Gaji Programmer di Indonesia Rendah ?

Discussion in 'General Discussion' started by seotog, Aug 6, 2019.

  1. seotog

    seotog Member

    Joined:
    Mar 29, 2018
    Messages:
    388
    Likes Received:
    28
    Trophy Points:
    28
    6 agustus - gaji programmer rendah.jpg

    Gaji Programmer - Banyak faktor yang bisa menjadi penyebab kenapa rata-rata gaji para pekerja teknologi informasi (IT) di Indonesia terendah dibandingkan dengan Malaysia, Thailand, atau Filipina. Namun, hasil survei IT Salary Benchmark yang dilakukan ZDNet.com dari September 2009 hingga November 2010 setidaknya bisa menjadi acuan.

    Sudah layakkah gaji yang Anda terima sekarang? Apakah masih rata-rata, terlalu rendah, atau sudah jauh lebih tinggi dibandingkan dengan sesama pekerja IT lainnya? ZDNet Asia melaporkan hasil survei gaji rata-rata pekerja IT berdasarkan skill IT dan jenis pekerjaan sesuai pengalaman kerja dan jenis industrinya.

    Survei dilakukan terhadap 1.432 pekerja IT di berbagai sektor dengan jenis pekerjaan dan kemampuan bermacam-macam. Di antara mereka, seorang pekerja yang menduduki jabatan IT management di industri media, marketing, dan sales menduduki posisi tertinggi dengan gaji rata-rata Rp 144,3 juta per tahun.

    Jika dilihat dari pengalaman kerja dan skill, seorang konsultan IT yang berpengalaman lebih dari 10 tahun punya gaji rata-rata paling tinggi, yakni Rp 150 juta per tahun.

    Penyebabnya disebabkan oleh dibawah ini:

    Nilai tukar rupiah dan nilai biaya hidup

    [​IMG]

    Salah satu penyebab rendahnya gaji programmer bila dibandingkan dengan negara-negara lain di level setingkat adalah karena rendahnya nilai tukar rupiah dibandingkan dengan mata uang asing. Selain itu, rendahnya nilai biaya hidup di Indonesia membuat perusahaan-perusahaan tidak terdesak untuk meningkatkan gaji programmer.

    Masih dianutnya konsep tradisional Career ladder di perusahaan

    Career ladder yang masih dianut di Indonesia adalah yang masih bersifat tradisional. Jenjang karir tersebut berarti setelah diawali dari junior programmer, dilanjutkan dengan senior programmer dan masuk ke jenjang managerial. Sementara konsep career ladder modern memungkinkan seorang programmer untuk naik ke jenjang berikutnya sebagai spesialis (technical) dan professional, salah satunya sebagai enterprise architect.

    Konsep tradisional ini membuat stereotype bahwa gaji manajemen / project manager lebih tinggi dari programmer, dan gaji programmer sekali lagi terlihat rendah.

    Supply and Demand

    [​IMG]

    Bila kita teliti lagi, gaji-gaji tinggi programmer di luar negeri dikarenakan kebutuhan akan skill programming yang juga tinggi dan tanggung jawab yang juga tinggi. Katakan Microsoft, Google, Facebook dan juga Wordpress (promosi terselubung) memerlukan programmer dengan skill yang tinggi dan tanggung jawab yang besar. Di samping itu, perusahaan2 tersebut juga adalah perusahaan IT yang bersifat sebagai provider / enabler, yang mana pendapatannya lebih tinggi dan service-nya lebih diminati.

    Berbeda dengan kondisi di Indonesia. Hinga tahun 2010, mayoritas programmer diperlukan untuk men-develop custom application di software house atau internal perusahaan. Programmer2 tersebut masih menggunakan teknologi yang di-provide oleh perusahaan2 dari luar negeri seperi microsoft, SAP, atau wordpress. Dan sistem yang dikembangkan sebagian besar hanya bersifat CRUD atau administration screen.

    Sejak tahun 2010, banyak startup-startup digital muncul di Indonesia. Kebutuhan akan programmer dengan skill lebih tinggi meningkat. Namun tetap saja peningkatan tersebut belum maksimal karena Indonesia masih belum mencetak produk-produk digital yang bisa digunakan secara internasional. Dan juga, demand untuk embedded programming dan robotik juga masih rendah, membuat kisaran gaji programmer juga ikut rendah.

    Stereotype bahwa skill programmer Indonesia rendah

    Masih berkaitan dengan supply and demand, rendahnya demand untuk programmer dengan skill tinggi membuat programmer2 dengan skill yang tinggi untuk mencari pekerjaan di luar negeri. Pencarian kerja di luar negeri dilakukan dengan harapan untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi dari kisaran gaji-gaji di Indonesia.

    Kondisi tersebut mengakibatkan munculnya pandangan bahwa programmer-programmer di Indonesia memiliki skill yang lebih rendah dari programmer-programmer dari luar negeri. Maka saat startup-startup / perusahaan baru ingin menempatkan programmer di posisi strategis, maka dipilihlah mereka-mereka yang berasal dari luar.

    Sulit menilai programmer dengan skill tinggi

    [​IMG]

    Dari kacamata non-teknis, sulit membedakan programmer dengan skill tinggi atau programmer dengan skill rendah. Dengan anggapan bahwa semua programmer (katakan yang bisa bahasa pemograman php) memiliki skill yang sama, maka memilih programmer-programmer yang setuju dengan gaji rendah adalah logis.

    Rendahnya dukungan pemerintah / institusi resmi di Indonesia

    Partisipasi pemerintah dan institusi-institusi di Indonesia tegolong cukup rendah dalam bidang IT. Rendahnya partisipasi itu membuat perusahaan-perusahaan, terutama yang menengah di Indonesia menjadi antipati terhadap investasi dalam bidang IT. Mereka jadi beranggapan bahwa investasi IT tidak menghasilkan, mahal dan beresiko tinggi. Ditambah lagi dengan banyaknya transaksi / dokumen di Indonesia yang lebih diutamakan secara manual, makin membentuk anggapan perusahaan-perusahaan tersebut.

    Kesimpulan
    Terbentuknya tingkat gaji programmer di indonesia rendah diakibatkan karena banyak faktor yang cukup kompleks, dengan berbagai pihak yang ikut bertanggung jawab di dalamnya.
     
  2. blackking

    blackking Active Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    1,183
    Likes Received:
    85
    Trophy Points:
    48
    150 juta per tahun, berarti sebulan dapat 12.5 juta
    Kalau saya itu sudah lebih dari cukup.
     
  3. Hari Agustomo Nugroho

    Hari Agustomo Nugroho Active Member

    Joined:
    Mar 13, 2015
    Messages:
    1,138
    Likes Received:
    75
    Trophy Points:
    48
    Google+:
    Seberapapun gajinya, yang penting kita harus mensyukurinya. Kalau gaji kita gunakan untuk gaya hidup, sebesar apa pun pasti akan kurang. Tapi kalau gaji kita gunakan untuk kebutuhan pokok, insya Alloh cukup
     
Loading...

Share This Page