Kompas Ulas Sosok Ketua AKR, Mitra Penyalur Pinjaman di Mekar

Discussion in 'General Discussion' started by NItaarizal, May 2, 2019.

  1. NItaarizal

    NItaarizal New Member

    Joined:
    Feb 11, 2019
    Messages:
    19
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Abdi Kerta Raharja (AKR), salah satu lending partner (mitra penyalur pinjaman) di Mekar, membuktikan lagi bahwa koperasi yang satu ini memang tak bisa dipandang sebelah mata. Sebagai koperasi pemenang penghargaan, AKR telah banyak mendapatkan apresiasi atas keberhasilan lembaga ini dalam menjalankan layanan pinjaman mikro bagi pengusaha kecil di Banten dan Jawa Barat.

    Di tahun 2017, AKR berhasil membawa pulang penghargaan Bakti Koperasi yang diraih oleh ketuanya, Hj. E. Farida, untuk pengabdiannya yang luar biasa selama bertahun-tahun mengembangkan koperasi yang dipimpinnya.

    [​IMG]
    Farida Alawi, Ketua Koperasi AKR, Mitra Penyalur Pinjaman MEKAR – Foto: AKR
    Di awal bulan April, profil ketua AKR Hj. E. Farida juga muncul dalam artikel panjang yang ditulis oleh wartawan Kompas Dwi Bayu Radius untuk kolom Sosok di harian Kompas, media cetak terbesar di tanah air. Pada edisi 10 April, Dwi menulis tentang Farida yang terinspirasi oleh kesuksesan Grameen Bank, sebuah model pembiayaan mikro (microfinancing) yang digagas oleh Muhammad Yunus di Bangladesh, dalam menyediakan akses layanan keuangan bagi masyarakat miskin di desa-desa.

    “Saya memang mengidolakan Yunus. Saat datang ke Bangladesh pada tahun 2008, saya semakin meyakini kehebatan Grameen Bank. Saya melihat sendiri situasi Bangladesh,” ujar Farida seperti dikutip oleh Kompas.

    Farida lalu menguraikan bagaimana pengalamannya di Bangladesh dan krisis finansial yang melanda Indonesia di tahun 1998 membulatkan tekadnya untuk menginisiasi program pengentasan kemiskinan di Kabupaten Tangerang, Banten, pada tahun 2003. Saat itu, Farida menjabat sebagai Kepala Bidang Investasi Daerah Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah Kabupaten Tangerang.

    Program yang dijalankan Farida memberikan kesempatan bagi masyarakat miskin di daerah tersebut untuk mendapatkan pinjaman mikro tanpa agunan. Setahun kemudian, program Farida terbukti sukses; sebanyak 17 kecamatan di Banten mengadopsi program tersebut dengan tingkat pinjaman bermasalah (NPL) sebesar 0%.

    [​IMG]
    Gambar diambil dari Kompas.id
    Pencapaian luar biasa ini akhirnya mendorong Farida untuk mendirikan Koperasi Abdi Kerta Raharja di tahun 2009. AKR menerapkan model pembiayaan mikro dari Grameen Bank dan berhasil mengulang kisah sukses program tersebut dalam menyediakan fasilitas pinjaman mikro bagi masyarakat pra-sejahtera dan memastikan bahwa sebagian besar dari mereka membayar kembali pinjaman mereka secara tepat waktu.

    Saat ini, Abdi Kerta Raharja telah memiliki lebih dari 36.000 orang anggota dengan 30.000 di antaranya adalah peminjam mikro kredit. Sejak Maret 2017, AKR telah terdaftar sebagai mitra penyalur pinjaman di MEKAR. Mekar.id adalah sebuah platform online yang menghubungkan pelaku usaha kecil di seluruh Indonesia yang membutuhkan pembiayaan usaha dengan investor (pemberi pinjaman) yang mencari alternatif investasi yang tidak hanya menguntungkan, namun juga berdampak sosial positif.

    Sebagai perusahaan penyedia layanan pinjaman peer-to-peer, MEKAR bermitra dengan lembaga-lembaga keuangan mikro terkemuka seperti AKR yang menjadi perpanjangan tangan Mekar dan berinteraksi langsung dengan para peminjam. Hingga April 2019, MEKAR telah memiliki empat mitra yang kesemuanya adalah koperasi simpan pinjam dengan pengalaman dan keahlian yang mumpuni dalam menyalurkan pinjaman mikro pada pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

    Baca juga: Lembaga Keuangan Mikro Bisa Bermitra dengan MEKAR Dalam Mendanai UMKM Indonesia

    Berikut ini kutipan dari artikel yang dimuat di Kompas:

    Selama 10 tahun berdiri, koperasi itu telah memiliki 36.350 anggota dengan aset mencapai Rp 82 miliar. Meski tanpa agunan, angka kredit bermasalah AKR sangat rendah atau tak pernah melampaui 0,45%.

    Koperasi tersebut menyediakan pinjaman mulai dari Rp 800.000 hingga Rp 25 juta dengan suku bunga bervariasi. Pinjaman kurang dari Rp 5 juta yang biasa diambil para pelaku usaha kecil menengah, misalnya, dikenai suku bunga 2 persen per bulan.

    Meski pinjaman disalurkan kepada masyarakat kurang mampu, mereka disiplin membayar cicilan. Bahkan, sebagian dari mereka melunasi pinjaman lebih cepat.

    Tak hanya berorientasi profit, AKR juga menerapkan kepedulian sosial yang tinggi. Sejak koperasi itu berdiri, misalnya, 1.000 pelajar telah mengikuti pendidikan setara sekolah menengah atas (SMA) untuk menempuh ujian paket C tanpa dipungut bayaran.

    Sebagian keuntungan AKR juga disisihkan untuk membantu warga, seperti sunatan massal, reparasi rumah, dan menyantuni yatim piatu.

    Baca lebih lanjut tentang mitra penyalur pinjaman MEKAR Koperasi Abdi Kerta Raharja.

    Sumber: https://blog.mekar.id/kompas-sosok-ketua-akr-mitra-penyalur-pinjaman-di-mekar/
     
Loading...

Share This Page