Mengapa wanita mengalami keputihan? Berikut Penyebab dan Gejalanya

Discussion in 'Health & Medical' started by resi raphael, Oct 6, 2022.

  1. resi raphael

    resi raphael Member

    Joined:
    May 16, 2019
    Messages:
    117
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    18
    Wanita sering mengalami keputihan, juga dikenal sebagai leukorrhea, yang merupakan sekresi sel dan cairan yang terus menerus. Siklus keputihan ini dapat menunjukkan bahwa tubuh wanita berfungsi secara teratur dalam upayanya untuk mengganti sel-sel yang aus dengan yang baru.

    Infeksi virus dan ketidaknyamanan dapat dihindari dengan menggunakan keputihan sebagai pelumas vagina, pelembab, dan menjaga kesehatan vagina.

    Karena jenis keputihan ini merupakan gejala dari masalah kesehatan vagina, maka sebenarnya keputihan yang menyimpanglah yang paling mengkhawatirkan wanita. Rasa gatal, tidak nyaman, dan terbakar dari keputihan atipikal juga terlihat pada warna, aroma, dan tekstur lendir.

    Mengapa wanita mengalami keputihan?

    Merupakan proses alami bagi vagina untuk membersihkan diri saat terjadi keputihan. Rangsangan seksual, menyusui, stres, atau perubahan hormon dalam tubuh dapat menyebabkan keluarnya cairan ini.

    Biasanya memiliki bau yang tidak sedap, yang menandakan bahwa ada masalah kesehatan pada vagina, ketika keputihan ini berubah menjadi tidak normal. Infeksi virus seperti vaginosis bakteri, infeksi jamur, atau penyakit menular seksual seperti klamidia, gonore, dan trikomoniasis semuanya dapat menyebabkan keputihan yang tidak normal.

    Gejala keputihan normal dan tidak normal berbeda satu sama lain

    Tanda dan gejala berikut merupakan indikasi keputihan normal:
    1. Lendir tidak memiliki bau, apakah itu tidak menyenangkan atau air.
    2. Susu putih atau lendir bening
    3. Lengket, licin, dan terkadang terlalu encer
    4. Banyak lendir yang keluar.
    5. Antara siklus menstruasi atau selama ovulasi, ada keputihan.
    Gejala-gejala berikut ini terdaftar sebagai gejala keputihan abnormal:
    1. Lendir berwarna kekuningan, kehijauan, keabu-abuan, atau kemerahan
    2. Lendir memiliki bau busuk, amis, atau tidak menyenangkan
    3. Keluarnya lendir ditambah dengan ketidaknyamanan
    4. Vagina mulai terbakar atau gatal
    5. Ketidaknyamanan panggul
    6. Pendarahan setelah atau selama hubungan seksual, serta selama menstruasi
    7. Sakit saat buang air kecil
    Pengobatan untuk keputihan abnormal

    Tergantung pada penyebabnya, keputihan abnormal dapat diobati, tetapi prosedur standar meliputi:
    1. Obat antijamur digunakan dalam bentuk krim, salep, pil, dan supositoria tergantung pada tingkat keparahan dan frekuensi infeksi.
    2. Antibiotik digunakan dalam situasi di mana ada keputihan abnormal yang persisten.
    Aktifitas yang disarankan
    1. Jaga kesehatan alat kelaminmu
    2. Penggunaan pembersih vagina dengan zat tertentu tidak disarankan
    3. Untuk mencegah kuman di anus menyebar ke vagina, cucilah dari vagina ke anus
    4. Kenakan pakaian dalam yang lembut yang dapat dengan cepat menghilangkan keringat
    5. Gunakan kondom saat berhubungan seks
    6. Gunakan sabun yang tidak akan mempengaruhi keseimbangan pH (keasaman) bakteri di vagina
    Jiga keputihan sudah lama tidak sembuh maka disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter terdekat. Tujuannya untuk mengetahui apa penyebabnya dan dapat diatasi dengan benar.
     
  2. blackking

    blackking Well-Known Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    2,208
    Likes Received:
    155
    Trophy Points:
    63
    Masalah wanita kayaknya lebih kompleks dengan adanya kondisi alami tersebut
     
  3. Erwinsiperetas

    Erwinsiperetas New Member

    Joined:
    Mar 30, 2020
    Messages:
    6
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Mantab nih, edukasi untuk para wanita.
     
Loading...

Share This Page