Pendidikan Budaya kerja negara jepang

Discussion in 'Education' started by kenshusei, Jul 12, 2016.

  1. kenshusei

    kenshusei New Member

    Joined:
    Jul 3, 2016
    Messages:
    15
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    3
    Google+:
    [​IMG]

    Artikel kali ini membahas tentang Informasi Budaya Kerja Orang Jepang, mari kita simak bahasannya berikut :

    Kecepatan dan keakuratan (kualitas) menjadi 2 hal yang harus dimiliki oleh setiap organisasi baik itu organisasi profit maupun non-profit, agar bisa bertahan dan berkesinambungan di tengah perputaran informasi dan teknologi yang sangat cepat.

    Namun aktualnya, 2 hal tersebut tidak semerta-merta dapat terwujud begitu saja. Setiap faktor penggerak organisasi harus saling bersinergi dan memiliki kapasitas untuk dapat mendukung terwujudnya gerak organisasi yang cepat dan akurat.

    Apapun bentuk organisasi yang ada, pondasi utama yang menggerakannya adalah Manusia. Jika ditelusuri ke titik awal maka kita dapat menemui 2 faktor utama pembentuk Manusia yang berkualitas, yaitu, Pengetahuan (knowledge) dan Keahlian (skill) atau sering juga diistilahkan dengan KnowHow.


    Salah satu pengetahuan yang penting untuk dimiliki oleh tiap elemen organisasi (karyawan, direksi, stakeholder) adalah tentang Budaya Kerja Organisasi Maju dan membiasakan budaya kerja tersebut sebagai bentuk penguasaan (skill).

    Organisasi maju yang saya maksud adalah organisasi/perusahaan yang mampu menghasilkan barang/servis berkualitas tinggi dengan kecepatan tinggi pula.

    Untuk itu, sebagai perwakilan budaya kerja organisasi maju, maka tidaklah salah kalau kita menilik atau lebih tepatnya menganalisa tentang budaya kerja masyarakat Jepang.

    Apa sebenarnya pola pikir dasar dan budaya kerja masyarakat Jepang sehingga mereka bisa menghasilkan produk berkualitas tinggi dan dengan kecepatan yang tinggi pula? Saya akan menyajikan dari satu sudut yang berbeda, mari kita simak..

    1. Membukukan “Otak” dan “Otot”

    Poin ini adalah salah satu basic thinking yang dimiliki orang Jepang (organisasi di Jepang) dan benar-benar dilakukan dengan maksimal. Seiring waktu dan pergantian generasi, orang yang memiliki pengetahuan dan keahlian akan menua dan berhenti. Apabila “otak” dan “otot”(red:keahlian) mereka tidak rajin dibukukan dalam bentuk manual, materi, foto, video dan bentuk rekam lainnya maka berhentinya mereka jadi awal putusnya pengetahuan dan knowledge yang dimiliki organisasi. Dengan begitu pondasi perlahan merapuh dan berimbas pada melemahnya kekuatan organisasi secara keseluruhan.


    2. Manualisasi (transfer ilmu)

    Tidak hanya pengalaman senior yang mereka bukukan, tetapi segala sesuatu yang berhubungan dengan pekerjaan akan mereka bukukan secara maksimal hingga hal yang kecil. Misalnya, bagaimana cara melakukan meeting yang benar, bagaimana cara menulis notulen yang efektif dan poin penting minimal yang harus ditulis. Terutama untuk hal yang basic.


    3. Tettei shita Kyouiku (Training secara maksimal)

    Training tidak selalu menyebut kegiatan transfer ilmu yang diberi subjek Training ini dan training itu. Namun kegiatan training sesungguhnya yang dilakukan oleh pelaku organisasi di Jepang adalah menyertakan junior (orang-orang yang baru masuk atau belum berpengalaman) bersama seniornya untuk ikut banyak pekerjaan. Memperlihatkan dan menjelaskan pada mereka secara detil kemudian memberi kesempatan pada junior untuk melakukan pekerjaan sendiri dengan di bawah pengawasan hingga akhirnya junior ini memiliki skill dan bisa bekerja mandiri.

    Senior memiliki kemampuan mengajarkan secara bertahap, mampu menjelaskan secara detil, mengajarkan trik-trik khusus dalam bekerja dan sudah tentu mengajarkan manual yang telah mereka buat sebelumnya.



    4. Pola pikir yang mendarah daging “What`s the next step?” and “What should I do?”

    Ini pola pikir yang membuat kerja mereka cepat, mereka mengenyahkan sikap saling menyalahkan dan saling lempar tanggung jawab. Pada hakikatnya mereka memahami bahwa masalah wajar saja muncul di tengah kerja, namun masalah tersebut dianalisa bukan untuk mencari siapa yang bersalah tetapi dicari jalan keluar bersama. Setiap bagian memperjelas tanggung jawabnya masing-masing sehingga mereka jelas apa yang harus dikerjakan, ketika terbentur masalah dengan segera dikomunikasikan dengan atasan atau pihak-pihak terkait.

    Pola pikir ini dibekali dengan kemampuan bertanya yang baik, dan pekerja yang melakukan pekerjaan harus merekam pekerjaannya dalam bentuk data, dan yang lainnya secara detil dan akurat.


    5. Apa dasarnya?

    Mereka akan malu mengajukan pendapat, menjawab sesuatu, melaporkan sesuatu yang terkait pekerjaan kalau tidak ada dasar yang valid (terpercaya). Baik itu data dan materi yang akurat maupun pengalaman kerja orang-orang yang kompeten.


    6. Planning yang hebat

    Sejak awal mereka dilatih untuk membuat rencana yang matang sebelum bekerja. Tidak hanya pekerjaan besar, pekerjaan-pekerjaan kecilpun mereka dibiasakan untuk merencanakannya terlebih dahulu. Mereka memprediksikan lebih dulu kemungkinan-kemungkinan kendala yang akan dihadapi sehingga mereka juga mempersiapkan beberapa jalur/cara untuk menyelesaikan pekerjaannya.


    7. Senior & Junior

    Jepang salah satu Negara yang kental dengan senioritas. Yang muda patuh pada yang tua. Sistem ini sudah menjadi sistem keseluruhan masyarakat Jepang, yang senior wajib mengajari juniornya dan berhak dihormati. Junior wajib menghormati dan mengikuti dan berhak untuk diajari.


    8. Communication skill

    Bagi yang pernah belajar di jepang atau setidaknya tinggal di Jepang dalam waktu yang agak lama akan tahu bahwa sejak pendidikan dini mereka diajarkan (dari sekolah dan lingkungan) bagaimana cara berkomunikasi yang baik, dimulai dari cara berbahasa berdasar lawan bicaranya, cara meminta tolong yang baik, cara menyampaikan sesuatu yang tidak menyinggung orang lain, dsb.

    Dengan kemampuan komunikasi ini sangat meminimalisir perselisihan saat bekerja dengan orang lain. Yang juga berefek positif terwujudnya kerjasama yang baik dan lingkungan kerja yang ringan untuk berkomunikasi.

    9. Make clear (perjelas)

    Jangan buat pekerjaan serba mengambang, jangan biarkan pekerja mengira-ngira sendiri.

    Perjelas apa yang harus dilakukan, siapa yang bertanggung jawab, sampai kapan harus dikerjakan, dengan siapa harus bekerjasama, bagaimana alur mengerjakannya. Ketidak jelasan adalah awal saling menyalahkan dan lempar tanggung jawab.

    Demikian 9 poin penting pola pikir dan budaya masyarakat jepang dalam bekerja pada satu organisasi/perusahaan.

    Mudah-mudahan bermanfaat bagi anda yang sedang berusaha memperbaiki budaya kerja negeri ini.

    Salam perubahan.

    Ditulis oleh,

    Gagat sukmono, B.Eng

    (Pendidikan S1 teknik di Jepang dan bekerja di perusahaan Jepang sejak 2009)
    Demikian Informasi Budaya Kerja Orang Jepang semoga bermanfaat
     
    Last edited: Jul 12, 2016
  2. mabrur

    mabrur Member

    Joined:
    Jun 24, 2016
    Messages:
    84
    Likes Received:
    7
    Trophy Points:
    8
    Saya benar-benar menikmati postingan Anda karena informasi yang sangat menarik, orang jepang terkenal dengan disiplinnya. Terima kasih banyak telah berbagi posting yang bermanfaat ini.
     
  3. kenshusei

    kenshusei New Member

    Joined:
    Jul 3, 2016
    Messages:
    15
    Likes Received:
    1
    Trophy Points:
    3
    Google+:
    Karena mungkin itulah hidup, perlu ditempa biar
    kuat. Seperti keris...yang konon para empu membuat keris dari besi yang semula mempunyai berat 40-50 kg ditempa, dipanaskan, ditempa sehingga bisa menjadi keris yang "sakti". Seperti juga keramik...yang dulunya hanyalah tanah liat yang kotor, jelek setelah diaduk, dibanting, dibakar, jika tanah liat bisa bicara mungkin akan teriak kesakitan, tapi akhirnya menjadi keramik yang bagus dan bermanfaat. Seperti juga mutiara...yang katanya terbentuk dari sebutir pasir yang masuk kedalam kerang, karena sakit kerang tersebut mengeluarkan getah, selama bertahun-tahun sampai akhirnya pasir tersebut menjadi mutiara yang bagus dan mahal harganya.
    Konon ada seekor anak kerang bertanya kepada ibunya,"Bu,kenapa selama hidup kita harus sakit seperti ini?"ibunya menjawab,"Tuhan memang tidak memberi kita tangan untuk bisa mengeluarkan pasir dari tubuh kita."

    itulah inti dari kehidupan yang sesungguhnya




    Jadilah supaya bisa menjadi tenaga kerja magang ke jepang
     
    Last edited by a moderator: Jul 12, 2016
  4. EtalaseBisnis

    EtalaseBisnis New Member

    Joined:
    May 10, 2015
    Messages:
    4
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Kalau yang saya tahu itu di Jepang ada budaya kerja bernama "takumi culture", budaya yang berupa semangat menuju kesempurnaan. Tak heran kalau Jepang bisa maju, tiap pekerjanya memiliki budaya seperti itu. :)
     
  5. Unmetered

    Unmetered Member

    Joined:
    Nov 12, 2015
    Messages:
    485
    Likes Received:
    69
    Trophy Points:
    28
    Semenjak Jepang kejatuhan BOM di hirosima dan nagasaki, kemudian jepang melakukan perombakan besar-besaran dalam segala sektor. Banyak pelajar/mahasiswa yang di kirim ke Eropa/Amerika pada waktu untuk mempelajari segala ilmu pengetahuan dan teknologi yang kemudian di kembangkan lagi di negaranya. Sehingga jepang menjadi satu-satunya negara termaju di kawasan asia pada waktu itu.
    Ada salah satu yang membuatku bangga, walau dengan kemajuan yang begitu luar biasa, jepang tetap mempertahankan budaya ketimurannya, baik dalam kehidupan di negaranya maupun hidup di tengah-tengah dunia International
     
  6. AndroidApkApps

    AndroidApkApps Member

    Joined:
    Dec 11, 2015
    Messages:
    696
    Likes Received:
    68
    Trophy Points:
    28
    Benar" out the box orang jepang :D budaya disiplin dan kerja kerasnya kuat sekali
     
  7. Erlin Herlina

    Erlin Herlina Member

    Joined:
    Aug 28, 2015
    Messages:
    566
    Likes Received:
    42
    Trophy Points:
    28
    Wah keren...
    Terimakasih banyak gan Infonya.
     
  8. Angkasa Bali

    Angkasa Bali Member

    Joined:
    Oct 20, 2014
    Messages:
    790
    Likes Received:
    72
    Trophy Points:
    28
  9. firda63

    firda63 Member

    Joined:
    Dec 19, 2015
    Messages:
    763
    Likes Received:
    23
    Trophy Points:
    18
    jepang mah ok, rakyatnya gampang diatur
     
  10. sutrisno

    sutrisno Member

    Joined:
    Sep 19, 2016
    Messages:
    97
    Likes Received:
    4
    Trophy Points:
    8
  11. Cucu Cahyati

    Cucu Cahyati New Member

    Joined:
    Nov 23, 2016
    Messages:
    11
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Kagum dengan orang jepang, kapan indonesia gitu
     
  12. IC Consultant

    IC Consultant Member

    Joined:
    May 4, 2017
    Messages:
    68
    Likes Received:
    7
    Trophy Points:
    8
    tetap bersyukur tinggal di Indonesia :)
     
Loading...

Share This Page