Jenis Penyakit Autoimun Lengkap dengan Cara Pengobatannya

Discussion in 'Health & Medical' started by Josua Rifandy Siahaan, Oct 1, 2019.

  1. Josua Rifandy Siahaan

    Josua Rifandy Siahaan New Member

    Joined:
    Jul 12, 2015
    Messages:
    21
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    [​IMG]
    Jenis penyakit autoimun terkadang tidak anda sadari jika penyakit ini berbahaya. Penyakit autoimun disebabkan oleh sistem kekebalan tubuh anda sendiri. Terjadinya kesalahan pada sistem imun di tubuh anda dapat menyerang anda sendiri. Penyakit ini berkembang saat sistem kekebalan tubuh anda terjadi kesalahan saat menilai sel sehat yang berada dalam tubuh anda sendiri. Sel sehat saat itu dinili sebagai zat asing sehingga mengakibatkan mulai adanya produksi antibodi yang menyerang dan merusak sel sehat pada tubuh anda sendiri. Sedangkan secara normal sistem kekebalan tubuh bertugas menjaga tubuh itu sendiri dari gangguan organisme asing seperti bakteri dan virus.

    Semua jenis penyakit autoimun dapat berpengaruh terhadap semua anggota bagian tubuh. Termasuk di dalamnya yaitu saraf, otak, kulit, sendi, otot, jantung, mata, paru-paru, kelenjar, ginjal, saluran pencernaan, serta pembuluh darah. Penyakit yang terjadi karena autoimun memiliki jumlah 80 macam. Tergantung pada jenisnya autoimun dapat mempengaruhi banyak jaringan tubuh. Hal ini, berpengaruh pada pertumbuhan organ menjadi abnormal serta berakibat berubahnya fungsi pada organ.

    Jenis Penyakit Autoimun yang Umum Terjadi

    Beberapa penyakit yang disebabkan karena terjadi autoimun pada tubuh diantaranya:

    1. Rematik

    Radang sendi atau yang biasa disebut dengan rematik merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyerang bagian sendi. Bagi mereka yang terserang sakit rematik merasakan gejala seperti sendi sakit, kaku, bengkak dan menimbulkan kurangnya pergerakan pada tubuh.

    Kekebalan tubuh yang menghasilkan antibodi menempel pada lapisan sendi. Jika antibodi ini menyerang sendi maka akan terjadi pembengkakan, nyeri, dan menyebabkan peradangan. Anda harus segera pergi berobat ke dokter jika hal ini terjadi. Karena jika tidak segera diobati akan berakibat kerusakan sendi yang permanen secara berangsur-angsur.

    2. Psoriasis

    Psoriasis adalah penyakit yang terjadi akibat tumbuhnya sel kulit baru yang berkembang secara cepat sehingga menumpuk di permukaan kulit. Jika sudah terserang penyakit ini akan terjadi gejala kulit menjadi merah, bersisik, lebih tebal, dan kulit terlihat seperti bercak-bercak putih perak. Penyakit psoriasis juga dapat menyebabkan gatal dan rasa nyeri pada kulit.

    3. Penyakit Radang Usus

    Penyakit radang usus adalah penyakit yang disebabkan oleh autoimun yang menyerang bagian usus. Penyakit radang usus atau yang disebut dengan istilah inflammatory bowel disease/ IBD dapat mengakibatkan radang kronis pada bagian saluran pencernaan. Gejala yang ditimbulkan dari penyakit radang usus bisa berupa timbulnya diare, buang air besar yang mendesak, demam, pendarahan pada dubur, sakit perut, kelelahan, hingga mengakibatkan turunnya berat badan. Penyakit radang usus yang umum dialami adalah penyakit Crohn dan kolitis ulseratif.

    4. Lupus

    Lupus atau lupus eritematosus sistemik terjadi saat antibodi yang dihasilkan oleh tubuh menempel pada jaringan di seluruh tubuh. Jaringan tubuh yang biasa diserang oleh penyakit lupus meliputi ginjal, paru-paru, sendi, sel darah, kulit, dan saraf. Bagi orang yang sudah terserang penyakit lupus biasanya mengalami gejala seperti demam, rambut rontok, berat badan menurun, ruam, nyeri, kelelahan, sakit dada, bengkak pada sendi dan otot, kejang, sakit kepala, dan sensitif terhadap sinar matahari.

    5. Sklerosis Ganda

    Multiple sclerosis atau sklerosis ganda merupakan penyakit autoimun yang menyerang pada bagian lapisan pelindung dibagian saraf. Pengidap penyakit ini dapat mengakibatkan kerusakan pada bagian sumsum tulang belakang dan bagian otak. Anda yang menderita penyakit sklerosis ganda dapat mengalami gejala seperti kebutaan, kelumpuhan, koordinasi yang buruk, mati rasa, otot menegang, dan terasa lemas, gejala yang timbul akan bervariasi tergantung dengan lokasi dan serangan terhadap individu masing-masing.

    6. Diabetes Mellitus Tipe 1

    Sel penghasil insulin (hormon yang diperlukan untuk mengontrol kadar gula darah) di pankreas akan hancur jika terserang oleh antibodi sistem imun. Hal ini, berakibat tubuh tidak lagi dapat menghsilkan insulin, sehingga berakibat kadar gula darah menjadi tinggi. Kadar gula darah yang tinggi akan berpengaruh pada penglihatan, saraf, gusi, dan ginjal. Bagi anda yang menderita diabetes mellitus tipe 1 memerlukan suntikan insulin secara rutin agar dapat mengontrol penyakit supaya tidak berangsur-angsur parah.

    Beberapa Pengobatan Jenis Penyakit Autoimun

    Bagaimana cara merawat tubuh agar tidak terjangkit Penyakit ini? Penyakit autoimun memang belum bisa diketahui obatnya. Gejala yang timbul dapat dicegah dan dijaga agar tidak timbul flare. Pengobatan penyakit autoimun dapat dilakukan tergantung dengan jenis penyakit yang diderita, gejala yang timbul, serta tingkat parah atau tidaknya. Jika hanya nyeri yang dirasakan anda dapat mengkonsumsi obat aspirin atau ibuprofen. Orang yang sudah terkena gejala penyakit autoimun dapat juga mengalami terapi pengganti hormon jika yang diderita penghambatan produksi hormon dalam tubuh.

    Contohnya, bagi penderita diabetes mellitus tipe 1, dibutuhkan suntikan insulin agar dapat mengatur kadar gula darah. Sedangkan untuk penderita tiroiditis diberikan suntikan hormon tiroid. Tersedia juga obat untuk menekan penyakit autioimun seperti, kortikosteoid dapat digunakan untuk membantu menghambat perkembangnya penyakit serta dapat merawat fungsi organ tubuh. Penyakit autoimun rheumatoid arthtitis dan psoriasis dapat dicegah dengan obat anti TNF, seperti infliximab.

    Penyakit autoimun terkadang memang sulit untuk didiagnosa seorang dokter. Pada dasarnya penyakit autoimun memiliki ciri khas sendiri namun gejalanya bisa sama. Agar diagnosa penyakit autoimun dapat terlihat, biasanya dokter melakukan beberapa tes diantaranya tes ANA (antinuclear antibody) dan tes agar dapat diketahui peradangan yang mungkin ditimbulkan penyakit autoimun.

    Jenis penyakit autoimun memang banyak anda harus lebih waspada dalam menyikapi gejala-gejala yang timbul. Apabila anda sudah merasakan beberapa gejala yang timbul seperti uraian di atas segeralah pergi ke dokter agar penyakit yang diderita segera jelas jenisnya. Dengan dignosa dari dokter yang jelas maka anda akan diberikan pengobatan yang tepat.
     
  2. blackking

    blackking Well-Known Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    1,863
    Likes Received:
    131
    Trophy Points:
    63
    Sehat itu kadang sangat mahal harganya, maka pesan Nabi jaga sehat sebelum sakitmu
    orang kaya punya banyak duit mobil mewah tapi terbaring di kamar tidur tidak bisa bahagia karena sakitnya
     
Loading...

Share This Page