Drama Korea & Kejantanan

Discussion in 'General Internet' started by mofar, Apr 12, 2021.

  1. mofar

    mofar New Member

    Joined:
    Jun 26, 2015
    Messages:
    19
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    3
    Google+:
    Kalau dulu saya disuruh membuat artikel tentang drama Korea, saya akan memilih menghapus blog saya itu. Namun, sekarang semua berbeda. Justru saya akan bersemangat untuk berbicara soal ini. Makanya, sekarang saya percaya dengan quote, "Jangan terlalu benci dengan sesuatu, karena suatu saat Anda akan mencintainya". Saya ... sekarang sepakat.
    • Bayangan saya dahulu soal drama Korea secara langsung adalah oplas. Saya merasa, para pemain drakor itu aslinya jelek. Namun karena oplas, mereka jadi "seragam". Cantik-cantik dan ganteng-ganteng semua. (belakangan saya tahu saya keliru)
    • Bayangan lainnya adalah "lebay". Kisah dan atau cerita (plot) dalam drama, pasti mirip-mirip dengan cerita sinetron Indo yang kaya gitu. (belakangan saya tahu, saya salah).
    • Bayangan selanjutnya soal "kejantanan". Maksudnya? Gini... masa ya iya, saya suka drama? saya ini laki-laki tulen. buktinya ada. sekarang sudah SD anak saya. Haha.. (belakangan saya ngerti ini ga ada hubungannya sama sekali)
    Itu di antaranya bayangan saya dulu soal drama Korea. Lebih tepatnya pandangan saya soal drama Korea. Tapi, suatu malam di tahun 2014 (bisa dibayangkan berapa tahun saya membenci drama Korea. bisa dirunut dengan datangnya Korean Wave), mengubah pandangan saya tentang drakor. Saya ceritakan semuanya di blog saya.

    3 bayangan yang saya tuliskan di atas menjadi tidak berdasar lagi setelah malam itu. Semenjak itu, sepertinya saya mulai suka nonton drama. Saya baru tahu juga kalau ada genre thriller, misteri, dan lainnya. Awalnya saya tahunya ya semua seperti Winter Sonata. Lebay bin Embuh.. Ternyata tidak begitu. Bahkan ternyata, proses produksi sebuah drama Korea, mirip seperti proses produksi film Hollywood. Urutannya mirip. Sangat jauh bedanya dengan tontonan sinetron di Indonesia. Yang dibuat menuruti kemauan penonton.. yang .. ah.. sudahlah. Ga ada gunanya bahas sinetron.

    Drama seperti Mouse, yang saat saya menulis ini masih on going, bahkan gila menurut saya. Memang, alurnya sedikit banyak sudah bisa saya baca. Namun, menurut saya, tontonan ini harusnya menjadi sebuah film box office, bukan hanya drama. Namun lagi, ternyata memang begitulah drama Korea dibuat. Selalu dengan sebuah warna dan cerita yang segar. Dibuat sampai selesai baru rilis. Sejauh saya menonton selama ini, tidak ada drama Korea yang kejar tayang. Semua proses produksi selesai sebelum dirilis. Hanya kejadian "luar biasa" saja yang kemungkinan akan mengubah isi cerita. Namun ini sangat jarang terjadi.

    Saya pikir, tidak ada lagi masalah "kejantanan" yang harus membuat saya malu kali ini. Tontonan drama Korea patut untuk Anda perhitungkan.

    Bagaimana menurut Anda?
     
Loading...

Share This Page