Corona Mengubah Cara Berpikir Kita Tentang Kehidupan

Discussion in 'General Lifestyle' started by Bang Juni, Apr 8, 2020.

Tags:
  1. Bang Juni

    Bang Juni New Member

    Joined:
    Feb 11, 2020
    Messages:
    4
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Semenjak covid-19 menggempur umat manusia di seluruh dunia, ada yang berbeda dari cara manusia berpikir tentang kehidupan. Virus Corona yang tak tampak di depan mata kita justru membuat umat manusia berperang tanpa lawan yang jelas. Perang ini adalah perang yang "aneh". Mengapa aneh? Karena manusia yang mempunyai imun tubuh yang kuatlah yang berhasil melawan virus Corona tersebut. Mereka yang meninggal terutama yang berusia tua atau mereka yang memiliki penyakit bawaan pada tubuhnya banyak yang meninggal.

    Sementara itu, mereka yang tak terjangkit Corona, hidup dalam ketakutan. Setiap negara di mana pun merasa khawatir terhadap Covid-19. Di banyak negara sudah dilakukan lockdown sehingga setiap warga harus tinggal lebih lama di dalam rumah dan keluar rumah hanya sesekali untuk membeli kebutuhan pokok saja. Hingga hari ini, di Indonesia sendiri sudah efektif berjalan satu bulan lamanya para pekerja melakukan WFH (work from home).

    [​IMG]

    Dampak buruk lainnya adalah banyak sektor yang terkena apesnya. Sebut saja, misalnya, industri pariwisata mengalami penurunan yang drastis, industri perhotelan, dan lain-lain. Sektor bisnis juga mengalami kendala serupa. Bahkan jika Corona ini belum selesai hingga akhir Juni, sektor bisnis pun akan mengalami kejatuhan yang mengenaskan. Pemerintah pun sudah pusing tujuh keliling karena pengeluaran anggaran untuk mengatasi Corona ini menelan biaya yang tidak sedikit.

    Hikmah apa yang dapat kita ambil dari situasi seperti ini?

    Bagi yang masih bekerja dan tidak di-PHK harus lebih bersyukur. Meskipun ada beberapa pekerja yang dipotong gajinya hingga 50% seharusnya juga tetap bersyukur. Soalnya, orang-orang yang bergerak pada sektor informal banyak yang bertumbangan, terutama mereka yang mencari nafkah untuk kebutuhan harian. Contohnya adalah ojol. Mereka ini kan mencari nafkan harian. Nah kalau enggak ada pemasukan harian, gimana mau makan?

    Contoh lainnya adalah para pedangan pakaian di Tanah Abang. Coba anda cek di Tanah Abang sekarang, sepi banget. Beda dengan kondisi Tanah Abang menjelang bulan Ramadan. Bisa dibilang kondisi para pedangan, apalagi pedangang emperan, sungguh menyedihkan. Bagaimana mereka bisa bikin dapur terus mengepul sedangkan enggak ada pemasukan dan lapak dagangan mereka harus ditutup sekarang ini.

    Situasi sekarang memang sangat sulit untuk kita semua. Mencari uang di saat krisis seperti ini juga sulitnya minta ampun. Karena itu, jika anda masih bisa mendapat gaji bulanan, apalagi masih besar, harus bersyukur, karena banyak saudara-saudara kita yang kesulitan finansial.

    Setiap orang rasanya harus melakukan refleksi agar kita tidak sia-sia begitu saja melewati masa-masa sulit ini. Setiap orang tentu dapat mengambil hikmahnya dan menafsirkan berdasarkan pengalaman yang dialaminya masing-masing. Semoga setelah pandemi Corona ini berakhir, kita dinaikkan derajatnya menjadi manusia "baru". Artinya, kita menjadi lebih baik dari kemarin dan menjadikan peristiwa ini sebagai batu pijakan untuk melakukan refleksi pada diri kita sendiri.
     
  2. cahyo prasetyo

    cahyo prasetyo Member

    Joined:
    Aug 4, 2018
    Messages:
    185
    Likes Received:
    21
    Trophy Points:
    18
    betul gan, biasanya dekat bulan ramadhan rame banget di tanah abang, sekarang sepi melompong
     
  3. Dewi Nadzifah

    Dewi Nadzifah Member

    Joined:
    Nov 10, 2017
    Messages:
    60
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    8
    Semoga aja cepat berlalu pandemi ini, apalagi kalau pas lebaran masih ada pandemi ini. bukan tidak mungkin pemerintah melarang rakyatnya untuk menunda lebaran di bulan berikutnya, *nangis2*
     
  4. Bang Juni

    Bang Juni New Member

    Joined:
    Feb 11, 2020
    Messages:
    4
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Iya gan, sepi banget. Kasian mereka yang cari nafkah dengan berjualan pakaian...
     
Loading...

Share This Page