Panggilan Hati Entrepreneur

Discussion in 'Usaha Kecil Menengah' started by digitalpromosidotcom, Jan 21, 2015.

  1. digitalpromosidotcom

    digitalpromosidotcom New Member

    Joined:
    Jan 14, 2015
    Messages:
    18
    Likes Received:
    2
    Trophy Points:
    3
    [​IMG]

    Pada suatu sore, ada dua orang yang sedang duduk berdampingan di ruang tunggu dokter. Tiba-tiba, seekor lalat terbang dan hinggap di pundak orang pertama, dan dia menepuknya.

    Lalat itu dengan cepat langsung terbang dan hinggap di pundak orang kedua. Orang kedua langsung menangkap lalat tersebut, memakannya dan terlihat sangat menikmati. Tidak lama kemudian, seekor lalat lain terbang dan hinggap di orang pertama, dan tanpa menunggu lama, langsung ditangkap oleh orang pertama. Kemudian orang pertama menatap orang kedua, “Anda mau beli lalat saya?”

    Orang pertama adalah seorang pengusaha, karena dia bisa melihat peluang yang berpotensi memberikan keuntungan kepada dirinya.

    Pada dasarnya, menjadi seorang pengusaha itu harus bisa melihat antara demand (permintaan) dan supply (penawaran). Bisnis pertama saya adalah berjualan jaket kampus saat kuliah di Malaysia. Selama kurang lebih setahun, saya selalu melihat para mahasiswa lokal maupun internasional senang memakai jaket kampus, baik untuk kuliah atau sekedar nongkrong bersama teman-teman. Seperti normalnya sebuah jaket kampus, modelnya standar dan ada logo di bagian depan. Jaket tersebut banyak dijual di kantin atau mini mart yang terdapat di lingkungan kampus.

    Tapi yang menggelitik saya adalah, jaket yang banyak dipakai para mahasiswa itu kualitasnya buruk dan harganya sangat mahal! Satu jaket dihargai RM 125 atau sekitar Rp 400.000. Wow! Untuk harga sebuah jaket kampus, bagi saya tidak masuk akal. Di Indonesia sendiri pada saat itu harganya berada di kisaran Rp 100.000-Rp 150.000.

    Ini berarti demand sangat tinggi sedangkan dari sisi supply masih sangat terbatas, terlebih mereka tidak mempunyai pilihan yang lebih baik dari jaket-jaket yang sudah ada di lingkungan kampus. Tentu itu adalah sebuah peluang bisnis yang baik karena adanya ketidakseimbangan antara demand dengan supply.

    Akhirnya saya pun memutuskan untuk berani berjualan jaket yang rencananya akan saya kirim dari Jakarta. Saya sangat yakin jaket kampus made in Indonesia bisa diterima di pasar Malaysia karena kualitasnya yang baik dan harganya yang bisa bersaing. Saya lalu membuat desain jaket kampus yang sesuai dengan perkembangan zaman dan mulai saya pasarkan secara door-to-door.

    Tidak disangka, hasilnya sangat menggembirakan. Di kloter pertama, saya mengirim 150 jaket dari Jakarta yang saya bawa sendiri dengan pesawat. Saya menjual jaket tersebut dengan harga RM 80 atau sekitar Rp 250.000. Dari harga tersebut, saya mengantongi untung bersih Rp 125.000 per jaket dan repeat order terus berdatangan setelah banyak yang melihat jaket kampus tersebut dipakai oleh para mahasiswa.

    Lalu apa hanya itu saja ciri menjadi seorang pengusaha? Tentu tidak. Banyak orang pintar yang bisa menganalisa tentang demand dan supply namun mereka lebih nyaman dan bahagia dengan menjadi seorang karyawan. Hal itu disebabkan tidak adanya panggilan hati yang kuat untuk menjadi seorang pengusaha.

    Panggilan hati adalah sebuah kebahagiaan yang akan menggerakkan seseorang. Saat adzan berkumandang dan setiap orang menuju masjid untuk melaksanakan shalat, tentu hal tersebut dilakukan tanpa paksaan karena dilakukan dengan penuh keikhlasan dan hati yang gembira. Sama halnya saat orang tua mengetahui anaknya sedang sakit, tanpa diminta pun pasti sang anak langsung dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Panggilan hati-lah yang menggerakkan tindakan tersebut.

    Itu juga yang dibutuhkan oleh setiap pengusaha, yaitu sebuah panggilan hati. Bagaimana mengetahuinya? Mudah saja. Jika bisnis yang sedang Anda lakukan sekarang memberikan kebahagiaan hati dan meningkatkan semangat kerja dibandingkan bekerja sebagai karyawan atau profesi lainnya, maka bisa dipastikan bahwa Anda adalah seorang pengusaha.

    Panggilan hati akan menggerakkan seorang pengusaha untuk bekerja keras penuh semangat karena dia tahu bahwa bekerja bukan hanya sebagai aktivitas duniawi, namun juga sebagai ibadah kepada Sang Pencipta. Dan pada akhirnya, panggilan hati akan membedakan seberapa kuat sang pengusaha tersebut akan berjuang dalam melewati setiap perjalanan bisnisnya yang pasti sangat berliku.

    Di zaman sekarang ini, seorang pengusaha sukses bukanlah mereka yang tercepat dalam menguasai pasar. Namun mereka yang mampu beradaptasi dengan perubahan. Setiap perubahan, dibutuhkan semangat dan mental baja untuk melewatinya, dan semua itu dimulai dari sebuah panggilan hati.

    Sudahkah Anda memiliki panggilan hati untuk menjadi seorang entrepreneur?

    Sumber: http://www.digitalpromosi.com/smart/manajemen/6288-panggilan-hati-entrepreneur
     
  2. bespe

    bespe Member

    Joined:
    Oct 30, 2014
    Messages:
    957
    Likes Received:
    51
    Trophy Points:
    28
    panggilan dah sering, cuma ga ada ongkos buat nyamperinnya:D
     
  3. birin

    birin Guest

    dari karyawan.. harus memiliki keberanian yang kuat untuk meninggalkan comfort zonenya
     
  4. jellygamat

    jellygamat Member

    Joined:
    Jan 19, 2015
    Messages:
    35
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    8
    Ane pengen usaha tapi masih ragu ragu gan, ane jadi kurang yakin sama kemampuan ane, padahal temen ane pada bisa, masa ane kagak. gimana tuh gan.. ada saran kah? *kesepian*
     
  5. ruslan58

    ruslan58 New Member

    Joined:
    Jul 15, 2014
    Messages:
    20
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Di Indonesia sendiri untuk menjadi seorang entreprenur haruslah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, mental, modal, kemauan dll. Mungkin ada orang yang masuk dunia usaha langsung sukses, ada juga yang butuh waktu lama itu semua sudah tergariskan, saya yakin jika setiap orang ditanya mau jadi pekerja apa pengusaha pasti pada jawab hampir 95% pengusaha, karena apa? karena mereka sudah merasakan gmn rasanya bekerja untuk orang lain, beda cerita kalo jadi pengusaha yaitu bekerja untuk diri sendiri. Ya semua kembali ke pribadi masing-masing aja, saran saya kalo mau terjun jadi entreprenur, sering-seringlah membaca informasi mengenai tips dan segala macam yang berbau entrepreneur entah dari koran, blog, buku, dll itu akan memperkaya informasi yang didapat nantinya.
     
  6. adi hasan

    adi hasan Member

    Joined:
    Jul 6, 2015
    Messages:
    771
    Likes Received:
    42
    Trophy Points:
    28
    setuju, memang yg paling penting itu hati kita terpanggil dan tergugah...
     
Loading...

Share This Page