Motor Retro, Si Tua Klasik yang Kini Kembali Dilirik

Discussion in 'Otomotif' started by Budimola, Aug 16, 2019 at 12:59 PM.

  1. Budimola

    Budimola Member

    Joined:
    May 27, 2019
    Messages:
    236
    Likes Received:
    6
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]

    Hilang tergerus zaman, digantikan dengan motor manual dengan konsep yang lebih modern, motor matic yang lebih mudah dikendarai, dan motor sport untuk penampilan lebih maskulin dan trendi. Kini, motor retro, Si Tua klasik kembali dilirik.

    Tak heran, tampilan motor ini memang sangat unik, karakternya sangat cocok untuk para pria yang memang menginginkan motor dengan konsep yang tidak biasa alias out of the box.

    Meski sering dikaitkan dengan motor jadul, nyatanya motor retro tidak pernah hilang dari hati para pencinta otomotif, terlebih kendaraan roda dua.

    Desainnya sangat unik, memenuhi kebutuhan konsumen yang bisa membuat nuansa berkendara yang tidak biasa, bahkan menarik minat pengendara motor lainnya. Namun, ada harga tak biasa yang harus diraup untuk bisa mewujudkannya.


    Seperti Apa Tren Motor Retro di Indonesia?
    [​IMG]
    Beneli Leoncino 250 | Foto: Moladin

    Awal kemunculan motor retro di Indonesia diprakarsai oleh Kawasaki W175 yang punya harga sekitar Rp 30 juta dengan fitur kekinian ditambah mesin SOHC kapasitas 177cc. Sebenarnya, tipe W175 ini bukan yang pertama, karena Kawasaki sebelumnya merilis Kawasaki Estrella 250 seharga Rp 72 juta dan Kawasaki W800 dengan harga Rp 250 juta.

    Alasannya cukup sederhana, yaitu untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang ingin melepas rindu dengan motor lawas dengan mesin modern yang tidak merongrong.

    Selanjutnya, PT Benelli Motor Indonesia yang merupakan Agen Pemegang Merek (APM) Benelli mengklaim bahwa merekalah yang pertama kali merilis motor retro, yaitu seri Benelli Patagonian Eagle di tahun 2016.

    Motor ini dilengkapi mesin jenis SOHC dua silinder dengan kapasitas 250cc. Dua tahun berselang, rilis kembali motor retro dari Benelli, yaitu Benelli Motobi seri 200 dan 200 Evo, sementara untuk menyaingi keunggulan Kawasaki W175, Benelli mengeluarkan Motobi seri 152.

    Soal harga, Benelli Motobi 152 dibanderol Rp 18,9 juta, sementara seri Motobi 200 dihargai Rp28,8 juta, seri Motobi 200 Evo seharga Rp 30,8 juta, dan seri Benelli Patagonian Eagle memiliki harga jual paling mahal, yaitu Rp 37,9 juta.

    Tentu saja, tampilannya yang sarat akan nuansa tempo dulu dengan mengusung konsep nostalgia membuat harga-harga motor klasik ini sangat melambung.

    Honda ikut ramaikan pasar retro dengan merilis Honda Super Cub 125. Hingga kini, Cub 125 masih menjadi motor bebek dengan harga mahal di Indonesia, yaitu sekitar Rp 55 juta.

    Tak heran, karena selain kapasitas 125cc pada mesin, Honda Super Cub 125 dilengkapi dengan fitur digital panel meter, cahaya lampu LED, dan smart key system.

    Tak ingin kalah bersaing, Viar juga pasarkan produk motor retro mereka, Vintech 200 dan 250. Keduanya serupa tapi tidak sama, karena desain Vintech 200 menonjolkan nuansa klasik, sementara Vintech 250 memadukan komponen modern pada fiturnya. Keduanya punya harga yang tak lebih dari Rp 30 jutaan di pasaran. Lanjut baca ulasan selengkapnya disini.
     
Loading...

Share This Page