Mengoptimalkan Website dalam Pencarian Seluler

Discussion in 'General Discussion' started by noer98, Jan 31, 2020.

  1. noer98

    noer98 Member

    Joined:
    Feb 4, 2014
    Messages:
    534
    Likes Received:
    41
    Trophy Points:
    28
    Google+:
    Ada sangat sedikit hal yang bisa kita nyatakan secara definitif ketika datang ke peringkat dalam Pencarian. Ini tidak berarti kami tidak mendapat informasi. Google mengumumkan 200 faktor peringkat dan terus memberikan panduan tentang cara memasukkan praktik terbaik SEO ke peringkat dalam pencarian. Tentu saja, karena setiap orang memiliki akses ke informasi yang sama, ini memungkinkan kesempatan yang sama untuk implementasi.

    Menyortir 200 faktor peringkat untuk menentukan faktor-faktor yang berlaku untuk pencarian seluler adalah penting karena beberapa alasan. Satu studi mengungkapkan bahwa hampir 60% dari semua akses internet adalah melalui smartphone. (sumber) Saat smartphone menjadi lebih mudah diakses, kebiasaan konsumen berubah. Selain itu, Google, mesin pencari paling populer, adalah indeks mobile-first. Ini berarti bahwa versi seluler situs web Anda diajukan terlebih dahulu dan dipertimbangkan ketika Google memberi peringkat konten untuk pencarian.

    Bisnis harus mengembangkan strategi optimalisasi seluler yang beragam untuk membantu memberi diri mereka keunggulan atas pesaing mereka.

    Apa itu Pengoptimalan Seluler?
    Pengoptimalan Seluler adalah proses mengembangkan situs web yang dioptimalkan untuk perangkat seluler dan memastikan pengalaman luar biasa bagi pengunjung yang mengakses situs Anda di seluler.

    SEO Seluler termasuk:

    Desain Website
    Kecepatan Halaman
    Struktur Situs
    SEO lokal
    Desain Situs Web
    Hanya karena setiap orang memiliki informasi yang sama bukan berarti mereka semua akan menggunakan informasi itu dengan cara yang sama. Pada 2015, TechCrunch menemukan bahwa 44% dari situs web Fortune 500 tidak menggunakan situs web yang responsif dan tidak ramah-seluler meskipun Google mengumumkan bahwa mereka akan memiliki lebih banyak situs web yang ramah seluler dalam hasil pencarian. Perusahaan-perusahaan Fortune 500 bukan satu-satunya yang mengabaikan instruksi Google.

    Pertimbangkan garis waktu perpindahan Google ini ke indeks mobile-first:
    2012: Google mulai mendominasi pasar pencarian mobile. Saat ini, pada 2019 mereka memiliki 95% pasar.

    2015: 26 Februari – Google mengumumkan mereka akan memiliki “Situs web yang lebih ramah seluler dalam hasil pencarian.” Dan “Konten aplikasi yang lebih relevan dalam hasil pencarian.”

    2015: April – Google mulai menghargai situs web dengan desain responsif.

    2016: Google mengumumkan pergeseran ke indeks mobile-first dan menjelaskan cara mengatur situs web yang ramah seluler.

    2017: Google mengumumkan pergeseran indeks seluler-pertama selesai dan mengingatkan pengguna bahwa mereka mendorong penerapan desain responsif.

    2019: Di bawah bagian Jadilah Ramah Seluler Situs Pengembang Google menampilkan tiga cara untuk membuat situs web ramah seluler. Perhatikan ada kalimat yang dicetak tebal oleh Google:

    Meskipun Google menyatakan pada 2015, 2016, dan 2017 dalam pengumuman resmi bahwa mereka merekomendasikan desain responsif, satu studi menemukan 91 persen bisnis kecil masih tidak memiliki situs web yang responsif, dioptimalkan untuk seluler. yuk segera buat website yang responsiv

    sumber : lawangtechno.com
     
  2. blackking

    blackking Well-Known Member

    Joined:
    Sep 1, 2016
    Messages:
    1,400
    Likes Received:
    101
    Trophy Points:
    63
    Website yang responsif ini apa terkait dengan tema yang digunakan atau berkaitan dengan desain situsnya
    ini maksudnya mungkin yang mudah diakses melalui smartphone begitu?
     
  3. noer98

    noer98 Member

    Joined:
    Feb 4, 2014
    Messages:
    534
    Likes Received:
    41
    Trophy Points:
    28
    Google+:
    tema terbaru biasanya sudah responsiv, untuk seo sangat penting sekali
     
  4. Garett

    Garett Super Level

    Joined:
    Apr 13, 2015
    Messages:
    1,085
    Likes Received:
    1,045
    Trophy Points:
    113
    Google+:
    Saya 'mah ikut standard Web 3.0. Lebih singkatnya: "Semantic Web".

    Bagaimana web crawler mendefinisikan setiap bagian content dalam suatu halaman web, itu kerjaan algoritma dan teknologi dari setiap brand dan akan berubah-ubah setiap waktu. Anda tidak akan menyamakan Google Pencarian dan Bing.

    Di sini saya ambil cara pintar; pada blog umum, strategi saya yaitu mengeliminasi widget dan snippet HTML yang bisa tampil di setiap halaman - tidak menghilangkannya, tapi membuatnya seminimal mungkin. Dengan demikian, bots bisa fokus ke konten halaman.

    Untuk blog, saya buat struktur model resource seperti berikut:

    • ROOT URI ("/" halaman teratas web) - anda bisa buat ini banyak widget karena halaman ini cuma satu-satunya, buat lapaknya halaman berita dengan banyak widget. Atau buat polos dengan satu kotak pencarian seperti Google.
    • Resource Listing - mendaftar baris item post berdasarkan urutan waktu publikasi, atau label, atau kategori, atau hasil pencarian dan dengan adanya pagination. Saya tidak memproritaskan ini karena isinya selalu diperbaharui setiap ada update.
    • Resource Archiving page: daftar yang berisikan daftar item seperti resource listing namun minimal (hanya sebatas nama dan waktu). Pagination di sini tidak umum, adanya pemisahan halaman berdasarkan kategori dan tahun.
    • Resource Representation: singkatnya adalah blog post. Konten yang disajikan. Di sini anda tidak perlu mencantumkan banyak pernak-pernik snippet HTML dan hanya fokus ke penyajian konten; judul konten, waktu publikasi, bada konten, taksonomi konten (label dan kategori), author konten, dan/atau bilah komentar konten.
    Dan yeah, untuk menghemat bandwidth tanpa mengecewakan visitor, saya selalu menggunakan thumbnail pada gambar lampiran. Gambar asli tetap utuh tanpa harus mengorbankan kualitas.
     
  5. Alvi Iqbal Budiarsya

    Alvi Iqbal Budiarsya Member

    Joined:
    Dec 2, 2019
    Messages:
    43
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    8
    1. Desain Website (Wajib)
    2. Struktur Website (Wajib)
    3. SEO Lokal (Bandung, Bali Banjarmasin, Surabaya, Tangerang, Jakarta, dkk) (ini masih opsional, tergantung calon target)
    4. Kecepatan Website (Opsional, ya kalau bisa tidak lebih dari 5 s/d 10 detik baik itu uptime, load website, dll)
    5. Responsive Web (Mobile Friendly) = Yes (Wajib)
    6. Content harus di load lebih cepat (munculnya) dibanding load iklan baik itu Google Adsense, Propellerads, dll)

    *belajar**benci*
     
Loading...

Share This Page