Ketahui Empat Faktor Ini Sebelum Pilih AR Sebagai Media Promosi Produk

Discussion in 'General Business' started by MonsterAR, May 15, 2020.

  1. MonsterAR

    MonsterAR Member

    Joined:
    Jun 10, 2018
    Messages:
    107
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    Teknologi Augmented Reality (AR) sebagai media promosi produk dan jasa saat ini semakin dilirik. Canggih dan interaktif menjadikan AR primadona bagi bisnis pemasaran.

    Bagi Anda yang tertarik menggunakan AR sebagai media promosi produk, Monster AR akan berbagi aspek yang layak Anda pertimbangkan. Tentunya, Anda tidak ingin hanya sekedar ikut-ikutan tren memakai AR bukan? Berikut empat faktor agar biaya pengeluaran pemasaran Anda tidak sia-sia:

    1. Tentukan Sasaran Kampanye Produk
    [​IMG]

    Terlebih dahulu tentukan target konsumen produk Anda sebelum melakukan promosi. Inovasi AR yang kompleks akan sangat bagus, terutama bagi konsumen anak muda dan anak-anak. Pada usia ini, mereka mempunyai rasa penasaran yang tinggi akan hal-hal baru. Teknik promosi produk konvensional akan terasa membosankan bagi mereka.

    Anda dapat melirik GERM CRISIS, cara promosi PT. KAO Indonesia melalui gamifikasi menggunakan teknologi kinect sehingga menjadikannya interaktif. MonsterAR membuatkan PT. KAO Indonesia Interactive Motion Game yang merupakan game pendidikan sekaligus memperkenalkan brand mereka. Dalam game ini, pengguna belajar mengetahui lokasi kuman membandel. Pemakai, yang mayoritas anak-anak, wajib menggosok-gosokkan bagian tubuh tertentu dengan benar. Hal ini dapat membantu Captain Guard melawan kuman yang membandel.

    Anak-anak memperoleh keseruan dengan memilih avatarnya sendiri. Avatar ini akan mengikuti gerakan dari pemain untuk melakukan proses membersihkan badan mereka. Game ini sangat menarik dan sangat cocok untuk dimainkan oleh anak-anak. Mereka dapat melatih gerakan fisik sekaligus bermain game.

    2. Kolaborasi dengan Pihak Ketiga
    [​IMG]

    Ada kalanya Anda sebaiknya menggandeng pihak ketiga agar promosi produk Anda lebih variatif. Inilah yang dilakukan oleh Burger King dengan mengangkat konsep bertemakan clown twist AR. Burger King bermitra dengan produsen sekuel film IT Chapter 2 yang tayang di bioskop di Indonesia pada 4 September 2019. Burger King bekerjasama dengan lembaga asal Jerman Grabarz & Partners dalam menggarap tema ini.

    Dengan judul ‘Escape the Clown,’ kampanye interaktif ini akan menawarkan pengguna kesempatan untuk mendapatkan kupon gratis dari lokasi Burger King terdekat. Untuk mendapatkan kupon gratis tersebut, pengguna akan diberikan tantangan dan harus menyelesaikannya sesuai batas waktu yang sudah ditentukan.

    Pengguna terlebih dahulu mengunduh aplikasi MyBK (My Burger King) yang sudah tersedia pada sistem operasional Android dan iOS. Pengguna yang berada di Jerman dapat mengunjungi McD terdekat untuk menemukan majalah yang mengandung iklan khusus. Scan iklan tersebut dengan kamera AR dari aplikasi MyBK untuk merasakan pengalaman Escape the Clown.

    Akan ada pesan tersembunyi yang muncul di bagian atas iklan. Pesan itu akan mengarahkan pengguna untuk ke Burger King terdekat. Jika pengguna dapat sampai ke tujuan dalam waktu tertentu, aplikasi yang menerapkan sistem geotag ini akan memberi mereka kupon untuk mendapatkan burger gratis. Seru kan?

    3. Interaksi dengan Konsumen
    [​IMG]

    Optimalkan keunggulan teknologi AR sebagai media promosi produk, terutama saat perusahaan Anda mengikuti bazar atau festival tertentu. Memakai teknologi AR sangat efektif menarik pengunjung festival tersebut. Mereka dapat merasakan pengalaman langsung daripada hanya membaca melalui brosur yang dibagikan oleh staf penjaga stand perusahaan Anda.

    Terlebih bagi Anda yang bergerak di sektor properti, menyediakan calon konsumen melihat rumah via AR akan mengajak mereka seolah berada di rumah tersebut. Informasi lengkap dalam AR tidak hanya memberikan pengetahuan tentang rumah itu tetapi juga kondisi sekitar. Ukuran detil rumah hingga per kamar dapat tersaji secara seru sehingga calon konsumen dapat memperoleh gambaran bagaimana jika mereka nanti memang membelinya.

    Kemaslah teknologi AR dalam bentuk tur virtual agar mereka memperoleh sensasi “hidup” menjelajahi calon hunian idaman.

    4. Efek viral di media sosial
    [​IMG]

    Sulit rasanya menghindarkan efek pemasaran positif dari media sosial. Banyak korporasi yang menyasar kampanye pemasaran di media sosial mengingat jumlah pengguna media sosial nasional mencapai 150 juta orang. Ini merupakan hasil riset dari Wearesosial Hootsuite yang dirilis pada Januari 2019. Dari 150 juta orang tersebut, sekitar 130 juta di antaranya mengakses media sosial melalui ponsel pintar masing-masing.

    Media sosial yang memang dirancang seru dan interaktif sangat cocok dipadukan dengan teknologi AR. Saat Anda memutuskan akan memakai teknologi AR, pikirkan juga bagaimana agar inovasi tersebut dapat bersinergi dengan kampanye produk di media sosial. Mungkin Anda bisa mempertimbangkan menunjuk beberapa influencer yang nantinya akan membuat postingan dengan balutan AR tentang produk Anda agar menarik followers mereka. Dari sinilah, efek viral akan mulai terbangun.

    Semoga bermanfaat!
     

    Attached Files:

Loading...

Share This Page