Pasar Jatinegara -Surga Manusia, Neraka Binatang

Discussion in 'General Discussion' started by ludhy, Mar 2, 2015.

  1. ludhy

    ludhy Member

    Joined:
    Jan 7, 2015
    Messages:
    216
    Likes Received:
    5
    Trophy Points:
    18
    [​IMG]
    Meski namanya pasar burung, namun, hewan yang dijajakan di sini tidak hanya burung. Beraneka jenis binatang bisa Anda temukan dan beli. Bahkan, jika sedang beruntung, Anda bisa melihat sejumlah hewan yang dilindungi dijajakan di pasar ini. Ya, inilah Pasar Burung Jatinegara, Jakarta Timur. Salah satu surga pemburu aneka binatang dari Ibu Kota dan sekitarnya.

    Kali pertama buka pada tahun 1967, pasar ini awalnya hanya menjajakan berbagai jenis burung. Seiring perkembangan zaman, jenis dan jumlah hewan yang diperdagangkan di sini pun terus berkembang seperti kondisi saat ini. Seperti pasar pada umumnya, para pedagang di pasar ini memulai aktivitasnya dengan bongkar muat dagangan sekira pukul 01.00 WIB – 02.00 WIB. Pedagang yang memulai aktivitas jual beli pertama di pasar ini adalah pedagang ikan yang mulai berjualan sekira pukul 03.00 WIB.

    Pasar ini terbagi menjadi dua blok. Pertama bagian depan pasar, tepatnya di sisi Jl. Raya Jatinegara. Pedagang ini blok ini kebanyakan menjajakan ikan hias, kura-kura, belut, hingga udang. Selain itu, ada juga sejumlah pedagang hewan mamalia dan melata, hingga pedagang aksesori dan pakan hewan.

    Bagian kedua berada di dalam pasar, tepatnya di sepanjang Jl. Kemuning hingga jalur rel kereta api. Pedagang di blok ini menempati kios-kios sederhana. Kebanyakan merupakan pedagang ikan hias dan unggas seperti burung dan ayam. Berbeda dengan kondisi di blok pertama yang para pedagang hanya menggelar lapak seadanya. Suasana di blok kedua ini sedikit lebih tertata.

    Mendatangi pasar ini, Sahabat Infonitas bisa menemukan beraneka raga hewan, mulai dari yang mainstream sampai yang anti mainstream. Harga yang ditawarkan pun beragam, tergantung jenis dari hewan. Namun, bisa dibilang harga yang ditawarkan pedagang di pasar ini tergolong miring.

    Ega, salah satu pedagang di sini mengatakan, meski tergolong miring, harga hewan di pasar ini masih ada juga yang mahal. Misalnya saja seperti monyet atau lutung. Karenanya, lanut Ega, kepiawan pembeli dalam melakukan tawar-menawar juga menentukan.

    “Di sini lutung misalnya dijual Rp 1.200.000. Ada Sugar Glider, keluarga Kangguru asal Papua, harganya Rp 350 ribu per ekor. Ada juga Sugar Glider dari Kalimantan yang harganya Rp 150 ribu per ekor,” terang Eka kepada reporter Infonitas.com, Minggu (1/2/2015).

    Sahabat Infonitas pecinta reptil? Anda bisa mencari hewan kesukaan Anda di pasar ini. Mulai dari kura-kura, ular, hingga iguana. Atau, jika Sahabat Infonitas merupakan penggemar burung, di sini Anda bisa mendapatkan burung dara hingga burung hantu. Tidak hanya hewan, berbagai aksesoris untuk perlengkapan hewan pun tersedia disini. Mulai dari kandang sampai makanan hewan seperti jangkrik atau ulat.

    Selain hewan yang legal, Ega menuturkan, dulu sejumlah pedagang di pasar tersebut sempat nakal dengan menjajakan sejumah hewan terlarang dan dilindungi, seperti burung elang dan bayi penyu.

    “Tapi belakangan sudah enggak ada lagi. Sudah mulai banyak ditertibkan juga,” singkatnya.

    Meski terkesan menjadi surga bagi para penggemar hewan peliharaan, pasar ini tidak jarang menjadi kuburan bagi sejumlah hewan. Kondisi sangkar yang kurang layak hingga lingkungan yang tidak bersih dan bisingnya Ibu Kota, acap kali membuat hewan menjadi stress, sakit dan berujung pada kematian.

    Jika Anda tertarik mendatangi pasar ini, lokasinya cukup mudah ditemukan. Pasar Burung Jatinegara berada di Jl. Raya Jatinegara, tepat di samping Pusat Grosir Jatinegara (PGJ) atau di seberang Mapolrestro Jakarta Timur.

    Sumber: Infonitas.com
     
  2. ayahnyanadia

    ayahnyanadia Well-Known Member

    Joined:
    Apr 4, 2013
    Messages:
    1,329
    Likes Received:
    143
    Trophy Points:
    63
    Google+:
    kalo pasar gelap, baru surganya binatang, nerakanya manusia.. lha wong yg dijual itu narkoba hingga gadis desa, yg jual para beruk, monyet, buaya, anjing dsb..
     
Loading...

Share This Page