Fakta Belut dan Darahnya yang Banyak Orang Belum Mengetahuinya

Discussion in 'General Discussion' started by Annisa, Dec 19, 2016.

Tags:
  1. Annisa

    Annisa New Member

    Joined:
    Oct 8, 2016
    Messages:
    4
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    3
    Belut sawah, moa, atau lindung (Monopterus albus) ialah salah satu ikan anggota suku Synbranchidae (belut), ordo Synbranchiiformes, yang mempunyai nilai ekonomis dan natur. Belut ini dapat dimakan, baik disemur, dimasak dengan saus pedas asam, atau dimasak renyah sebagai makanan ringan.

    Secara ilmu lingkungan, ikan ini bisa dijadikan parameter pengkotoran lingkungan karena hewan ini sangat mudah menyesuaikan diri. Kaburnya belut menunjukan bahwa kerusakan lingkungan yang sangat parah telah terjadi.

    Hewan ini merupakan pemangsa ganas di lingkungan sawah dan rawa-rawa. Mereka memakan ikan kecil, cacing, krustasea. belut ini juga merupakan hewan yang aktif di malam hari. Belut ini bisa mengambil udara secara langsung dari permukaan dan mampu melangsungkan hidupnya berbulan-bulan tanpa air, asalkan lingkungannya tetap basah.

    Belut ini bahkan bisa mengambil pernafasan lewat kulitnya. Biasanya belut ini bersarang di dalam lubang berlumpur dan menunggu mangsa yang lewat.

    Meskipun hewan ini berasal dari daerah tropis, belut sawah diketahui dapat bertahan hidup melewati musim dingin dengan suhu sangat rendah.

    Gabungan sifat-sifat yang dimiliki oleh belut membuatnya menjadi hewan yang dianggap berbahaya bagi lingkungan yang bukan habitatnya.

    Ukuran maksimum belut ini adalah 1m, meskipun yang banyak dikonsumsi paling panjang 40 cm. Tidak mempunyai sirip, kecuali sirip ekor yang memanjang. Bentuk tubuhnya menyamai tabung dengan tubuh licin, tanpa sisik. Warna bervariasi, namun biasanya berwarna kecoklatan hingga kelabu.

    Belut merupakan hewan hermaprodit, pada saat muda adalah belut betina dan bersarang di lubang untuk meletakkan telur-telurnya pada busa-busa di air yang dangkal. Jika telur sudah menetas, keluarlah belut muda yang semuanya betina. Ketika usianya sudah lanjut, perkembangan berikutnya akan berubah menjadi belut jantan.

    Belut sawah mulanya berasal dari Asia Timur dan Asia Tenggara Barat. Belut sekarang bahkan dilaporkan sudah menempat tinggali di rawa-rawa di Florida, Georgia di Amerika Serikat, dan Hawaii dan dianggap sebagai hewan invansif.

    Belut merupakan jenis ikan yang bisa berubah kelamin (hemaprodit) yaitu pada waktu dimasa usia muda berjenis kelamin betina, dimasa berikutnya yaitu jika telah mencapai usia tua akan berubah menjadi berjenis kelamin jantan.

    Belut ialah ikan yang menjadi salah satu bahan makanan di dunia. Belut dewasa memiliki ukuran yang bervariasi dari 5 cm sampai dengan 4 meter tergantung spesiesnya. Ikan ini tidak memiliki sirip pelvis, dan beberapa spesies tidak memiliki sirip pektoral.

    Sirip dorsal dan sirip anus bersatu dengan sirip ekor membentuk satu sirip yang memanjang di sepanjang tubuhnya. Sebagian besar spesies belut hidup di dekat pantai dan mengubur diri di pasir, lumpur, atau di antara bebatuan.

    Belut adalah hewan nokturnal sehingga jarang terlihat oleh manusia. Belut dari family Anguillidae menempati air tawar dan kembali ke laut cuma untuk berkembang biak.

    Darah belut cenderung bersifat beracun bagi manusia dan hewan lainnya, tetapi toksinnya mampu dimatikan dengan memasaknya.

    Umat Yahudi menganggap belut tidak kosher dikarenakan belut disebut sebagai ikan yang tidak mempunyai sirip dan sisik.

    Jepang adalah penghasil belut utama di dunia dengan 70 persennya dihasilkan dari negara Jepang. Tetapi pada waktu tahun 2010, Greenpeace International memposisikan belut Eropa, belut Jepang, dan belut Amerika ke dalam daftar "boga bahari merah", yaitu boga bahari yang kemungkinan besar dihasilkan dari usaha penangkapan ikan yang tidak bersahabat.

    Masyarakat adat yang mendiami Taman Nasional Betung Kerihun, Kalimantan Barat memanfaatkan belut dari spesies Synbranchus bengalensis sebagai obat.

    Saat ini di pasaran lokal maupun mancanegara sudah banyak sekali permintaan terhadap belut untuk dikonsumsi. Dikarenakan sulitnya menangkap belut di alam liar sekarang ini, saat ini sudah banyak orang yang budidaya belut. Cara budidaya belut saat ini sudah banyak sekali cara-caranya.
     
    katon likes this.
  2. katon

    katon Active Member

    Joined:
    Nov 19, 2015
    Messages:
    1,217
    Likes Received:
    91
    Trophy Points:
    48
    Betul, belut saat ini memiliki nilai ekonomis yg lumayan, di daerah sy satu kilo sekitar 50 ribu hingga 80 ribu,,,
     
  3. Rendi Rafli

    Rendi Rafli Member

    Joined:
    Aug 30, 2016
    Messages:
    231
    Likes Received:
    26
    Trophy Points:
    28
    Pantas sekali segitu harganya, memang dagingnya juga enak dan gurih :D
     
  4. Deti Tensai

    Deti Tensai Member

    Joined:
    Mar 7, 2017
    Messages:
    48
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    8
    Belut hasil budidaya Jepang lebih unggul ya
     
Loading...

Share This Page