Lahirnya Profil Digital Universal

Discussion in 'General Internet' started by Tirah Wawas, May 23, 2018.

Tags:
  1. Tirah Wawas

    Tirah Wawas Member

    Joined:
    Aug 22, 2016
    Messages:
    315
    Likes Received:
    41
    Trophy Points:
    28
    [​IMG]

    Masyarakat di Eropa umumnya lebih peduli tentang privasi daripada negara lain. Hal tersebut dikarenakan adanya sejarah sejumlah pelanggaran privasi besar, sehingga konsekuensinya data pribadi harus diperlakukan sangat sensitif. Setelah adanya Skandal Cambridge Analytica, puncaknya adalah keluarnya peraturan privasi yang baru di Eropa. GDPR akan mulai berlaku pada 25 Mei 2018, dan menjadi topik hangat pada saat kesaksian Zuckerberg baru-baru ini.

    Salah satu artikel utama adalah hak untuk portabilitas data pribadi. Singkatnya, ini menyatakan bahwa pengguna layanan dapat meminta data pribadi mereka untuk ditransfer ke penyedia lain tanpa masalah. Ini berarti bahwa jika kita tidak ingin menggunakan jaringan sosial lagi, maka kita dapat beralih ke layanan yang lain dan tetap memiliki semua data pribadi kita seperti profil, gambar, pesan, posting, suka dan lain-lain yang akan dikirim ke penyedia baru. Itu adalah ide yang sama seperti tetap menggunakan nomor telepon ketika beralih ke operator lain, tetapi bedanya hal tersebut berlaku untuk semua data pribadi yang kita miliki.

    Karena adanya permintaan transfer data ini menjadi semakin umum, maka perusahaan tentunya ingin meminimalkan upaya tersebut untuk mematuhinya. Satu-satunya hal logis yang harus dilakukan untuk menghindari keharusan mengonversi data ke dalam masing-masing format penyedia adalah menyetujui sebuah format standar untuk data pribadi dan API yang akan digunakan untuk mengaksesnya. Jadi semua pesan, jejaring sosial, data lokasi, gambar, riwayat pembelian, riwayat mendengarkan musik, dan lain-lain akan menjadi standar, seperti layaknya email atau kalender yang telah digunakan selama beberapa decade terakhir.

    Konsumen akhirnya akan menyadari bahwa profil yang mereka buat dapat digunakan kembali di tempat atau layanan lain. Sehingga mereka akan dapat memperlakukan profil mereka sebagai sumber daya bersama di antara semua penyedia yang membutuhkan informasi serupa. Misalnya, jika mereka mengunggah identitias mereka di situs web untuk diverifikasi, maka mereka dapat menggunakan kembali profil yang sudah diverifikasi di tempat lain, tanpa harus mengirim ulang informasi dan menunggu konfirmasi.

    Dengan memiliki profil pengguna tunggal dan dapat dipindahkan akan sangat mirip dengan apa yang dilakukan Facebook dengan tombol Connect Facebook, tetapi dengan satu perbedaan besar: Facebook tidak dapat menyimpan data pengguna untuk diri mereka sendiri dan tidak akan ada lagi penguncian data pribadi. Para pengguna akan dapat memutuskan siapa saja yang mendapatkan akses ke data mereka dan untuk keperluan apa.

    Pada tahap tersebut Profil Digital Universal (Universal Digital Profile) mulai menjadi mainstream, seluruh ekonomi baru akan muncul, mulai dari cloud data pribadi sampai dengan agregator identitas pribadi atau platform monetisasi data. Semua gagasan yang telah beredar selama bertahun-tahun tetapi tidak dapat diskalakan karena kurangnya interoperabilitas akhirnya akan menjadi sebuah kenyataan.

    Hal tersebut merupakan masalah besar bagi internet, dan untuk masyarakat di Eropa. Ini merupakan salah satu dampak paling mendalam dari GDPR pada kehidupan digital dan pada kebebasan gerak digital . Semoga hal tersebut tidak terbatas untuk wilayah Eropa saja, dan perusahaan di seluruh dunia akan dapat mengadopsi ide tersebut.(hh)

    Sumber
     
  2. Hari

    Hari Member

    Joined:
    May 14, 2014
    Messages:
    98
    Likes Received:
    13
    Trophy Points:
    18
    Data pribadi kita memang harus aman, jangan sampai ketahuan sama orang yang tidak bertanggung jawab
     
Loading...

Share This Page