Inovasi Biskuit dari Cangkang Keong Emas

Discussion in 'General Business' started by Ikhlas, Nov 1, 2016.

  1. Ikhlas

    Ikhlas Member

    Joined:
    Oct 26, 2016
    Messages:
    119
    Likes Received:
    6
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Dua orang pelajar SMA Negeri 2 Manna, Kabupaten Bengkulu Selatan, Yoravika Dwiwibangga dan Darma Gusti Lestari memenangi lomba Festival Inovasi dan Kewirausahaan Siswa Indonesia (FIKSI) 2016 atas kreasi mereka mengubah cangkang keong mas (Pomacea canaliculata) menjadi bahan utama biskuit yang diberi nama "Biskenda".

    "Kami terinspirasi dari keong mas yang selalu dikeluhkan petani karena menjadi hama tanaman padi," kata Yoravika saat dihubungi dari Bengkulu.

    Keluhan petani terhadap serangan hama keong mas pada tanaman padi menginspirasi kedua pelajar ini untuk mengubah cangkang keong menjadi sesuatu yang bermanfaat.

    Kreativitas mereka tidak hanya menghasilkan biskuit dengan rasa yang enak, tapi juga menciptakan makanan yang bernilai gizi mencegah osteoporosis atau penyakit tulang sebab kandungan kalsium cangkang keong sangat tinggi.

    Kandungan kalsium yang mencapai 66,7 persen dalam cangkang keong mas dipercaya sangat baik bagi tubuh, khususnya untuk mencegah osteoporosis. Inovasi biskuit Biskenda tersebut bahkan meraih medali emas dalam lomba FIKSI 2016 kategori gagasan boga.

    Pembuatan biskuit berbahan cangkang keong tersebut cukup sederhana. Tahap pertama pembersihan melalui tiga tahap kemudian cangkang dikeringkan.

    Setelah kering, cangkang keong tersebut dihaluskan hingga menyerupai tepung terigu. Kemudian tepung cangkang tersebut dicampur dengan bahan lain berupa susu, tepung terigu dan maizena.

    "Kemudian dimasak dalam oven selama lebih kurang 15 menit seperti pembuatan kue kering pada umumnya," ucapnya.

    Darma menambahkan, inovasi cangkang menjadi biskuit dengan tujuan dapat dikonsumsi semua lapisan usia mulai dari anak-anak hingga lanjut usia (lansia).

    Kepala Sekolah SMA Negeri 2 Kota Manna Kabupaten Bengkulu Selatan Tarman Hayad mengapresiasi prestasi kedua pelajar tersebut dan berharap dapat menginspirasi pelajar lainnya untuk berkreasi dan berinovasi.

    Pihak sekolah telah menyediakan wadah bagi siswa yang ingin mengembangkan bakat dan kreatifitas mereka dalam bentuk ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) yang dibimbing guru-guru yang sudah mendapat pelatihan dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).(vaa/sumber)
     
Loading...

Share This Page