Digitalisasi Museum: Solusi Bagi Museum Indonesia yang Semakin Sepi Pengunjung

Discussion in 'Tourism' started by MonsterAR, Mar 26, 2020.

  1. MonsterAR

    MonsterAR Member

    Joined:
    Jun 10, 2018
    Messages:
    85
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    Google+:
    Di Negara maju di berbagai belahan dunia, museum dan perpustakaan merupakan tempat yang ramai dan bersifat saling melengkapi.

    Kenapa bisa demikian?

    Penyebabnya tentu tidak terlepas dari peran teknologi digital yang diterapkan di museum-museum tersebut, sehingga konten yang disajikan di dalamnya bisa lebih diterima oleh generasi muda, karena para pemuda saat ini sudah sangat familiar dan merasa nyaman dengan teknologi digital terutama smartphone yang biasa mereka genggam dan gunakan sehari-hari.

    Terus, bagaimana dengan Digitalisasi Museum di Indonesia?

    Sebenarnya, hingga saat ini sudah banyak museum-museum di Indonesia yang telah menerapkan digitalisasi. Hasilnya, banyak para generasi muda hingga anak-anak yang mulai mau mengunjungi museum-museum tersebut, dari yang tadinya hanya berdiam diri di rumah menghabiskan waktu dengan gadgetnya dan nongkrong bareng temen-temen. Dan ini penting! karena generasi penerus Negeri ini tidak lain adalah para generasi muda tersebut.

    Tentu, museum-museum tersebut tidak sendirian dalam melakukan digitalisasi, namun dibantu dengan tenaga handal dari vendor pembuatan dan pengembangan teknologi digital. Seperti contohnya MonsterAR yang telah melakukan digitalisasi di beberapa museum mulai dari Museum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Magelang, Museum Bank Indonesia, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) hingga Museum TNI AD Dharma Wiratama yang berlokasi di Yogyakarta.

    Museum BPK RI Magelang

    Di museum BPK RI Magelang, kami dari MonsterAR mengerjakan tidak hanya satu atau dua teknologi saja, tetapi ada sebanyak 13 fitur canggih yang kami tambahkan. Mulai dari Interactive Floor, sebuah aplikasi yang disajekan dengan media projector mengarah ke lantai sehingga bisa berinteraksi dengan cara di injak. Aplikasi ini mengadopsi konsep peta Indonesia mengapung di lautan berombak yang menampilkan pop-up seluruh kantor Perwakilan BPK RI.

    Kemudian ada juga Holographic Display Projection, ditampilkan melalui LCD Projector dan ditembakkan ke media Holographic Transparent Glass Screen. Sehingga video bisa dilihat dari dua sisi (depan dan belakang). Dan yang terakhir namun tidak kalah penting adalah teknologi Augmented Reality yang menyajikan info seputar bangunan bersejarah dengan cara yang sama sekali baru dan berbeda. Dan masih banyak lagi teknologi lainnya yang kami terapkan di sini.

    Museum Bank Indonesia (BI)
    Museum Bank Indonesia merupakan salah satu museum yang menyimpan sejarah tentang keuangan di Indonesia, mulai dari sebelum zaman kemerdekaan hingga masa kini.

    Di museum BI, kami develope 4 teknologi multimedia yang tentunya dapat mengedukasi pengunjung dan bisa menjadi media hiburan tersendiri yang baru dan menarik.

    1. Pose With Rupiah
    [​IMG]

    Bisa berfoto dan berpose dengan background mata uang rupiah yang terbaru, yang berarti pengunjung bias berpose seolah sebagai tokoh yang terdapat pada gambar uang rupiah lengkap dengan aksesorisnya berupa 3D.

    2. Future Payment
    [​IMG]

    Media edukasi tentang pembayaran jenis apa saja yang akan digunakan di masa depan dan cara penggunaannya.

    3. Interactive Table

    Sebuah game interaktif yang menjelaskan kelebihan dan kekurangan dari penggunaan masing-masing jenis pembayaran. Mulai dari debit, credit card, e-money akan terangkum dan dijelaskan di game ini.

    4. Interactive Wall

    Menunjukan peta inflasi keuangan. Misal dengan inflasi rendah dengan uang 100 ribu bisa di gunakan untuk membeli apa saja, serta ketika inflasi tinggi bisa dapat apa saja, semua dijelaskan di sini lengkap dengan animasi dan rute inflasinya.

    Baca juga: Museum Digital di Indonesia Harus di Tingkatkan! Inilah Alasannya

    Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK)

    Program ini terselenggara atas dukungan Bakti Budaya Djarum Foundation, Badan Ekonomi Kreatif RI, Telkom Indonesia dan juga Monster AR. Pameran arsip ini dimaksudkan untuk menampilkan dokumentasi selama 41 tahun berdirinya PSBK. Dokumentasi tersebut meliputi proses dan peristiwa yang pernah terjadi di PSBK berupa foto, video, artikel, dan beberapa buku.

    dihadiri langsung oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan KEMENDIKBUD RI Hilmar Farid, dan seniman kawakan Butet Kartaredjasa yang juga merupakan putera dari Bagong Kussudiardja, pendiri PSBK.
    Acara ini di tutup dengan penanda tanganan MoU antara Jeannie Park, Executive Director PSBK, dan Rizal Pamungkas, Director of MonsterAR. Untuk Program Digitalisasi Museum Situs Pariwisata dan Citra di Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK).

    MonsterAR hadir dengan menyuguhkan program Digitalisasi Museum. Program ini adalah sebuah terobosan inovatif untuk membangun kembali konektivitas kesenian, ruang seni PSBK dan masyarakat. Melalui Digitalisasi Museum, PSBK akan memiliki media komunikasi baru berupa aplikasi ponsel berbasis Android yaitu aplikasi berbasis teknologi Augmented Reality.

    Peluncurannya yang bertepatan dengan hari jadi PSBK ke 41 menjadi momen yang menandakan transformasi PSBK sebagai pusat kesenian lintas generasi yang mampu meningkatkan kapasitasnya sebagai ruang seni budaya dengan memanfaatkan teknologi. Teknologi ini berpotensi untuk mencapai misi ruang seni PSBK yang inklusif dan mudah diakses. Aplikasi AR ini berintegrasi dengan pesan utama dalam Ruang Seni Rupa “Situs Peristiwa & Citra” sebagai inspirasi untuk meningkatkan daya tarik pengunjung sejak dini.
     

    Attached Files:

Loading...

Share This Page