Fakta Mencengangkan Tentang Pemanis Buatan

Discussion in 'General Discussion' started by ariskahana, Sep 19, 2019.

  1. ariskahana

    ariskahana New Member

    Joined:
    Nov 13, 2018
    Messages:
    34
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Fakta Mencengangkan Tentang Pemanis Buatan - Kita tentunya sudah tidak asing lagi dengan yang namanya pemanis buatan. Namun mungkin tak sedikit yang berfikir bahwa pemanis buatan adalah bahan tambahan yang tidak sehat, berbahaya, hingga dapat merugikan kesehatan. Hal tersebut memang ada benarnya, akan tetapi tidak semua pemanis buatan demikian.

    [​IMG]

    Jenis - jenis pemanis buatan tertentu yang beredar di pasaran nyatanya telah lulus uji keamanan kesehatan dan diperbolehkan untuk digunakan. Akan tetapi pemanis buatan atau yang disebut artificial sweetener juga tidak selamanya baik untuk dikonsumsi. Penelitian akan pemanis buatan yang dapat membahayakan kesehatan tubuh sudah banyak dilakukan oleh para peneliti, biasanya para peneliti menggunakan Polarimeter untuk penelitiannya.

    Lalu, sebetulnya kapan penggunaan pemanis buatan ini dikatakan baik dan kapan sebaiknya dihindari karena potensinya yang dapat merugikan kesehatan?

    Ketahui tentang pemanis buatan yang diperbolehkan

    Meski berlabel “buatan”, tapi ternyata pemanis yang diformulasikan khusus ini boleh dikonsumsi asalkan bahannya telah melalui rangkaian uji keamanan dan kesehatan. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memperbolehkan penggunaan pemanis buatan asesulfam-K, aspartam, natrium siklamat, sakarin, sukralosa, dan neotam yang sudah terbukti aman untuk digunakan manusia selama dalam kadar yang wajar. Jenis pemanis buatan lainnya, seperti stevia, bahkan terbuat dari bahan alami dedaunan.

    Batas maksimum penggunaan pemanis buatan dalam obat tradisional dan suplemen kesehatan ditetapkan oleh BPOM sebagai berikut:
    1. Asesulfam-K : 2000 mg/kg per produk
    2. Aspartam : 5500 mg/kg per produk
    3. Natrium siklamat (sebagai asam siklamat) : 1250 mg/kg per produk
    4. Neotam : 90 mg/kg per produk
    5. Sukralosa : 2400 mg/kg per produk
    6. Sakarin : 1200 mg/kg per produk
    Namun apakah gula buatan lebih baik dibandingkan gula alami?

    Apabila kita menilai dari kandungan kalori memang pemanis buatan lebih baik dibandingkan gula biasa, umumnya pemanis buatan memiliki rasa yang lebih kuat tapi secara jumlah jauh lebih sedikit dan kalorinya juga lebih rendah. Oleh karena itu, bagi Anda yang sedang dalam program penurunan berat badan, memiliki masalah metabolik seperti diabetes, pemanis buatan dapat dipertimbangkan sebagai pengganti gula. Meski demikian, penggunaan tidak boleh berlebihan.

    Akan tetapi hal ini juga sebanding dengan kandungan nutrisinya yang juga rendah, selain itu penggunaan pemanis buatan yang berlebihan dapat membuat Anda lebih cepat kenyang karena rasa manisnya. Padahal, kebutuhan akan nutrisinya belum terpenuhi dengan sempurna.

    Pemanis buatan, bumerang bagi kesehatan?

    Tidak selamanya pemanis buatan terasa “manis”, terdapat sebuah penelitian yang menyatakan bahwa orang yang rutin mengkonsumsi pemanis buatan cenderung lebih besar untuk mengalami sindrom metabolik sebanyak 35% dan lebih berisiko terkena diabetes 67% dibanding dengan mereka yang tidak mengonsumsi pemanis buatan. Berdasarkan keterangan diatas, bukankah seseorang dengan sindrom metabolik dan diabetes seharusnya adalah kondisi yang dapat dicegah dengan pemanis buatan.

    Akan tetapi semua itu juga bergantung dari pemikiran seseorang saat mengkonsumsi pemanis buatan. Tidak sedikit pengguna yang ternyata jadi lebih banyak mengonsumsi kue atau makanan manis lainnya karena menganggap asupan gula dari pilihan makanan atau minumannya tersebut sudah sehat. Selain itu, rasa manis yang ada pada pemanis buatan ternyata mampu meningkatkan derajat keinginan seseorang dalam mengkonsumsi makanan atau minuman manis. Hal ini justru bisa menjadi berbahaya karena anggapannya tersebut pada akhirnya justru berbalik dan mengancam kesehatan tubuh.

    Jadi, baik atau buruknya pemanis buatan sangat bergantung pada pilihan dan gaya hidup penggunanya. Apabila kita mengkonsumsi pemanis buatan dengan bijak dan kadar yang wajar maka pemanis buatan bisa menjadi sahabat yang baik untuk tubuh. Sebaliknya, pemanis buatan juga bisa menjadi lawan jika penggunanya justru “membuka pintu” lebar-lebar masuknya gula dari sumber lainnya seperti kue atau jenis makanan dan/atau minuman manis lainnya.
     
Loading...

Share This Page