Pegasus II Siap Mengudara

Discussion in 'Computer' started by vibicla, Mar 3, 2016.

  1. vibicla

    vibicla Member

    Joined:
    Dec 23, 2015
    Messages:
    73
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    8
    VIBICLOUD – Perkembangan teknologi terutama cloud computing menghasilan berbagai kemudahan. Salah satunya adalah Internet of Things. IoT adalah sebuah konsep yang bertujuan untuk memperluas manfaat dari konektivitas internet berikut kemampuan berbagi data, remote control dan berbabagi kemampuan lainnya termasuk pada benda-benda yang selama ini tidak terpikirkan oleh kita. Sekarang semua benda bahkan makhluk hidup bisa tersambung ke internet melalui sensor yang tertanam di dalamnya dan selalu “on”.

    [​IMG]

    IoT mengacu pada benda yang dapat diidentifasikan secara unik sebagai representasi virtua; dalam struktur berbasis internet. Microsoft Azure memanfaatkan teknologi ini dengan melalukan sebuah percobaan menerbangkan balon cuaca hingga mencapai ketinggian 100.000 kaki dan kemudian berkomunikasi. Tujuan utama dari penerbangan yang dilakukan pada tanggal 23 Februari 2016 untuk mengetes kemampuan dari Internet of Things (IoT) milik Azure, layanan Cloud dari Microsoft.

    Cloud computing melihat pengalaman unik dari ujung luar angkasa

    Sebelum ini, Microsoft Azure, layanan cloud computing Microsoft, sudah pernah melakukan eksperimen yang serupa pada tanggal 28 Januari 2015 dengan menerbangkan balon meteorogical yang dilengkapi dengan sensor, radio dan video. Balon udara ini diberi nama Pegasus I. Nama ini dipilih karena dalam mitologi Yunana, Pegasus adalah nama kuda jantan bersayap yang merupakan putra dari Poseidon dan Medusa dalam mitologi Yunani. Sayangnya Pegasus I mengalami beberapa masalah seperti kehilangan kontak dan masalah lainnya. Terlepas dari itu percobaan penerbangan tersebut bisa dikatakan sukses.

    Belajar dari pengalaman penerbangan dan masalah yang dialami Pegasus I. Micrososft kembali mencoba menrebangkan Pegasus II yang dianggap memiliki kemampuan yang lebih baik. Salah satunya dilengkapi kemampuan real time dari Microsoft Azure IoT dan layanan Azure Stream Analytics.

    Penerbangan Pegasus II bertujuan untuk:
    Mencoba kemampuan telementri, teknologi yang memungkinkan pengukuran jarak jauh dan melaporkan informasi kepada perancang atau sistem operator) secara real time.

    Mencoba kemampuan komunikasi, dalam penerbangan Pegasus II Microsoft Azure mengajak masyarakat umum yang menyukai eksplorasi juga teknologo untuk menyaksikan secara langsung dan mencoba berkomunkasi dengan Pegasus II pada saat diterbangkan juga menerima pesan singkat dari Pegasus II setelah balon udara ini berhasil mencapai tepi luar angkasa.

    Pegasus II bukan akhir dari teknologi IoT maupun cloud computing. Ini adalah langkah yang menjadi awal dari teknologi baru. Cloud computing dan IoT akan mengubah perilaku kita dalam segala hal terutama cara menghadapi dan melakukannya. Pertanyaannya sekarang adalah, siapkah Anda menghadapinya?

    Sumber
     
  2. Mr Belze

    Mr Belze Member

    Joined:
    Mar 1, 2016
    Messages:
    190
    Likes Received:
    13
    Trophy Points:
    18
    ini mirip kyk project loon milik Google?
     
  3. barugratisan

    barugratisan Member

    Joined:
    Sep 5, 2014
    Messages:
    619
    Likes Received:
    7
    Trophy Points:
    18
Loading...

Share This Page