Cara Tepat Memakaikan Popok Bayi Baru Lahir

Discussion in 'General Internet' started by joshua, Mar 16, 2020.

  1. joshua

    joshua Member

    Joined:
    Nov 13, 2015
    Messages:
    73
    Likes Received:
    8
    Trophy Points:
    8
    Setelah dinantikan selama 9 bulan, akhirnya Si Kecil lahir juga ke dunia! Di sela-sela tangisan kencang sang jabang bayi yang baru lahir ini, semua anggota keluarga tampak bersuka cita menyambut kehadirannya. Terlebih Moms, pastinya merasa sangat bahagia, setelah melewati masa-masa persalinan yang menegangkan.

    Tentunya Moms, ketika menjadi orangtua baru, Anda dan pasangan akan menghadapi berbagai hal-hal baru yang seringkali di luar dugaan. Dalam proses merawat dan membesarkan bayi, akan ditemui kejadian-kejadian seru yang terkadang mengundang tawa, kecemasan atau bahkan tangisan. Meski begitu, berbagai pengalaman yang akan dialami Moms tersebut menjadi momen yang takkan terlupakan sepanjang masa.

    Nah, salah satu momentum berkesan ketika mengasuh, merawat dan membesarkan Si Kecil adalah memakaikan popok bayi baru lahir. Kelihatannya sih mudah ya Moms, memasangkan popok buat bayi baru lahir. Namun Moms, pada prakteknya ternyata tidak sesederhana yang dibayangkan, lho.

    [​IMG]

    Namun Moms tak perlu khawatir berlebihan. Toh, seiring dengan pengalaman sehari-hari, pastinya memakaikan popok pada bayi baru lahir menjadi sesuatu hal yang gampang dan mudah saja dilakukan. Ibarat menjentikkan jari tangan kita, menggantikan popok pada bayi baru lahir bukan sesuatu yang merepotkan lagi. Tentu saja, Moms perlu mengetahui cara-cara yang tepat dan benar bagaimana memasangkan popok pada bayi baru lahir tersebut. Nah, yuk kita simak langkah-langkahnya berikut.

    Upaya yang pertama adalah pastikan Moms untuk mencuci kedua tangan terlebih dahulu dengan bersih sebelum memakaikan popok pada bayi baru lahir. Dengan demikian, tidak ada lagi kuman penyebab penyakit yang menempel di tangan. Untuk mencuci kedua tangan, Moms boleh menggunakan beberapa pilihan, di antaranya sabun, tisu basah atau hand sanitizer . Kemudian, jangan lupa untuk mengeringkan kedua tangan Moms, ya.

    Lalu, persiapkan area atau tempat yang nyaman untuk memakaikan popok pada bayi baru lahir. Misalnya saja, meja yang khusus untuk menggantikan popok Si Kecil. Atau, bisa juga Moms menyiapkan tempat tidur atau kasur sebagai tempat ganti popok bayi baru lahir. Pastikan menggunakan alas, seperti perlak, handuk atau selimut. Dengan begitu, tempat tidur tetap bersih atau tidak kotor. Selanjutnya, Moms mulai menyiapkan popok yang bersih, kain basah serta tisu. Lalu, siapkan pula air hangat dan handuk untuk mengeringkan kulit Si Kecil sehingga tetap dalam kondisi kering.

    Ketika Moms akan memakaikan popok Si Kecil, posisikan bayi pada area atau tempat yang aman sehingga tidak terjadi risiko yang membahayakan, misalnya sampai terguling atau terjatuh. Agar bayi terlindungi, pastikan Moms menempatkan alas terlebih dahulu. Lalu, hindari dan jangan sekali-sekali meninggalkan Si Kecil tanpa pengawasan, meski dengan alasan pergi sebentar ya Moms! Bila memang ada keperluan mendesak, pastikan minta seseorang untuk mendampingi Si Kecil, misalnya saja asisten rumah tangga atau anggota keluarga lainnya. Nah, jika Si Kecil berjenis kelamin laki-laki, Moms perlu menutupi penis atau kemaluannya dengan kain bersih sehingga bila ia pipis tak mengenai Moms dan juga dirinya sendiri.

    Selanjutnya, Moms upayakan untuk mengangkat bagian bokong bayi. Lalu, dengan perlahan pegang kedua pergelangan kaki Si Kecil. Selanjutnya, bersihkan alat kelamin bayi dan area sekitarnya dengan menggunakan kapas basah atau tisu basah. Oh ya, pastikan Moms untuk membersihkan area tersebut hingga bersih, sisa-sisa kotoran yang masih menempel di sekitar kelamin, permukaan anus dan lipatan paha. Bagaimana caranya? Bersihkan kotoran dari arah depan ke belakang untuk menghindari risiko infeksi pada saluran kencing, terlebih pada bayi perempuan. Pastikan Moms untuk langsung membuang kapas basah atau tisu basah tersebut ke tempat sampah. Perlu Moms pahami juga, meski Si Kecil tidak buang air besar, namun tetap harus membersihkan area depan dan belakang. Jangan ketinggalan, bersihkan pula area kulit di sekitarnya dengan menggunakan lap atau tisu basah.

    Kemudian selama beberapa saat, biarkan kulit Si Kecil mengering dengan sendirinya. Atau, Moms bisa juga mengusap kulit bayi dengan menggunakan lap atau handuk bersih yang kering. Pastikan dilakukan secara perlahan ya karena kulit bayi baru lahir masih sangat tipis dan sensitif. Pastinya banyak Moms yang ingin tahu, perlukah menggunakan bedak sebelum memakaikan popok? Ya, Kebiasaan seperti ini memang telah dilakukan turun-temurun. Tujuannya, supaya kulit bayi tidak gatal-gatal karena pemakaian popok. Akan tetapi, ternyata memakaikan bedak pada bayi sebelum memakaikan popok, justru dapat memicu terjadinya iritasi pada kulit Si Kecil. Iritasi tersebut ditandai dengan kulit yang kemerahan dan terasa gatal. Jadi, Moms sebaiknya menghindari pemakaian bedak pada Si Kecil, ya.

    Selanjutnya, pilihlah popok yang sesuai dengan ukuran Si Kecil. Hindari popok yang terlalu ketat karena dapat membuat Si Kecil merasa tidak nyaman. Tak hanya itu, popok yang terlalu ketat dapat membuat pantat atau bokong Si Kecil lebih lembab. Bila tampak ada bekas karet pada kulit Si Kecil di area paha atau pinggang, kemungkinan itu terjadi karena popok tersebut terlalu kecil. Karena itu, Moms upayakan untuk mengganti popoknya dengan ukuran yang lebih besar disesuaikan ukuran bayi. Kemudian, bukalah popok bayi yang masih bersih yang sudah disiapkan dan tegakkan ke arah luar untuk menghindari kebocoran. Jangan panik ya Moms bila bayi pipis atau pup ketika popok sedang diganti.

    Lalu, tempatkan Si Kecil dengan menyelipkan di bawah bokong serta menggeser ke arah pinggang, dimana posisi perekat berada di area belakang. Kemudian, tariklah popok bagian depan ke arah perut Si Kecil. Rapikan bagian samping popok dengan jari-jari Moms. Pastikan juga posisi gathers tegak ketika memasang popok perekat tersebut.

    Untuk bayi laki-laki, pastikan penis mengarah ke bawah untuk menghindari air kencingnya mengarah ke bagian atas. Sedangkan, untuk bayi yang belum puput atau copot tali pusar, pastikan agar popok tidak menutupi tali pusar, ya Moms. Pastikan pula bagian popok berada di antara kedua kaki Si Kecil secara seimbang. Lalu, Moms mengencangkan popok dengan merekatkan perekat ke bagian popok yang sudah disediakan.

    Selanjutnya, tarik secara perlahan-lahan ke arah perut untuk direkatkan. Sambil memegang bagian samping popok, pasang perekat di sekitar pinggang dan kencangkan. Namun, hindari jangan sampai terlalu kencang ketika merekatkan sehingga Si Kecil tetap merasa nyaman. Pastikan kedua sisi sama rata, ya Moms.

    Kemudian, rapikan bagian karet pelindung kaki. Cek lagi seluruh bagian popok bagian paha hingga selangkangan bayi. Pastikan tidak ada yang terlipat ke dalam untuk mencegah bocor.

    Nah, memakaikan popok selesai sudah! Jangan lupa ya Moms untuk mencuci kedua tangan kembali setelah mengganti popok bayi baru lahir, agar tetap bersih dan bebas kuman. Oh ya, bila kulit di sekitar alat kelamin, paha atau pinggang tampak tanda-tanda kemerahan kemungkinan Si Kecil mengalami ruam popok. Untuk mengetahui bagaimana penanganan yang tepat dari masalah ruam popok ini, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

    Sehingga untuk Moms yang baru, jangan khawatir jika pada awalnya Moms merasa panik atau canggung ketika memasangkan popok pada bayi baru lahir. Seiring waktu, memasangkan popok menjadi sebuah rutinitas yang mudah bagi Moms. Jangan lupa, ajak juga Dads untuk berlatih memasangkan popok agar Moms dan Dads dapat bergantian menghabiskan waktu dengan Si Kecil.

    Sumber : Merries
     
Loading...

Share This Page