Keputihan Pada Masa Kehamilan, Berbahayakah?

Discussion in 'Health & Medical' started by outpost, Apr 25, 2014.

  1. outpost

    outpost Member

    Joined:
    Apr 11, 2014
    Messages:
    208
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Keputihan itu bukanlah suatu penyakit, melaikan ‘sebuah gejala’ penyakit atau kelainan tertentu pada area kewanitaan. Lalu, bagaimana jika keputihan itu sendiri terjadi pada masa kehamilan?

    Kenapa bisa terjadi?

    Pada masa kehamilan, tubuh Anda mengalamai banyak perubahan. Salah satu perubahan yang sering terjadi adalah keluarnya cairan atau lendir dari vagina dengan jumlah banyak lebih dari biasanya. Ternyata, lendir yang keluar itu akibat dari pengaruh hormon yang diproduksi selama kehamilan, contohnya adalah hormon estrogen. Perempuan tidak perlu khawatir akan hal ini, keputihan yang terjadi saat hamil itu normal terjadi, karena keadaan ini akan hilang dengan sendirinya setelah melahirkan.

    Lalu apa ciri-cirinya?

    Pada umumnya, keputihan yang normal terjadi pada ibu hamil itu berwarna putih seperti susu atau bening, bertekstur encer, tidak membuat gatal, tidak terasa nyeri, serta tidak berbau.
    Akan tetapi jika mengalami ciri-ciri di bawah ini, Para wanita harus berhati-hati karena ini merupakan tanda-tanda keputihan yang tidak normal selama kehamilan yang membutuhkan penanganan serius, yaitu:
    • Cairan berwarna putih kekuning-kuningan bahkan sampai kehijauan atau kekuningan.
    • Cairan lebih kental dan lengket.
    • Memiliki jumlah yang banyak.
    • Rasa gatal yang tidak tertahankan
    • Berbau tidak sedap.
    • Terdapat ruam kemerahan di sekitar area feminin.

    Apa penyebabnya keputihan tidak normal itu? Ada beberapa penyebab keputihan, antara lain :

    • Infeksi jamur dengan ciri-ciri keputihan, cairan yang berwarna kuning kehijauan, berbau tidak sedap, kental, dan menimbulkan nyeri saat berhubungan dan ketika berkemih.
    • Infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Ciri-ciri keputihan ini adalah cairan yang berwarna putih keabu-abuan, berbau tidak sedap, dan menyebabkan nyeri pada area feminin.
    • Infeksi yang disebabkan oleh Virus HPV (Human Papiloma Virus). Ciri-cirinya adalah kutil-kutil yang tumbuh di area feminin.
    • Keganasan kanker leher rahim .
    • Penyakit yang ditularkan lewat hubungan seksual, seperti Gonorhoe (GO) dan sifilis.
    • Lalu bagaimana mengatasi keputihan?

    Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan ketika ibu hamil mengalami keputihan, yaitu:

    • Menjaga kebersihan area feminin dengan baik.
    • Mengeringkan area feminin setelah buang air.
    • Menggunakan celana dalam yang terbuat dari bahan katun.
    • Hindari penggunaan pantyliner.

    Untuk ibu hamil jika mengalami keputihan tidak normal dengan ciri-ciri di atas jangan merasa malu ataupun segan untuk mengkonsultasikannya pada dokter kandungan Anda. Antisipasi awal akan mencegah kemungkinan terburuk untuk Anda dan Janin yang di kandung.
     
  2. fakih setiawan

    fakih setiawan New Member

    Joined:
    Jun 13, 2014
    Messages:
    6
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    kok bisa sampai berjamur gitu ya efeknya :(
     
Loading...

Share This Page