Memaknai Sumpah Pemuda

Discussion in 'General Discussion' started by Barunasasra, Oct 30, 2020.

  1. Barunasasra

    Barunasasra New Member

    Joined:
    Sep 28, 2020
    Messages:
    11
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    3
    [​IMG]

    Kita semua tahu, bahwa kemerdekaan bangsa dan negara Indonesia tidak luput dari peran para pemuda. Kongres Pemuda Kedua yang digelar pada 28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta) menyepakati ikrar Sumpah Pemuda.

    Kamu tentu sudah tahu apa isi teks sumpah pemuda kan? siapa saja tokoh yang terlibat dalam sumpah pemuda? Sebagai pengingat sejarah, mari kita bahas satu persatu, dimulai dari teks sumpah pemuda berikut ini:

    "Kami putra dan putri Indonesia yang mengaku bertumpah darah yang satu, Tanah air Indonesia"

    "Kami putra dan putri Indonesia, berbangsa yang satu Bangsa Indonesia"

    "Kami putra dan putri Indonesia, berbahasa yang satu, Bahasa Indonesia"

    Dari isi teks Sumpah Pemuda ini, kita harus belajar betapa besar peranan pemuda pada masa pra kemerdekaan Indonesia. Setiap kalimat pada teks Sumpah Pemuda dimaknai sebagai gerakan mempersatukan seluruh bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, bahasa dan agama yang berbeda.

    Sejarah mengungkapkan, setelah Sumpah Pemuda, banyak pemuda yang bergabung membentuk organisasi kepemudaaan di berbagai daerah di Indonesia.

    Organisasi Pemuda Indonesia Yang Lahir Setelah Sumpah Pemuda

    [​IMG]


    Pada tahun 1928, beberapa di antara organisasi pemuda dari berbagai daerah di Indonesia bergabung dalam sebuah organisasi. Di antaranya, Jong Java, Pemuda Indonesia dan Jong Sumatra yang sepakat untuk bergabung dalam gerakan bernama “Indonesia Muda” yang dibentuk di Solo pada 21 Desember 1930.

    Banyak tokoh pemuda yang terlibat dalam pembentukan Indonesia Muda seperti Tokoh Radio Republik Indonesia Abdul Rahman Saleh, Gubernur Sumatera Selatan (1956-1963) Achmad Bastari, sastrawan dan pahlawan Indonesia Mohammad Yamin, pencipta lagu anak-anak terkenal Saridjah Niung (Ibu Sud), pendiri majalah Poejangga Baroe Arjmin Pane, dan masih banyak lagi.

    Pada periode tahun 1930 – 1940, beberapa organisasi terbentuk atas dasar ideologi, agama dan daerah yang sama, seperti Persatuan Pemuda Rakyat Indonesia (PERPRI), Jong Islamieten Bond, dan Pemuda Muslimin Indonesia.

    Masih pada era yang sama, tepatnya di tahun 1939, beberapa organisasi kepemudaan bernafaskan agama seperti Pemuda Islam Indonesia, Pemuda Muhammadiyah, Ansor Nahdlatul Ulama hingga Persatuan Pergerakan Pemuda Kristen dan Muda Katholik terbentuk.

    Ada pula Persatuan Pemuda Taman Siswa, Persatuan Pemuda Teknik, hingga Putra Putri Tjirebon, Yeund Organisasi Sriwijaya, Minangkabau Muda dan Keagungan Sulawesi.

    Politik Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

    [​IMG]


    Berbicara soal peran pemuda pada masa pra kemerdekaan tentu tak bisa lepas dari sistem politik di Indonesia. Pada saat itu, politik digunakan sebagai cara menguatkan, mempersatukan dan berjuang melunasi janji-janji kemerdekaan Republik Indonesia.

    Politik dianggap sebagai alat yang paling efektif untuk menciptakan perubahan dan kemajuan bagi negara. Mengingat pada era itu, bangsa kita masih tergolong kultur nation yang bergabung dari berbagai suku bangsa dari Sabang hingga Merauke.

    Itulah mengapa sumpah pemuda menjadi ikrar yang efektif mempersatukan para pemuda di Indonesia.

    Sumber: Pahamify.com
     
Loading...

Share This Page