Metode Pelaksanaan Pembangunan Pagar Pengaman Jalan

Discussion in 'General Discussion' started by diginet, Jun 6, 2017.

  1. diginet

    diginet New Member

    Joined:
    Mar 7, 2017
    Messages:
    14
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Guardrail-Pagar Pengaman Jalan yaitu alat keselamatan jalan yang terbuat dari baja lembaran yang dibuat/diforming dengan mesin cold-roll hingga hasilkan beam baja profil atau dimaksud W-Beam. Ketebalan baja juga sudah ditetapkan untuk hindari kemungkinan terburuk untuk kendaraan yang menabraknya. Dengan ketebalan itu, jadi beam bakal lentur/flexible pada bentrokan keras dari kendaraan. Untuk kendaraan yang melintas pada jalan di perbukitan/tebing atau jalan yang menanjak di mana kontur tanah di sekitaran tubuh jalan itu lebih rendah atau bahkan juga curam.

    Cara Proses Pagar Pengaman Jalan
    Pagar Pengaman Jalan yang dipakai yaitu produksi dengan standard produksi ISO 9001 : 2000

    Spesifikasi.
    Spesifikasi teknisnya merujuk pada Ketentuan Menteri Perhubungan Nomor KM 3 Th. 1993 Mengenai Alat Ingindalian serta Pengaman Pengguna Jalan serta Surat Direktur Jenderal Perhubungan Darat Nomor AJ. 409/1/1/DRJD/2007 tanggal 15 Januari 2007 tentang panduan penyelenggaraan peralatan jalan di jalan Nasional.

    PEMASANGAN
    1. Pemasangan Tiang Penyangga

    Pembuatan lubang pondasi kedalaman serta basic lubangnya sesuai dengan gambar (1. 145 x 600 x 600) mm.
    Di bagian tiang yang tertanam ditanah mesti dipasang angkur paling sedikit 3 (tiga) buah.
    Membuat perlindungan tiang dari peluang turun, basic lubang mesti dikeraskan dengan susunan pasir padat minimum setebal 100 mm.
    Tiang penyangga mesti dipasang pada posisi tegak lurus.
    Lubang dicor dengan adukan perbandingan semen, pasir serta koral 1 : 2 : 3.
    Tanah di tepi pondasi dipadatkan dengan alat pemadat (stamper).
    Sisi pondasi yang menonjol di atas permukaan tanah 100 mm.
    Pemasangan tiang penyangga mesti dikerjakan dengan cara jeli serta cermat, karenanya butuh pemerikasaan ketinggian serta jarak hingga akurasi 10 mm (1 cm).

    2. Pemasangan lempengan besi

    Lempengan besi direntangkan pada 3 (tiga) tiang serta lubang tempat penyambungan diletakkan sesuai sama pemasangannya. Apabila memakai besi siku penyambung (bracket), besi ini ditempatkan pada tempatnya.
    Tiap-tiap 2 (dua) lempengan besi yang berdampingan diikat pada satu tiang dengan memakai baut serta mur yang sesuai sama untuk pengamanan baut bisa dibengkokkan atau dilas.
    Jika pada keadaan di mana peletakan pagar pengaman jalan menikung supaya memakai lempengan besi (beam) yang melengkung untuk mempermudah pengikatan lempengan besi (beam) pada tiang (post) yang dipadukan dengan pemasangan rambu Chevron serta sesuai dengan bentuk tikungan.
    Semuanya baut yang terpasang mesti dimatikan hingga tidak dapat terlepas.

    3. Pada ke-2 ujung pagar pengaman jalan bisa dilekukkan hingga permukaan tanah atau di beri pengaman untuk keselamatan pengguna jalan.

    4. Kontrol Akhir

    Kemampuan berdirinya tiang penyangga.
    Ketepatan penyambungan pada lempeng besi dengan lempengan besi atau lempengan besi dengan lengan lempengan besi (sleeve beam).





    Referensi :
    http://waktuindonesiabergeser.blogd...an-baja-berbentuk-w-pada-pagar-pembatas-jalan
     
Loading...

Share This Page