Modal Dengkul, Bisnis Hijab Ini Raih Omzet Ratusan Juta Perbulan

Discussion in 'Usaha Kecil Menengah' started by infoana, Aug 31, 2017.

Tags:
  1. infoana

    infoana New Member

    Joined:
    Mar 31, 2017
    Messages:
    28
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    3
    ARTIKEL-3-FEB-2017-678x381.jpg
    Busana muslimah konsisten jadi tren di tengah-tengah masyarakat. Terlebih, Indonesia didominasi oleh umat muslim dan merupakan negara muslim terbesar di dunia.

    Melihat potensi pasar pakaian muslim, Imam Sarjono mengawali usaha di bidang fashion hijab syar'i terhadap tahun 2010 silam. Berkat kerja keras, kesabaran, dan keikhlasan dia sukses mendulang rupiah berasal dari usaha Azzahra Hijab yang fokus memasarkan gamis dan kerudung syar'i.

    Awalnya, Imam mengaku hanya bermodal dengkul untuk membangun usaha ini. Dari hasil tabungannya, dia mencoba peruntungan di usaha yang dinamai berasal dari anaknya sendiri.

    "Saya ingin tersedia peningkatan hidup agar berani mengawali usaha ini. Modalnya pernah hanya Rp750 ribu berasal dari hasil tabungan seperak dua peraklah kang. Alhamdulillah sekarang omzet telah lebih berasal dari Rp100 juta perbulan, masih kecil apabila dibandingkan yang lain," kata Imam dikala berbincang bersama dengan Warta Ekonomi di Bandung, Minggu (23/4/2017).

    Pria kelahiran 21 April 1978 ini menyatakan sistem rencana bisnisnya adalah bersama dengan langkah menerapkan kemitraan. Salah satunya manfaatkan reseller yang sampai kini bukan hanya tersedia di Indonesia bahkan sampai menembus ke mancanegara.

    "Alhamdulillah kalau reseller di seluruh Indonesia telah ada. Brunei Darussalam, Malaysia, sampai Saudi Arabia terhitung ada," ujarnya.

    Meski telah dikenal sampai mancanegara, namum Imam meyakinkan didalam pemilihan bahan baku masih mengandalkan product didalam negeri. Dia menilai product didalam negeri secara kualitas tidak kalah apabila dibandingkan bersama dengan product luar negeri. Imam pun bermimpi suatu saat nanti bakal membangun market berskala internasional untuk menguasai pangsa pasar fashion hijab.

    Ia mengakui setiap jenis usaha yang berkembang tentu bakal butuh modal tambahan. Rerata para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), imbuhnya, meminjam permodalan ke perbankan. Tapi, berbeda bersama dengan owner Azzahra hijab yang lebih memilih kerja sama bersama dengan toko kain langganannya bersama dengan mengandalkan kepercayaan. Hambatan usaha, menurutnya, bisa diatasi secara kekeluargaan.

    "Ya kita ambil kain pernah sebulan baru bayar. Alhamdulillah selama kita rela bersilaturahmi tentu tersedia jalur keluarnya. Barang itu bisa diproduksi dan dijual kan, selanjutnya hasilnya kita bayar ke toko kain. Maklum kang, modal dengkul aku mah," ungkapnya.

    Bukan perkara ringan Imam menggerakkan roda bisnisnya, banyak rintangan dan rintangan selama ia menggerakkan usaha yang berlokasi di Komplek Taman Bunga Cilame ini. Ia pernah mengalami kerugian sampai ratusan juta rupiah. Pria yang hanya mengenyam pendidikan sekolah menengah atas (SMA) ini menyatakan seluruh kegagalan merupakan bahan evaluasi. Imam mengutarakan bahwa hidup ini adalah perjuangan. Proses kehidupan adalah perjalanan untuk mendapatkan kesuksesan didalam segala hal.

    "Kalau persoalan ketipu telah kenyang, bahkan sampai ratusan juta. Cuma seluruh itu perlu ikhlas. Saya berprinsip perlu maju ke depan. Hidup ini untuk era depan, bukan untuk era selanjutnya dan Allah bakal menggantinya lebih banyak," ucapnya.

    Azzahra pun memiliki strategi pemasaran tersendiri didalam menggaet konsumen, keliru satunya konsumen product fashion ini bisa lihat langsung sistem produksi. Selain itu, ia berupaya mengikuti tren pasar bersama dengan manfaatkan fasilitas sosial seperti Facebook dan Instagram serta website.

    "Kami melayani langsung di area Kami. Jadi, konsumen bisa lihat langsung sistem produksinya. Kalau sistem penjualan online manfaatkan fasilitas sosial ada juga beberapa harga cadar yang di paparkan dan di promosikan.

    Hingga kini, Azzahra Hijab baru memiliki 10 karyawan dan belum manfaatkan fasilitas asuransi. Meski begitu, Imam mengaku selamanya mengikuti pelatihan yang diberikan pemerintah daerah, baik pemkot maupun pemprov. Bentuk pelatihan bersifat kemasan dan pemberdayaan limbah yang dijadikan aksesoris kerudung seperti bros, bando, gelang, kalung, dan anting.

    "Sekitar 10% berasal dari limbah produksi, kita jadikan aksesoris," imbuhnya.

    Menurutnya, pemberian pemerintah terhitung dirasakan didalam perihal pemasaran bersama dengan mengikutsertakan usaha yang telah tembus mancanegara ini ke bermacam event pameran di bermacam kota. Imam meminta agar pemerintah lebih menyimak kembali keberadaan pelaku UMKM.

    "Berharap lebih diperhatikan terhadap UMKM. Kita mulai membeli di warung tetangga," katanya.

    Sebelum mengakhiri perbincangan, Imam menambahkan kiat-kiat didalam berwirausaha. Menurutnya, kesuksesan bisa dibangun bersama dengan kesabaran dan keikhlasan didalam menekuni segala bidang.

    "Kalau ingin sukses perlu sabar dan ikhlas. Enggak ringan sih, tetapi kalau itu telah bisa menjalankan, Insya Allah sukses," pungkasnya.
     
  2. Safatunissa28

    Safatunissa28 New Member

    Joined:
    Aug 28, 2017
    Messages:
    20
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    3
    Google+:
    inspiratif sekali ini gan. Bisa jadi pembelajaran juga buat saya kedepannya jika ingin memiliki toko sendiri *bagus*
     
  3. arsus88

    arsus88 New Member

    Joined:
    Aug 25, 2017
    Messages:
    6
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    jadi semangat nih buat bisnis hijab lagi.....
     
  4. anggigi190

    anggigi190 Member

    Joined:
    Sep 1, 2017
    Messages:
    43
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
  5. Ardi Tri

    Ardi Tri Member

    Joined:
    Aug 18, 2017
    Messages:
    83
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    8
    Kisah inspiratif *bagus*
     
  6. Prabu

    Prabu Member

    Joined:
    Aug 14, 2017
    Messages:
    64
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
    Trend muslimah sekarang juga sudah yar'i den, ini bisa menjadi pasar yang potensial
     
Loading...

Share This Page