Google Diminta Hapus 2,4 Juta informasi URL di Mesin Pencarinya

Discussion in 'Google' started by Tirah Wawas, Feb 28, 2018.

Tags:
  1. Tirah Wawas

    Tirah Wawas Member

    Joined:
    Aug 22, 2016
    Messages:
    287
    Likes Received:
    40
    Trophy Points:
    28
    [​IMG]

    Keputusan Pengadilan Tinggi Eropa tahun 2014 memperbolehkan warga negara Eropa meminta Google untuk menghapus informasi tentang mereka dari hasil pencarian. Menurut laporan transparansi Google, yang dipublikasikan hari ini, sejak 28 Mei 2014 telah ada 654.876 permintaan yang masuk, dengan jumlah URL yang diminta untuk dihapus sebanyak 2.437.271 URL.

    Namun, Google tidak harus mematuhi permintaan tersebut. Google telah menyediakan petugas yang akan mengulas dan memberikan nilai untuk setiap kasus yang masuk. Dialah yang akan mempertimbangkan apakah informasinya tidak akurat, tidak memadai, tidak relevan atau berlebihan.

    Perusahaan teknologi raksasa ini dapat menolak untuk menghapus sebuah tautan jika ada kepentingan publik terhadap informasi di dalam hasil pencarian, misalnya saja informasi bisnis, mungkin akan berguna bagi calon pelanggan. Sementara konten yang berisikan tentang kejahatan, biasanya diminati oleh masyarakat.

    Dari laporan tersebut terlihat adanya indikasi bahwa jumlah URL yang diminta untuk dihapus cenderung bertahan ketimbang menurun jumlahnya. Sejak Mei 2014, Google memang belum menghapus 56,7 persen URL tersebut. Sementara di Inggris, ada sekitar 60,2 persen URL yang tidak dihapus oleh Google.

    Keputusan yang diambil oleh Google tersebut membuatnya berada di bawah pengawasan Pengadilan Tinggi untuk pertama kalinya minggu ini. Hal ini disebabkan oleh sebuah kasus yang diajukan oleh seorang penggugat yang menginginkan informasi i di tahun 90an mengenai sebuah tuduhan persekongkolan pemalsuan diminta untuk dihapus dari hasil pencarian.

    Di dalam laporannya, Google memperlihatkan beberapa contoh kasus ketika menolak permintaan tersebut. Diantaranya adalah ketika seorang warga Inggris meminta Google untuk menghapus sekitar 300 artikel terkait kasus penipuan di tahun 2012. Hal tersebut dilakukannya atas dasar dokumen yang menyatakan bahwa orang tersebut diputuskan tidak bersalah, Google pun menghapus sekitar 239 URL.

    Tapi ketika orang yang sama meminta Google untuk menghapus sejumlah halaman lain terkait pemalsuan dokumen, Google pun melakukan penyelidikan sedikit lebih dalam.

    “Setelah meninjau kembali dokumen asli yang telah dikirimkan sebagai bukti ketidakbersalahannya dalam kasus penipuan, kami menemukan adanya pemalsuan,” kata pihak Google
    “Untuk itu, kami telah mengembalikan semua URL yang telah kami hapus sebelumnya,” imbuhnya.

    Sejak Januari 2016, Google juga telah melacak jenis konten yang ingin dihapus orang dari penelusurannya, 18,1 persen konten berkaitan dengan informasi profesional dan 6,1 persen terkait dengan kejahatan. Di dalam sebuah laporan terpisah, Google mengatakan bahwa ada dua alasan dominan untuk mengindahkan permintaan penghapusan.

    “33 persen URL yang diminta untuk dihapus terkait dengan layanan media sosial dan direktori yang berisi informasi pribadi, sementara 20 persen URL lainnya terkait dengan saluran berita dan situs web pemerintah yang sebagian besar kasusnya berhubungan dengan riwayat hukum pemohon,” tulis Google.

    Mengenai informasi yang diminta untuk dihapus berbeda – beda di setiap negara, orang Italia dan Inggris lebih fokus pada sumber berita, sementara warga Prancis dan Jerman fokus pada media sosial dan halaman direktori.

    Prancis, Jerman dan Inggris merupakan negara – negara yang paling aktif mengajukan permintaan penghapusan URL, ada sekitar 51 persen permintaan penghapusan URL. Sekitar 15 persennya banyak yang meminta agar informasi dihapus. Banyak di antaranya adalah firma hukum dan layanan manajemen, tetapi sekitar 87 persen permintaan datang dari perorangan.

    Situs yang paling banyak terkena dampaknya adalah direktori profesional di Prancis, dengan 7.701 URL dihapus. Di tempat kedua adalah Facebook, dengan 6.846 URL dimintau untuk dihapus, sementara Twitter keempat, dengan jumlah URL yang diminta dihapus sebanyak 5.476 URL.

    Sumber
     
    lasealwin likes this.
  2. Tri Setiawan

    Tri Setiawan Member

    Joined:
    Nov 15, 2017
    Messages:
    236
    Likes Received:
    14
    Trophy Points:
    18
    Wow nice infoh gan, semoga gak termasuk URL yang di hapus oleh google .. hehehe
     
  3. Achmad Try

    Achmad Try Member

    Joined:
    Mar 19, 2016
    Messages:
    848
    Likes Received:
    92
    Trophy Points:
    28
    kenapa harus minta google yang menghapusnya? padahal kan bisa nyuruh yang punya url untuk ngehapus informasinya. Setau saya sih info yang ada di mesin pencari kan dibuat oleh banyak orang, bukan dibikin oleh google.
     
  4. Santanu Saputra

    Santanu Saputra Member

    Joined:
    Jul 25, 2017
    Messages:
    276
    Likes Received:
    25
    Trophy Points:
    28
    Lebih sulit kalo minta yang punya URL untuk menghapusnya gan. Karena mereka justru ingin URL mereka selalu ditampilkan di Google
     
  5. ijo gading

    ijo gading New Member

    Joined:
    Sep 28, 2017
    Messages:
    13
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    waaduuh segitu banyak pengaduan URLs dari seluruh dunia... semua berawal dari diri sendiri...mari kita ciptakan informasi yang bermanfaat bagi orang lain
     
  6. Tri Setiawan

    Tri Setiawan Member

    Joined:
    Nov 15, 2017
    Messages:
    236
    Likes Received:
    14
    Trophy Points:
    18
    Betul banget tuh kalau bisa jangan sampai buat yang tidak baik untuk di baca oleh masyarakat hehehe
     
  7. lasealwin

    lasealwin Well-Known Member

    Joined:
    Aug 1, 2015
    Messages:
    1,868
    Likes Received:
    171
    Trophy Points:
    63
    Baguslah, ini semua demi kebaikan bersama.
    Ternyata udah pada revolusi mental. salam....
     
  8. sulistya

    sulistya Member

    Joined:
    Mar 21, 2016
    Messages:
    89
    Likes Received:
    6
    Trophy Points:
    8
    menurut saya sih biasanya yang minta url di hapus pasti yang berisi informasi pribadi orang, perusahaan atau apapun itu :D yang nggak nyaman untuk terus di lihat banyak orang. Yah sekalipun informasi itu valid. Berkat google juga sesuatu yang harusnya belum diketahui banyak orang jadi sedunia tahu kan :p. Lebih bijak menulis informasi maupun menyebarkan informasi yang manfaat
     
  9. edi sugianto

    edi sugianto Member

    Joined:
    Aug 18, 2016
    Messages:
    99
    Likes Received:
    10
    Trophy Points:
    8
    Wow wow wow banyak yang di hapus tinggal ngopi sek ae
     
  10. Ulin

    Ulin Member

    Joined:
    May 4, 2014
    Messages:
    360
    Likes Received:
    18
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    Udh ngincer pngen di index tau2 dihapus haha
     
  11. gani

    gani New Member

    Joined:
    Jan 10, 2017
    Messages:
    8
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    3
    Google+:
    Sampe segitunya ya hehehe....
     
  12. Rickh

    Rickh Member

    Joined:
    Mar 8, 2015
    Messages:
    157
    Likes Received:
    21
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    wah ngeri-ngeri, google tsadiss
     
  13. ayahnyanadia

    ayahnyanadia Well-Known Member

    Joined:
    Apr 4, 2013
    Messages:
    1,343
    Likes Received:
    149
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    Kalo begitu, apakah kita bisa memaksa Google untuk meng-indeks semua url di website kita? Emang siapa kita? Query oh query, ternyata bisa berdampak global.
     
  14. Silaen Medan

    Silaen Medan Member

    Joined:
    Dec 31, 2017
    Messages:
    122
    Likes Received:
    15
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    Kalau untuk lokal Indonesia, mungkin ada juga yg meminta tapi tak ter-expose
     
Loading...

Share This Page