Negeri Keabadian yang Terlupakan

Discussion in 'Creative Art & Fine Art' started by indra.w.m, Jun 17, 2014.

  1. indra.w.m

    indra.w.m Guest

    Dunia itu fana, akhirat itu abadi. Dunia itu sementara, akhirat itu selama-lamanya. Dunia itu fatamorgana, akhirat itulah yang sebenarnya. Dunia itu mimpi, akhirat itulah realitas sebenarnya. Demikian seterusnya. Ungkapan-ungkapan senada pasti sudah sering kita dengar. Sayangnya, sesering kita mendengar ungkapan-ungkapan tersebut, sesering itu pula kita acapkali melupakannya. Buktinya banyak sekali. Banyak Muslim bekerja keras sekadar untuk mencari harta demi sebesar-sebarnya bekal di kehidupan di dunia yang fana ini saja, sementara mereka sering berleha-leha menyiapkan akan bekal untuk kehidupan abadi di akhirat nanti. Banyak Muslim yang menghabiskan sebagian besar waktunya hanya untuk mencari kebahagiaan di kehidupan dunia yang sementara ini, sedangkan mereka sedikit sekali menghabiskan waktu untuk meraih kebahagiaan di akhirat untuk selama-lamanya. Banyak Muslim yang tertipu oleh gemerlapnya dunia yang fatamorgana ini, sembari melupakan akhirat yang sebetulnya nyata bagi siapa saja yang punya iman dan takwa.

    Singkatnya, kecintaan terhadap dunia dan kesibukan dengan dunia telah melupakan dan memalingkan manusia dari menaati Allah SWT dan penyembahan kepada-Nya dengan sebenar-benarnya penyembahan. Padahal Allah SWT telah mengingatkan manusia dengan firman-Nya: Ketahuilah bahwa harta-hartakalian dan anak-anak kalian itu hanya cobaan. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar(TQSal-Anfal [8]: 28).

    Rasulullah SAW pun telah menggambarkan dunia melalui sabdanya, “Aku sama sekali (tidak memiliki keakraban) dengan dunia. Perumpamaanku dengan dunia adalah bagaikan seseorang yang ada di dalam perjalanan; dia beristirahat di bawah sebuah pohon rindang, lalu dia pergi dan meninggalkannya.” (HR Ahmad, at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan al-Hakim).

    Karena itu beliau pun bersabda, “Jadilah engkau di dunia ini seperti orang asing atau seorang pengembara.” (HR al-Bukhari).

    Selain itu, tentang perbandingan kehidupan dunia dan akhirat, Allah SWT sudah mengingatkan melalui firman-Nya: Allah bertanya, “Berapa tahunkah lamanya kalian tinggal di bumi?” Mereka menjawab, “Kami tinggal di bumi sehari atau setengah hari. Tanyakanlah kepada orang-orang yang menghitung.” Allah berfirman, “Kalian tidak tinggal di bumi melainkan sebentar saja jika saja kalian tahu.” (TQS al-Mu’minun [23]: 112-114).

    Allah SWT pun berfirman: Sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah kesenangan sementara. Akhirat itulah sesungguhnya yang kekal (TQS al-Mu’min [23]: 39).

    Allah SWT menegaskan: Tiadalah kehidupan dunia ini selain main-main dan senda-gurau belaka. Sungguh negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa (TQS al-An’am [6]: 32).

    Allah SWT juga menegaskan: Kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu (TQS al-Hadid [57]: 20).

    Dengan banyaknya peringatan Allah SWT, sudah seharusnya setiap Muslim menyadari dan selalu mengingat-ingat hakikat kehidupan dunia dan akhirat ini. Hanya dengan itulah dia akan selalu berorientasi ke akhirat tanpa harus melupakan bagiannya di dunia. Terkait itu, Rasulullah SAW bersabda, sebagaimana dituturkan oleh Anas bin Malik ra: “Siapa saja yang menjadikan akhirat sebagai misi (orientasi)-nya, Allah pasti akan memuaskan hatinya; mengumpulkan apa yang masih tercerai; dan memberikan kepada dirinya dunia yang siap melayaninya. Namun, siapa saja yang menjadikan dunia sebagai misi (orientasi)-nya, Allah pasti menjadikan kemiskinan di antara kedua matanya; mencerai-beraikan apa yang terkumpul; dan tidak memberikan kepada dirinya dunia, kecuali apa yang telah ditetapkan untuk dirinya.” (HR at-Tirmidzi).

    Imam Ibnu al-Qayyim berkata, “Jika seorang hamba pada waktu pagi dan sore tidak memiliki misi lain selain untuk Allah semata, Allah SWT pasti akan menanggung seluruh kebutuhannya dan mememenuhi semua keinginannya. Dengan itu ia mengosongkan hatinya hanya untuk mencintai-Nya, lisannya untuk selalu mengingat-Nya dan anggota tubuhnya untuk senantiasa menaati-Nya. Jika seorang hamba pada waktu pagi dan sore, sementara dunia sebagai misinya, Allah SWT pasti akan membebani dirinya dengan keprihatinan, kesedihan dan kesulitan. Bahkan Allah berlepas diri dari dirinya.”

    Dengan selalu berorientasi ke akhirat, sesungguhnya kita akan meraih keuntungan ganda, sebagaimana firman Allah SWT: Siapa saja yang menghendaki keuntungan di akhirat, Kami akan menambah keuntungan itu bagi dirinya. Siapa saja yang menghendaki keuntungan di dunia, Kami akan memberikan sebagian dari keuntungan itu dunia, sementara tak ada sedikit pun bagian untuk dirinya di akhirat (TQS asy-Syura [42]: 20).

    Pastilah kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatannya dan lebih besar keutamaannya (TQS al-Isra [17]: 21).

    Sesungguhnya negeri akhirat adalah lebih baik dan itulah tempat terbaik bagi orang yang bertakwa (TQS an-Nahl [16] 30).

    Alhasil, janganlah kita mengabaikan negeri keabadian. Itulah akhirat yang justru sering terlupakan.
    WalLahu a’lam. [] Arif B. Iskandar

    Source: Garitan
     
    katniss17 likes this.
  2. ncang

    ncang Super Level

    Joined:
    Feb 7, 2013
    Messages:
    4,656
    Likes Received:
    758
    Trophy Points:
    113
    Google+:
    nice share, lain kali silakan cari sub forum yang sesuai, masa masuk sub piala dunia :D
     
    indra.w.m likes this.
  3. indra.w.m

    indra.w.m Guest

    hahahah :), masih newbie. Kawal kami yang baru ini para master... :)
     
  4. Ardilas

    Ardilas Super Level

    Joined:
    Feb 18, 2013
    Messages:
    4,245
    Likes Received:
    317
    Trophy Points:
    83
    Google+:
    Tidak ada keraguan deh dengan akhirat. Tetap bertakwa saja kepada Allah.
     
  5. rattan

    rattan Active Member

    Joined:
    Apr 29, 2014
    Messages:
    985
    Likes Received:
    35
    Trophy Points:
    48
    Google+:
    Dan kadang kesibukan dunia Maya melupakan dunia Dan akhirat :)

    Nice share
     
  6. pram

    pram Well-Known Member

    Joined:
    Sep 23, 2013
    Messages:
    3,099
    Likes Received:
    161
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    Kalau menurut saya kita di dunia Bagaikan kita Berkunjung ke Rumah Orang. jadi hanya sementara dan tentu saja kita akan kembali ke rumah kita.

    Memang sebagai manusia kita selalu luput dengan kesalah dan kelalaian. jadi kita harus berusaha agar selalu ingat kita akan mati, sehingga kita akan lebih takwa kepada allah :)
     
  7. Teddy999

    Teddy999 Member

    Joined:
    Jun 7, 2014
    Messages:
    22
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    8
  8. mayzura21

    mayzura21 Member

    Joined:
    Dec 15, 2013
    Messages:
    185
    Likes Received:
    6
    Trophy Points:
    18
    gak bakalan ada tuh negeri ke abadian *belajar*
     
Loading...
Similar Threads - Negeri Keabadian yang
  1. cerita-silat
    Replies:
    0
    Views:
    2,846

Share This Page