Mengenang Kisah Heroik 10 November Di Hotel Yamato

Discussion in 'Education' started by lembing, Nov 10, 2016.

  1. lembing

    lembing Well-Known Member

    Joined:
    Aug 21, 2014
    Messages:
    1,164
    Likes Received:
    89
    Trophy Points:
    48
    Buat aden ajeng yang ane hormati, sebagai guru ane mengingatkan meskipun aden ajeng udah jadi orang sukses. " Jangan melupakan sejarah" . Negeri kita penuh dengan sejarah perjuangan yang menggetarkan hati dengan keberanian para pahlawan.

    Berikut ane petik sekelumit kisah heroik di Hotel Yamato
    "Sekelompok orang Belanda di bawah pimpinan Mr. W.V.Ch. Ploegman pada malam hari tanggal 18 September 1945, tepatnya pukul 21.00, mengibarkan bendera Belanda (Merah-Putih-Biru), tanpa persetujuan Pemerintah RI Daerah Surabaya, di tiang pada tingkat teratas Hotel Yamato, sisi sebelah utara. Keesokan harinya para pemuda Surabaya melihatnya dan menjadi marah karena mereka menganggap Belanda telah menghina kedaulatan Indonesia, hendak mengembalikan kekuasan kembali di Indonesia, dan melecehkan gerakan pengibaran bendera Merah Putih yang sedang berlangsung di Surabaya.


    Pengibaran bendera Indonesia setelah bendera belanda berhasil disobek warna birunya di hotel Yamato
    Tak lama setelah mengumpulnya massa di Hotel Yamato, Residen Soedirman, pejuang dan diplomat yang saat itu menjabat sebagai Wakil Residen (Fuku Syuco Gunseikan) yang masih diakui pemerintah Dai Nippon Surabaya Syu, sekaligus sebagai Residen Daerah Surabaya Pemerintah RI, datang melewati kerumunan massa lalu masuk ke hotel Yamato dikawal Sidik dan Hariyono. Sebagai perwakilan RI dia berunding dengan Mr. Ploegman dan kawan-kawannya dan meminta agar bendera Belanda segera diturunkan dari gedung Hotel Yamato. Dalam perundingan ini Ploegman menolak untuk menurunkan bendera Belanda dan menolak untuk mengakui kedaulatan Indonesia. Perundingan berlangsung memanas, Ploegman mengeluarkan pistol, dan terjadilah perkelahian dalam ruang perundingan. Ploegman tewas dicekik oleh Sidik, yang kemudian juga tewas oleh tentara Belanda yang berjaga-jaga dan mendengar letusan pistol Ploegman, sementara Soedirman dan Hariyono melarikan diri ke luar Hotel Yamato. Sebagian pemuda berebut naik ke atas hotel untuk menurunkan bendera Belanda. Hariyono yang semula bersama Soedirman kembali ke dalam hotel dan terlibat dalam pemanjatan tiang bendera dan bersama Koesno Wibowo berhasil menurunkan bendera Belanda, merobek bagian birunya, dan mengereknya ke puncak tiang bendera kembali sebagai bendera Merah Putih.

    Setelah insiden di Hotel Yamato tersebut, pada tanggal 27 Oktober 1945 meletuslah pertempuran pertama antara Indonesia melawan tentara Inggris . Serangan-serangan kecil tersebut di kemudian hari berubah menjadi serangan umum yang banyak memakan korban jiwa di kedua belah pihak Indonesia dan Inggris, sebelum akhirnya Jenderal D.C. Hawthorn meminta bantuan Presiden Sukarno untuk meredakan situasi."
    https://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_10_November

    Semoga dengan kisah tersebut jiwa nasionalis aden ajeng bisa bangkit lagi dan akan menjaga bangsa ini dengan caranya masing-masing agar tetap utuh menjadi NKRI yang kokoh, tidak saling menistakan agama satu dan yang lainya.
     
  2. Squline Media

    Squline Media Member

    Joined:
    Oct 20, 2016
    Messages:
    141
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    18
    jadi inget pelajaran sejarah gan, hehe
     
Loading...

Share This Page