Mengenal Suku Sunda Yuuk!

Discussion in 'Education' started by Heriinc, Nov 11, 2016.

  1. Heriinc

    Heriinc New Member

    Joined:
    Sep 8, 2016
    Messages:
    2
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    [​IMG]

    Suku Sunda (Urang Sunda) adalah kelompok etnis yang berasal dari wilayah barat pulau Jawa, Indonesia, dengan sebutan Tatar Pasundan yang menjangkau wilayah administrasi provinsi Jawa Barat, Banten, Jakarta, Lampung dan sedikit wilayah barat Jawa Tengah (Banyumasan). Orang Sunda tersebar diberbagai wilayah Indonesia, dengan provinsi Banten dan Jawa Barat menjadi tampat utamanya.

    Jati diri yang mencirikan masyarakat Sunda adalah bahasa dan budayanya. orang-orang Sunda terkenal memiliki sifat optimistis, ramah, sopan, riang dan bersahaja. Orang Portugis mencatat di dalam Suma Oriental bahwa. orang-orang sunda berkepribadian jujur juga pemberani. penduduk sunda juga merupakan yang pertama melakukan hubungan diplomatik dengan sejajar dengan bangsa asing. Sang Hyang Surawisesa atau Raja Samian adalah raja pertama di Nusantara yang melakukan hubungan diplomatik dengan Bangsa lain di abad ke-15 dengan pihak Portugis di Malaka. Hasil dari diplomasinya dicatat dalam Prasasti Perjanjian Sunda-Portugal. Beberapa tokoh dari suku Sunda juga menduduki Menteri dan pernah menjadi wakil Presiden di kabinet Republik Indonesia.

    Disamping prestasi di bidang politik khususnya pada awal masa kemerdekaan Indonesia dan ekonomi, prestasi yang dikatakan memuaskan ialah di bidang budaya yaitu banyaknya aktor dan aktris dari orang Sunda, yang memiliki prestasi pada tingkat nasional, ataupun internasional.

    Menurut Rouffaer (1905: 16) menyatakan jika kata Sunda berasal dari akar kata sund atau kata suddha di bahasa Sansekerta yang mempunyai arti bersinar, terang, berkilau, putih (Williams, 1872: 1128, Eringa, 1949: 289). dalam bahasa Jawa Kuno (Kawi) dan bahasa Bali juga terdapat kata Sunda, dengan pengertian: bersih, suci, murni, tak tercela/bernoda, air, tumpukan, pangkat, waspada (Anandakusuma, 1986: 185-186; Mardiwarsito, 1990: 569-570; Winter, 1928: 219).

    KARAKTERISTIK ORANG SUNDA

    Suku Sunda berkeyakinan bahwa mempunyai etos atau karakter Kasundaan, sebagai jalan menuju keutamaan hidup.

    Sifat orang Sunda yang dimaksud yaitu cageur (sehat), bageur (baik), bener (benar), singer (mawas diri), wanter (berani) dan pinter( cerdas). Karakter tersebut telah dijalankan oleh suku Sunda sejak zaman Kerajaan Salakanagara, Kerajaan Tarumanagara, Kerajaan Sunda-Galuh, Kerajaan Pajajaran hingga sekarang

    kata Sunda mulai dipakai oleh raja Purnawarman pada tahun 397 untuk memanggil ibukota Kerajaan Tarumanagara yang didirikannya. Untuk mengembalikan ketenaran Tarumanagara yang semakin menurun, di tahun 670, Tarusbawa, penguasa Tarumanagara yang ke-13, kemudian mengubah nama Tarumanagara menjadi Kerajaan Sunda Kemudian kejadian ini dijadikan dasar oleh Kerajaan Galuh untuk memisahkan negaranya dari kekuasaan Tarusbawa. di dalam posisi lemah dan ingin menjauhi perang saudara, Tarusbawa menerima tuntutan raja Galuh. Alhasil kawasan Tarumanagara dipecah kedalam dua kerajaan, yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh dengan Sungai Citarum sebagai batasnya.


    Pandangan Hidup Suku Sunda.


    Selain agama yang Merupakan pandangan hidup, orang Sunda juga memiliki pandangan hidup yang diwariskan oleh nenek moyangnya. Pandangan hidup tersebut tidak berlawanan dengan agama yang dianutnya karena secara tersurat dan tersirat dikandung juga dalam ajaran agamanya, khususnya ajaran agama Islam. Pandangan hidup urang Sunda yang diwariskan dari nenek moyangnya dapat diamati pada kata ungkapan tradisional berikut:

    " Hana nguni hana mangke, tan hana nguni tan hana mangke, aya ma beuheula aya tu ayeuna, hanteu ma beuheula hanteu tu ayeuna. Hana tunggak hana watang, tan hana tunggak tan hana watang. Hana ma tunggulna aya tu catangna."

    Artinya: Ada dahulu ada sekarang, apabila tidak ada dahulu tak akan ada masa kini, sebab ada masa silam maka ada masa kini, apabila tak ada masa silam takan ada masa kini. Ada tunggak tentu ada batang, bila tak ada tunggak tak akan ada batang, bila ada tunggulnya tentu ada batangnya. \.

    Kata tradisional itu tak jauh dengan amanat Bung Karno dalam pidato HUT Proklamasi 1996: "Janganlah melihat ke masa depan dengan mata buta! Masa yang lampau adalah berguna sekali untuk menjadi kaca bengala daripada masa yang akan datang.".

    Kepercayaan.

    Sebagian besar orang Sunda beragama Islam (sekitar 99,8%). Ada juga sebagian kecil orang Sunda yang beragama Kristen (sekitar 0,1%) dan Sunda Wiwitan (sekitar 0,1%). Agama Sunda Wiwitan masih ada di beberapa komunitas pedesaan suku Sunda, seperti di Kuningan dan masyarakat Sunda di Baduy lebak Banten.

    Bahasa.

    Dalam dialog sehari-hari, orang Sunda banyak memakai bahasa Sunda. Namun sekarang sudah banyak masyarakat Sunda utamanya yang menetap di perkotaan tidak lagi memakai bahasa Sunda dalam bercakap] Seperti yang terjadi di titik keramaian kota Bandung, Bogor, dan Tangerang, dimana banyak masyarakat yang tak lagi memakai bahasa Sunda.

    Ada beberapa dialek didalam bahasa Sunda, para pakar bahasa biasa membedakan enam logat berbeda. dialek-dialek ini adalah:.

    - Dialek Barat (Bahasa Sunda Banten).

    - Dialek Utara.

    - Dialek Selatan (Priangan).

    - Dialek Tengah Timur.

    - Dialek Timur Laut (Bahasa Sunda Cirebon).

    - Dialek Tenggara.

    Dialek Barat digunakan di daerah Banten dan Lampung. logat Utara mencakup daerah Sunda utara diantaranya kota Bogor dan beberapa daerah Pantura. Kemudian dialek Selatan adalah dialek Priangan yang meliputi kota Bandung dan sekitarnya. Sementara itu dialek Tengah Timur adalah dialek di Kabupaten Majalengka dan Indramayu. Dialek Timur Laut adalah dialek di sekitar Cirebon dan Kuningan, juga di beberapa kecamatan di Kabupaten Brebes dan Tegal, Jawa Tengah. Dan akhirnya dialek Tenggara adalah dialek sekitar Ciamis, juga di beberapa kecamatan di Kabupaten Cilacap dan Banyumas, Jawa Tengah.

    Kesenian.

    Seni tari.

    Seni tari utama dalam Suku Sunda adalah tari jaipongan, tari merak, dan tari topeng.

    Tanah Sunda dikenal memiliki berbagai budaya yang unik dan menarik, Jaipongan adalah salah satu seni budaya yang dikenal dari daerah ini. Jaipongan atau Tari Jaipong sebetulnya merupakan tarian yang sudah moderen sebab merupakan modifikasi atau pengembangan dari tari tradisional khas Sunda yaitu Ketuk Tilu. Tari Jaipong ini dibawakan dengan iringan musik yang khas pula, yaitu degung.


    Musik ini merupakan kumpulan bermacam-macam musik seperti gendang, go'ong atau gong, saron, kacapi, suling, angklung. dsb. Degung bisa diibaratkan 'Orkestra' dalam musik Eropa/Amerika. Ciri khas dari Tari Jaipong ini adalah musiknya yang menghentak, dimana alat musik kendang terdengar paling kencang selama iringan tarian. Tarian ini umumnya dibawakan oleh seorang, berpasangan atau berkelompok. Sebagai tarian yang menarik, Jaipong umumnya dipentaskan di acara-acara hiburan, selamatan atau pesta pernikahan.

    Wayang Golek.

    Sunda dikenal dengan kesenian Wayang Golek-nya. Wayang Golek adalah pagelaran sandiwara boneka yang dibentuk dari kayu dan dimainkan oleh seorang sutradara yang juga pengisi suara yang disebut Dalang. Seorang Dalang memiliki kelebihan dalam meniru berbagai suara manusia.

    Seperti halnya Jaipong, pementasan Wayang Golek diiringi musik Degung lengkap dengan Sindennya. Wayang Golek biasanya dipentaskan pada acara hiburan, pesta pernikahan atau acara lainnya. Waktu pagelarannya pun unik, yakni pada malam hari (biasanya semalam suntuk) dimulai sekitar pukul 20.00-- 21.00 hingga pukul 04.00 pagi.

    Cerita yang diceritakan berkisar pada pertarungan antara kebaikan dan kejahatan (tokoh baik versus tokoh jahat). Kisah wayang yang terkenal saat ini banyak diilhami dari budaya Hindu dari India, seperti Ramayana atau Perang Baratayudha. Tokoh-tokoh dalam kisah mengambil nama-nama dari negara India. Dalam Wayang Golek, ada 'tokoh' yang sangat ditunggu kemunculannya yaitu kelompok yang dinamakan Purnakawan, contohnya Cepot, Dawala, dan Gareng. Mereka dikenal karena mereka adalah tokoh yang selalu memainkan peran lucu (seperti pelawak) dan selalu memancing tawa penonton wayang. Seorang Dalang yang pintar akan memainkan wayang itu dengan gaya yang sangat menarik.

    Seni musik.

    Selain seni tari, tanah Sunda juga terkenal dengan seni suaranya. Ketika memainkan degung biasanya ada seorang penyanyi yang membawakan lagu Sunda dengan nada dan alunan yang khas. Penyanyi ini adalah seorang wanita yang disebut sinden. tak sembarang orang dapat melantunkan lagu yang dibawakan oleh sinden karena nada dan ritmenya cukup susah untuk ditiru dan dipelajari.

    berikut ini merupakan beberapa lagu dari tanah sunda:.Bubuy bulan, es lilin, peyeum Bandung dll.

    Selain dari itu, ada Alat musik Sunda tradisional Jawa barat di antaranya adalah: Calung, angklung, kecapi, karinding, degung dll
     
  2. Anderila Farmisara

    Anderila Farmisara Member

    Joined:
    Aug 13, 2015
    Messages:
    165
    Likes Received:
    16
    Trophy Points:
    18
    Google+:
    Wah ada banyak logatnya yah.. beda daerah beda juga logatnya :D
    mungkin ga jauh beda dengan bahasa jawa ya gan... :)
     
  3. Safari

    Safari Member

    Joined:
    Oct 27, 2016
    Messages:
    125
    Likes Received:
    8
    Trophy Points:
    18
    wah... ternyata banyak juga ya dialek nya.. kirain cuman halus dan kasar aja hehe
     
  4. iwan008

    iwan008 Member

    Joined:
    Aug 17, 2017
    Messages:
    137
    Likes Received:
    16
    Trophy Points:
    18
    jadi makin cinta sama budaya suku sunda:)
     
Loading...

Share This Page