Mengenal Bayi Tabung, Bagaimana Prosesnya?

Discussion in 'Health & Medical' started by muezaa, Oct 5, 2020.

  1. muezaa

    muezaa Member

    Joined:
    Jan 16, 2017
    Messages:
    70
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    8
    Program bayi tabung menjadi salah satu pilihan bagi pasangan yang mendambakan momongan. Program ini dikenal juga dengan sebutan fertilisasi in vitro (IVF), merupakan teknologi reproduksi yang diklaim efektif membantu wanita mendapatkan kehamilan.

    Disamping itu, prosedur bayi tabung juga rumit dan mahal. Sekitar 5 persen dari banyaknya pasangan dengan infertilitas yang mencari tahu tentang prosedur ini. Adapun proses melakukan prosedur ini terdapat lima langkah dasar dalam proses transfer embrio dan bayi tabung, yakni:

    [​IMG]

    1. Obat kesuburan untuk merangsang produksi telur
    Dokter akan memberikan obat kesuburan, biasanya dengan suntikan untuk merangsang ovarium menghasilkan banyak sel telur, Bunda. Prosedur ini penting untuk mengantisipasi beberapa sel telur yang tidak bisa berkembang atau ketidakmampuan sperma membuahi. Untuk memeriksa ovarium digunakan alat ultrasonografi transvaginal. Selain itu, ada pengambilan sampel tes darah untuk memeriksa kadar hormon dalam tubuh.

    2. Pengambilan sel telur
    Selanjutnya, sel telur akan diambil melalui prosedur bedah kecil yang menggunakan ultrasound untuk memandu jarum berlubang melalui rongga panggul. Dalam proses ini, dokter akan memberi obat bius untuk mengurangi dan menghilangkan kemungkinan rasa tidak nyaman.

    3. Menyiapkan sperma
    Pada pria akan diminta untuk memberikan sampel sperma. Setelah siap, maka selanjutnya akan digabungkan dengan sel telur.

    4. Proses inseminasi
    Dalam proses yang disebut inseminasi, sperma dan sel telur akan dicampur bersama dan disimpan dalam wadah di laboratorium untuk mendorong terjadinya pembuahan. Dalam beberapa kasus, ada kemungkinan tingkat keberhasilan pembuahan lebih rendah. Untuk mengatasinya, injeksi sperma intrasitoplasma (ICSI) dapat digunakan.

    Melalui prosedur tersebut, satu sperma disuntikkan langsung ke dalam sel telur. Kemudian, sel telur tersebut akan terus dipantau untuk memastikan terjadi pembuahan dan pembelahan sel. Setelah ini terjadi, sel telur yang telah dibuahi akan dianggap sebagai embrio.

    5. Embrio dipindahkan ke rahim
    Embrio biasanya dipindahkan ke rahim wanita 3-5 hari setelah pengambilan sel telur dan pembuahan. Prosesnya dilakukan dengan kateter atau tabung kecil yang dimasukkan ke dalam rahim untuk memindahkan embrio.

    Prosedur ini tidak menimbulkan rasa sakit bagi kebanyakan wanita, meskipun ada beberapa kemungkinan mengalami kram ringan. Jika prosedur berhasil, implantasi biasanya dilakukan sekitar enam hingga 10 hari setelah pengambilan sel telur.
     
Loading...

Share This Page