Mengapa Cara Pasang Antena TV Harus Tepat?

Discussion in 'General Discussion' started by sertawawan, Sep 26, 2020.

Tags:
  1. sertawawan

    sertawawan New Member

    Joined:
    May 7, 2019
    Messages:
    5
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    3
    Tahukah Anda cara pasang antena TV dengan tepat? Cara pasang antena TV harus tepat. Mengapa? Pada artikel ini akan dibahas alasan tentang hal tersebut secara lengkap dari pintarelektro.com.

    Orang yang pernah mengunjungi pelosok Indonesia, tentu pernah melihat deretan parabola, seperti jamur abadi di sebuah kota kecil yang jauh di sana. Kota-kota kecil, seperti di daerah Pulau Sumatera, Pulau Kalimanta, Pulau Sulawesi, Pulau Papua, membutuhkan parabola untuk menonton TV.

    Tanpa parabola, tidak ada siaran TV yang bisa ditangkap. Berbeda dengan orang-orang yang hidup di perkotaan, mereka hanya harus tahu cara pasang antena TV untuk bisa menonton siaran TV. Parabola tidak diperlukan.

    Kegunaan Antena

    Antena TV ini dibutuhkan untuk menangkap frekuensi UHF dan VHF. Frekuensi inilah yang memungkinkan televisi menangkap siaran dari stasiun televisi yang ada di sekitarnya. Kalau sinyal itu kecil atau relay stasiun televisi itu jauh, cara menangkapnya pun harus menggunakan antena yang tinggi.

    Inilah alasan di beberapa daerah, bisa terlihat antena televisi yang dipasang di atas pohon, menggunakan tiang tinggi hingga 3 meter, dipasang diatap rumah, dan lain-lain.

    Jika ada angin yang bertiup kencang, siaran televisi pasti terganggu. Layar TV akan berbintik-bintik. Orang pun akan sibuk mengendalikan antena televisi miliknya.

    Caranya bermacam-macam, mulai dari memegang antena agar tidak bergerak, memindahkan antena ke tempat yang lebih aman dan stabi, hingga membuat antena baru atau membeli yang baru yang lebih canggih.

    Tanpa antena yang baik, sering kali, siaran televisi itu tidak bisa dinikmati. Jarang ada tempat yang bisa menyaksikan siaran televisi tanpa harus menambah antena. Untuk siaran dari stasiun televisi tertentu saja terkadang antenanya khusus.

    Misalnya, senang menonton satu siaran sepak bola dari stasiun tertentu, karena frekuensi menggunakan UHF, lalu mencari antena yang bisa menangkap sinyal itu dengan baik.

    Sebaliknya, jika frekuensinya VHF, mencari antena yang bisa menangkap sinyal VHF. Jika menangkap frekuensi VHF dan UHF, antenanya pun berbeda.

    Inilah mengapa bentuk antena ada yang besar dan panjang dengan keping logam serta kawat yang bercabang ke mana-mana, seperti jari-jari tangan yang dibentangkan. Ada antena yang berbentuk bulat seperti piala suatu kompetisi olahraga, dan bentuk lainnya.

    Antena hanya dengan bentangan aluminium bekas pun ada. Hal yang terpenting adalah menentukan frekuensi yang ingin kita dapatkan. Biasanya orang lebih memilih yang UHF. Gelombang ini dipakai oleh para stasiun televisi swasta, seperti RCTI, SCTV, Indosiar, ANTV, Global, Trans TV, Trans 7, dan Metro TV. Gelombang VHF biasanya dipakai oleh stasiun televisi milik negara, TVRI.

    Jika masih ingat zaman hanya ada TVRI, antena ini bentuknya lebar, dengan pipa logam berjejer seperti berbaris. Panjangnya sekiar 50 cm. Ada beberapa jejeran pipa. Cara memasang antenanya adalah dengan diletakkan dikayu yang cukup panjang. Sekarang, antena seperti ini sudah dimodifikasi sedemikan rupa sehingga tampilannya bagus dan tidak berat.

    Tidak lagi menggunakan pipa yang panjang, tetapi cukup pipa ukuran pendek dan aluminum yang dibentuk seperti rangkaian bunga. Lucu sekali bentuknya. Warnanya pun ada yang menggunakan warna orange, kuning, merah atau warna-warni. Beratnya pun sangat ringan. Harganya mulai dari belasan rupiah hingga ratusan ribu rupiah bergantung pada jenis dan produsennya.

    Memasang Antena

    Jika antenanya bagus, biasanya tidak perlu menggunakan antena yang dipasang di luar atau istilahnya antena outdoor. Cukup dengan tambahan antena indoor saja, semua siaran bisa didapat. Kecuali, biasanya sinyal VHF agak membandel.

    Bagi yang maniak TVRI, sebaiknya memang memasang antena outdoor. Berbeda kalau relay TVRI ini berada di dekat rumahnya. Siaran TVRI bisa ditangkap dengan mudah.

    Jangan disangka TVRI ini tidak ada penggemarnya. Bagi masyarakat tertentu, acara di stasiun TVRI tetap menarik. Iklan pun tidak banyak sehingga tidak terlalu terkotori oleh hal-hal yang tidak ada gunanya. Sekolah-sekolah masih ada yang meminta siswanya untuk menonton acara edukasi dari TV Edukasi yang disiarkan di TVRI.

    Berita dari seluruh Indonesia dan siaran pedesaan masih ditunggu oleh para pendengar setia. Topik talk show yang ada di TVRI tidak kalah menarik dengan topik talk show yang ada di stasiun-stasiun TV swasta. Kemeriahannya pun sama.

    Hanya saja mungkin tidak dipandang terlalu keren karena pembawa acaranya kurang terkenal. Artis yang tampil pun bukan artis papan atas dengan bayaran selangit. Namun, tetap saja TVRI mengudara dan memberikan berita menarik.

    Teknik memasang antena cukup mudah. Antena cukup disambungkan ke tabung televisi. Setiap TV itu pasti mempunyai port khusus untuk antena ini. Antena cukup diletakkan di atas televisi atau digantung di dinding.

    Agar antena tidak memperburuk penampilan ruangan, pilihlah antena yang penampilannya manis. Kurang indah tampaknya, jika memasang antena seadanya tanpa memikirkan estetika ruangan.

    Sebelum membeli antena, sebaiknya dicoba dahulu di tempat penjualannya. Apakah bisa menangkap sinyal yang diinginkan atau tidak. Sebaiknya membeli antena di toko yang dekat rumah. Kalau jauh dari rumah, sinyal bisa saja bagus di toko tersebut, tetapi ketika sampai di rumah, ternyata sinyal tidak bagus.

    Pengaruh gedung tinggi yang ada di sekitar rumah bisa membuat sinyal tidak tertangkap dengan baik. Jadi, jangan salahkan penjual antena kalau ternyata ketika dicoba di rumah, antena tidak berfungsi dengan baik.

    Posisi televisi juga menentukan daya tangkap sinyal. TV yang diletakkan di kamar tidur terkadang tidak mampu menangkap sinyal dengan baik karena mungkin posisi kamar tidur yang tersembunyi. Untuk itulah, coba periksa tempat meletakkan televisi apakah akan menghalangi sinyal atau tidak.

    Kalau pun akan menempatkan TV di dinding, pastikan bahwa dinding kedap air dan atap bagus tidak ada yang bocor. Jangan sampai TV rusak karena terkena air hujan yang menetes dari atap yang bocor.

    Jika terjadi konslet, tidak hanya TV yang rusak, terkadang tabungnya pun terbakar. Bahkan mungkin akan terjadi ledakan yang mengerikan. Hal ini akan sangat merugikan. Cek selalu keadaan dinding apakah lembab atau tidak.

    Kalau ada tanda-tanda dinding lembab, segera pindahkan TV. Apalagi kalau dinding itu merupakan batas dinding kamar dan dinding kamar mandi. Sebaiknya TV diletakkan di meja saja.

    Untuk jenis TV flat, tempelkan di dinding dengan posisi yang nyaman. Ketika menonton, kepala tidak sakit. Antena bisa dibuat manis dengan menggunakan antena yang pas dengan jenis televisi yang dimiliki.
     
Loading...

Share This Page