Ini Bahayanya Jika Selalu Memarahi Anak

Discussion in 'General Lifestyle' started by Rasyid99, Jun 16, 2020.

  1. Rasyid99

    Rasyid99 Member

    Joined:
    Jul 9, 2016
    Messages:
    41
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
    Anak yang beberapa kali melakukan perbuatan yang keliru atau tidak menyenangkan bagi orang tua kadang bisa meluapkan kemarahan pada anak.

    Banyak yang belum sadar bahwa orang tua yang sering marah kepada anaknya dapat mendatangkan keburukan kepada anak. Apa sajakah itu?

    Semakin bertambah umur anak, maka tentu saja ada saja perilaku yang beragam dan selalu memberikan cobaan tersendiri kepada orang tua.

    Memang perlu kesabaran yang besar bagi orang tua dalam menghadapi anak.

    Hal yang masih normal bila sedikit perilaku anak yang memancing kemarahan orang tua, terlebih anak yang sulit diberi teguran halus atau nasihat.

    Perlu digaris bawahi bahwa perbuatan marah, berteriak atau umpatan kepada anak tidak menjadi jawaban terbaik untuk anak.

    Jika dibarengi dengan kemarahan, anak tidak akan mengerti nasihat dari orang tua dan berakhir sebuah trauma kejiwaan yang membuat terhambatnya tingkat kecerdasan dan kejiwaan anak.

    Sebaiknya bagi orang tua berusaha untuk meredam rasa marah kepada anak karena jika tetap saja selalu marah kepada anak akan berdampak pada anak, seperti berikut ini:

    1. Membuat anak selalu ketakutan dan percaya diri yang rendah

    Anak yang berbuat salah bukan berarti orang tua harus memarahi dan membentak. Saat orang tua marah-marah, kemungkinan anak akan diam saja tetapi maksudnya karena anak ketakutan dan terintimidasi.

    Dengan peristiwa seperti itu, anak akan jadi selalu takut. Di samping itu juga, anak menjadi tidak percaya diri karena merasa salah terus menerus.

    2. Kacaunya tumbuh kembang otak anak

    Orang tua yang selalu marah kepada anak dapat membuat otaknya rusak dan terhambat dalam proses perkembangannya yang menjadikan otak jadi makin kecil dari rerata.

    Adapun sisi otak yang terkena dampak paling besar adalah di bagian yang memproses bahasa dan suara. Ini dapat berlaku karena otak lebih condong dan mudah dalam menyerap informasi dan kejadian yang jelek ketimbang yang baik. Artinya, sisi otak ini akan tumpul karena kebanyakan memproses informasi yang tidak mendukung perkembangan otak.

    3. Depresi dan penyakit mental pada anak

    Orang tua yang memarahi anak sama saja dengan tindakan bully. Anak akan merasa jadi orang yang tidak berharga. Hatinya akan tersayat-sayat sehingga mengalami rasa kecewa dan kesedihan yang luar biasa.

    Hal itu pasti akan berefek pada mental anak. Anak akan berpeluang besar mengalami depresi.

    Di waktu yang akan datang bisa saja anak tersebut akan menumpahkan emosinya itu dengan berbuat yang negatif dan membahayakan.

    4. Anak akan meniru perilaku marah di masa depan

    Karena sering mendapat perlakuan marah dari orang tua, maka dapat menjadi sebab utama bila nanti anak akan juga suka marah.

    Anak yang sering dimarahi orang tua juga bisa menjadi orang yang agresif. Pola pikirnya pun akan membenarkan bahwa marah dan sifat buruk sejenisnya adalah sikap yang wajar ketika menghadapi sebuah problem dalam kehidupan sehari-hari.

    Akan lebih bahaya jika ini dilakukan nantinya pada orang di sekitarnya di masa mendatang.

    Sebagai orang tua harus menyadari hal ini dan segera merubahnya agar anak tidak mengalami gangguan mental.

    Di sini akan disampaikan beberapa tips ampuh agar orang tua tidak cepat marah kepada anak

    1. Saat melihat anak melakukan kesalahan, usahakan untuk menahan marah dengan cara menarik napas dan kemudian menghembuskannya. Lakukan berulang kali. Tenangkan diri dan selalu ingat bahwa salah yang dilakukan anak adalah tahap pembelajaran agar lebih baik nantinya dibarengi oleh nasihat orang tua secara lemah lembut.

    2. Pola pikir orang tua yang memarahi anak bukanlah sesuatu yang baik dan tidak memecahkan masalah justru menambah masalah.

    3. Saat marah sudah melonjak, segera alihkan dengan aktivitas lain yang lebih positif.

    4. Pemberitahuan kepada anak tentang hal yang boleh dan tidak disampaikan dengan pelan, tenang, dan sopan tetapi ada ketegasan. Sehingga pesan dapat diterima anak dengan baik.

    5. Selalu percaya pada anak dan berusaha memberikan penghargaan apa yang dilakukannya.

    Semoga informasi yang dijelaskan ini bisa memberi manfaat berarti bagi kita selaku orang tua yang selalu mengasuh anak setiap hari agar mereka menjadi pribadi yang baik ke depannya. Aamiin.
     
  2. Remmy

    Remmy Member

    Joined:
    Dec 5, 2017
    Messages:
    516
    Likes Received:
    27
    Trophy Points:
    28
    dulu nyokap ane galak, marah2 mulu, sekarang secara gak sadar ane juga suka marah sama keponakan kalo bandel dikit.emang bener sih kebawa perilaku marah2 nya .
     
  3. ayahnyanadia

    ayahnyanadia Well-Known Member

    Joined:
    Apr 4, 2013
    Messages:
    1,356
    Likes Received:
    151
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    Seimbangkan tanggung jawab Anda sebagai orang tua dengan pertanggungjawaban anak Anda. Tanyakan kepada diri sendiri, "Siapa yang paling bertanggung jawab atas pilihan anak saya dalam situasi ini?"

    Jika Anda merasa perlu lebih berupaya memodelkan perilaku tertentu untuk anak Anda, itu tidak masalah.

    Terima tanggung jawab atas apa yang Anda rasakan sebagai pekerjaan Anda sebagai orang tua dan biarkan anak Anda menerima tanggung jawab atas pekerjaannya sebagai anak yang sedang mempersiapkan diri untuk dewasa.

    Tujuan utama Anda adalah membesarkan anak yang akan dapat berfungsi secara bertanggung jawab di dunia orang dewasa.
     
Loading...

Share This Page