Mengenal Penyebab Hipertensi Sekunder

Discussion in 'Health & Medical' started by Josevale Martinez, May 25, 2017.

  1. Josevale Martinez

    Josevale Martinez New Member

    Joined:
    Feb 10, 2017
    Messages:
    3
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Apa Itu Hipertensi Sekunder ?
    [​IMG]Hipertensi sekunder adalah tekanan darah tinggi yang disebabkan oleh masalah kesehatan atau penyakit lain, seperti gangguan pada pembuluh darah, jantung, ginjal, atau sistem endokrin. Hipertensi sekunder juga bisa terjadi karena kehamilan. Hipertensi sekunder perlu ditangani secara dini untuk menghindari terjadinya komplikasi akibat gangguan pada pembuluh darah, seperti stroke, penyakit jantung, atau gagal ginjal.

    Apa Saja Gejala Hipertensi Sekunder
    Berikut ini adalah beberapa tanda yang bisa mengindikasikan seseorang terkena hipertensi sekunder, di antaranya:

    • Hipertensi resisten. Tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik di atas 140 mm Hg dan diastolik di atas 90 mm Hg) yang tidak bisa diatasi dengan kombinasi 1 atau 2 obat hipertensi.
    • Tekanan darah yang sangat tinggi. Tekanan darah sistolik lebih dari 180 mm Hg dan diastolik lebih dari 120 mm/hg.
    • Tidak ada riwayat hipertensi dalam keluarga.
    • Serangan darah tinggi mendadak sebelum usia 30 tahun, atau setelah usia 55 tahun.
    • Adanya gejala lain yang berkaitan dengan penyakit penyebab hipertensi sekunder.
    Apa Saja Penyebab Hipertensi Sekunder ?
    Hanya sepuluh persen kasus hipertensi yang masuk ke dalam kategori hipertensi sekunder, selebihnya adalah hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya.

    Umumnya penyebab hipertensi sekunder berkaitan dengan peningkatan produksi hormon, misalnya:

    • Penyakit ginjal. Apabila terjadi gangguan aliran darah yang masuk ke ginjal, maka ginjal akan mengeluarkan hormon yang disebut renin, yang dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.
    • Pheochromocytoma. Tumor pada kelenjar adrenal yang memproduksi hormon epinefrin (adrenalin) dan nonepinefrin (nonadrenalin) berlebih.
    • Hiperaldosteronisme (sindrom Conn). Berlebihnya produksi hormon aldosteron oleh kelenjar adrenal, yang dapat menghambat pengeluaran garam dari dalam tubuh.
    • Hiperkortisolisme (sindrom Cushing). Kelenjar adrenal memproduksi hormon kortisol secara berlebih. Keadaan ini bisa juga terjadi pada tumor kelenjar adrenal, baik ganas maupun jinak.
    • Hiperparatiroidisme. Meningkatnya produksi hormon paratiroid (parathormon) yang menyebabkan kadar kalsium meningkat. Pada penderita hiperparatiroidisme, hampir selalu ada hipertensi. Namun apa yang menyebabkan hipertensi tersebut masih belum jelas.
    Selain itu, ada juga beberapa pemicu lain yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder terjadi, di antaranya:

    • Diabetes nefropati. Komplikasi diabetes yang dapat merusak sistem kerja ginjal.
    • Penyakit glomerular. Pembengkakan atau kerusakan pada penyaring kecil bernama glomeruli yang berfungsi menyaring zat buangan, termasuk garam, dari dalam tubuh.
    • Hipertensi renovaskular. Hipertensi yang terjadi karena penyempitan pada kedua arteri yang membawa pasokan darah ke ginjal.
    • Koarktasi aorta. Penyempitan aorta yang merupakan cacat bawaan lahir.
    • Kehamilan. Tekanan pada arteri yang umumnya terjadi saat hamil dan dapat mengakibatkan preeklampsia.
    • Gangguan tidur (sleep apnea). Kerusakan pada dinding pembuluh darah dikarenakan pasokan oksigen yang minim saat tidur.
    • Obesitas. Kondisi ini akan meningkatkan aliran darah dalam tubuh, memicu tekanan yang lebih pada dinding arteri.
    • Obat-obatan. Efek samping dekongestan, obat pereda sakit, pil kontrasepsi, obat antidepresi, obat antiinflamasi nonstreoid (NSAIDs), metamfetamina dan beberapa obat herba dengan kandungan tertentu dapat meningkatkan tekanan darah dalam tubuh.
    • Tindakan seperti transplantasi organ pun bisa menjadi salah satu pemicu tingginya tekanan darah.
    sumber : http://obatdarahtinggi77.idkes.com/mengenal-penyakit-hipertensi-sekunder-penyebab-dan-gejalanya/
     
Loading...

Share This Page