ginjal, hati, dan organ penting lainnya.

    Nah, agar tak berakibat lanjut yang sangat parah seperti itu, pasien hendaknya jangan menunda-nunda untuk segera segera mengatasinya dengan baik. Selain kelainan pada posisi rahim, bisa juga sisa jaringan tadi sudah terlalu lama menempel di dinding rahim hingga sudah mengeras/membatu yang jelas akan menimbulkan luka bila diambil.

    HARUS MENSTRUASI

    Akibat yang tak kalah riskan dari penanganan yang terlambat pada kasus-kasus pasca keguguran adalah synechia. Yakni perlengketan endometrium akibat terambilnya jaringan paling dalam di rahim dalam jumlah cukup tebal saat terjadi tindakan kuretase. Kalau hal ini terjadi berarti si ibu tak bakal menstruasi dan tak lagi bisa hamil meski hormonnya masih bekerja karena berarti tak ada lagi tempat buat menempel bagi sel telur.

    Karena itulah 2 minggu sesudah keguguran, pasien harus kontrol dan diharapkan bulan berikutnya si ibu sudah kembali menstruasi. Bila tak menghendaki kehamilan, saat kontrol biasanya dibarengi dengan pemasangan IUD. Sedangkan jika tak ber-KB dan bulan berikutnya tak juga haid, harus dicurigai apakah si ibu sudah hamil kembali atau memang terjadi kasus perlengketan.

    Soal hubungan suami-istri, boleh-boleh saja dilakukan setelah lewat seminggu, mengingat perdarahan biasanya terjadi selama seminggu pasca keguguran. Kalau seminggu perdarahan berhenti dan muncul lagi, perlu dicurigai adanya infeksi. Sedangkan waktu ideal untuk hamil kembali, “Tak ada patokan baku. Yang penting setelah pasien mens karena itu berarti endometriumnya sudah bagus dan pola kesuburannya sudah kembali.”

    Meski relatif aman, hamil di bulan-bulan pertama pasca keguguran bukan tidak mungkin mengundang terjadinya keguguran lagi. Sebab, “Kondisi endometriumnya belum begitu baik, hingga penempelan mudigah pun belum sempurna. Tentu saja penyebab dari keguguran itu sendiri harus diusut tuntas. Bila akibat penyakit infeksi atau sebab lain tentu mesti dituntaskan dulu penyembuhannya.”

    Peluang terjadinya kehamilan sama saja, asalkan tidak terjadi hal-hal yang membahayakan tadi. Karena salah satu akibat dari infeksi-infeksi tadi adalah tersumbatnya saluran telur atau akibat-akibat lain yang lebih sulit penanganannya.

    Jadi, Bu, jangan pernah menganggap remeh tindakan abortus. Semisal dengan mudah mengatakan, “Digugurin aja, deh.”, terutama pada kehamilan yang tak dikehendaki karena kegagalan ber-KB. Sebab, meski bagi dokter kebidanan merupakan tindakan “kecil”, komplikasi medis yang ditimbulkannya terbilang berat/complicated. Belum lagi dampak psikologis maupun beban moral si ibu. Ngeri kan?
     
  2. NieeLz

    NieeLz Well-Known Member

    Joined:
    Aug 24, 2015
    Messages:
    1,775
    Likes Received:
    124
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    ehhh amit amit tritnya
     
  3. Giran Sani

    Giran Sani New Member

    Joined:
    Mar 30, 2017
    Messages:
    2
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    mksih infonya mbak, lumayan buat nambah pengetahuan klau nanti sudah pnya istri..
     
  4. eiven

    eiven Member

    Joined:
    Feb 5, 2015
    Messages:
    224
    Likes Received:
    10
    Trophy Points:
    18
    Ya kalau bisa jangan di aborsi, dosa besar itu!
     
  5. pebriningsih

    pebriningsih Member

    Joined:
    Apr 3, 2017
    Messages:
    46
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    sekedar pengetahuan *peace*
     
  6. pebriningsih

    pebriningsih Member

    Joined:
    Apr 3, 2017
    Messages:
    46
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    sama2 mas *happydancing*
     
  7. pebriningsih

    pebriningsih Member

    Joined:
    Apr 3, 2017
    Messages:
    46
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    iya udah pasti itu dosa besar, matiin anak sendiri *wow1*
     
  8. rosyad

    rosyad Active Member

    Joined:
    Dec 30, 2016
    Messages:
    1,109
    Likes Received:
    84
    Trophy Points:
    48
    @pebriningsih apabila tidak bersih apa bener dapat memicu kanker ya.
     
Loading...

Share This Page