Pengertian dan Jenis-Jenis Hujan

Discussion in 'Education' started by saudagarkopi, Oct 13, 2016.

  1. saudagarkopi

    saudagarkopi New Member

    Joined:
    Jul 7, 2016
    Messages:
    11
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    Sampai kini kita cuma mengetahui hujan dari rintikannya di depan tempat tinggal yang membawa berjuta juta tetesan yang jatuh ke tanah. Sistem terjadinya hujan sesungguhnya dengan cara ilmiah hujan adalah satu diantara bentuk momen prespitasi yaitu jatuhnya air atau cairan dari atmosfer bumi, tak tahu nanti berbentuk cair ke permukaan bumi. Karenanya ada susunan atmosfer yang tidak tipis, hingga dapat penuhi suhu yang meraih begitu tinggi (lebih tinggi dari titik leleh es) serta letaknya diatas permukaan bumi.

    Diluar itu hujan dapat juga di artikan dalam bentuk satu sistem kondensasi, yaitu ada pergantian bentuk dari benda cair jadi benda padat yang membuat awan, yang mana mempunyai massa cukup berat hingga jatuh ke atas bumi. Kondisi hawa yang dingin atau bersuhu rendah juga bertindak utama dalam penjatuhan hujan diatas bumi. Diluar itu ada kondisi uap air yang selalu jadi tambah tak menentu jadikan bentuk tetesan air hujan jadi beragam, ada tetesan besar ada juga tetesan kecil.

    Setelah kita mengetahui tentang pengertian hujan, maka kita membahas beberapa macam jenis hujan :

    1. Hujan siklonal

    hujan siklonalHujan siklonal berlangsung lantaran ada hawa yang panas, suhu lingkungan yang tinggi dan berbarengan dengan angin yang berputar putar. Umumnya berlangsung di daerah yang di lalui garis khayal khatulistiwa atau ekuator. Hal semacam ini di sebabkan lantaran ada pertemuan pada angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara. Kemudian angin itu naik, lantas menggumpal diatas awan yang ada di garis ekuator.

    Sesudah awan itu hingga pada titik jenuhnya, hujan ini bakal memulai dengan mendung yang begitu gelap kemudian turunlah hujan yang membasahi keseluruh permukaan bumi yang memberi efek positif pada semua makhluk hidup yang hidup di bumi serta dinantikan oleh makhluk hidup yang ada di bumi.

    2. Hujan orografis

    hujan orografisMerupakan hujan yang berlangsung lantaran ada angin yang memiliki kandungan uap air, lalu arah gerakannya dengan cara horizontal. Perjalanan angin itu mesti melalui pegunungan yang mengakibatkan suhu angin jadi dingin akibat ada sistem kondensasi (waktu melalui pegunungan tadi).

    Lantas pembentukan titik-titik air yang mulai mengendap yang bakal mengakibatkan terjadinya hujan pada lereng gunung yang menghadap ke arah datangnya angin itu yang umumnya bergerak dengan cara horizontal, serta angin bakal bertiup selalu mendaki pengunungan serta menuruni lereng tetapin angin tak membawa uap air lagi hingga di lereng yang membelakangi arah datangnya angin akan tidak turun hujan. Lalu lantaran berat massa air yang makin besar, dimana tak dapat di bawa oleh angin, jadi turunlah hujan diatas pegunungan.

    3. Hujan frontal

    hujan frontalHujan type ini dapat berlangsung lantaran ada pertemuan pada massa hawa yang dingin serta suhu yang rendah dengan massa hawa yang panas serta suhu yang tinggi. Waktu berjumpa, suhu hawa yang rendah serta massa hawa yang dingin lebih berat daripada suhu tinggi serta massa hawa yang panas, mengakibatkan uap yang di bawa hawa dingin jatuh dengan lebat diatas permukaan bumi. Umumnya ketidaksamaan ke dua massa itu berjumpa di bagian front, yaitu satu diantara tempat yang paling gampang berlangsung kondensasi serta pembentukan awan. Tersebut kenapa nama hujan ini yaitu hujan frontal.

    Umumnya hujan frontal berlangsung di daerah yang ada pada letak astronomis lintang tengah atau pertengahan lintang utara serta selatan. Bila daerah yang beriklim tropis (ada sekitaran garis ekuator) alami hujan ini, jadi yang keluar bukan hanya hujan umum namun hingga hujan es. Hal semacam ini dapat berlangsung lantaran ada penyinaran matahari yang mengakibatkan air di samudra, laut, rawa rawa serta tempat yang lain naik ke atas dengan cara konveksi hingga mengakibatkan sistem kondensasi serta pembentukan awan. Akibat titik hawa yang naik dengan cara konveksi tadi begitu dingin, bahkan juga suhunya meraih dibawah 0⁰ celcius. Air yang naik itu jadi beku, serta waktu awan telah tiba pada titik jemu, turunlah hujan ke daerah tropis. Umumnya tidak cuma air yang turun, juga Kristal Kristal es.

    4. Hujan Muson (hujan musiman)

    iklim musonAngin ini berlangsung lantaran ada gerakan semu tahunan matahari dengan garis balik utara serta garis balik selatan. Hujan ini turun dalam kurun saat spesifik. Dam dari sebab berikut yang mengakibatkan musim kemarau serta penghujan. Di negara kita, Indonesia juga kerap berlangsung angin muson. Yaitu pada bln. Oktober s/d April. Maka dari itu umumnya pada bln. bulan ini kerapkali turun hujan. Sedang terkecuali pada bln. itu, negara kita ada pada musim kemarau. Diluar itu, di sebagian negara Asia Timur juga berlangsung angin muson pada bln. Mei s/d Agustus.

    5. Hujan zenithal (hujan konveksi)

    hujan zenithalHujan ini berlangsung akibat ada pertemuan angin pasat timur laut dengan angin pasat tenggara, hingga membuat gumpalan serta naik dengan cara vertikal lantaran terserang pemanasan ke atas awan. Hal semacam ini mengakibatkan awan yang mempunyai massa berat alami penurunan suhu, yang mengakibatkan terjadinya sistem kondensasi. Lantaran air yang menggumpal tadi hingga pada titik jenuhnya, pada akhirnya turunlah hujan. Lantaran letak turun hujan ini ada diatas garis khayal ekuator atau khatulistiwa, jadi di namakan dengan hujan zenithal. Biasnaya daerah yang sering di datangi dengan hujan zenithal ini mempunyai iklim di negaranya yaitu tropis seperti iklim di Indonesia dengan intensitas penyinaran matahari yang termasuk juga tinggi, sebab nyaris tiap-tiap th. memperoleh penyinaran.

    6. Hujan asam

    hujan asamBiasanya hujan mempunyai ph netral (7). Tetapi ada pula hujan yang mempunyai ph rendah, yaitu dibawah 5 atau 6 derajat keasaman. Berikut yang di namakan dengan hujan asam. Hal semacam ini dapat berlangsung saat karbondioksida (CO2) yang ada di hawa dapat larut dengan air hujan. Lalu air hujan yang awalannya mempunyai ph asam lemah (6) bereaksi dengan CO2 atau karbondioksida tadi serta akhirnya yaitu air yang jadi tambah asam. Air yang mempunyai ph dibawah 5 tadi naik ke atas awan serta menggumpal. Saat massa awan telah melalui batas jemu, jatuhlah ke permukaan bumi.

    Faedah hujan asam ini dapat mempercepat pelarutan mineral yang ada didalam tanah, di mana begitu di perlukan oleh flora serta fauna. Sayangnya hujan asam ini membawa efek jelek pada manusia, yaitu mempercepat sistem korosi pada besi. Bila anda melalui papan reklame yang terpasang di beberapa toko yan telah keropos, itu adalah satu diantara bukti hujan asam, Jadi begitu beresiko bila senantiasa berlangsung hujan asam ditempat yang banyak jembatannya. Sebab dapat mengeroposkan pegangan jembatan (yang umumnya terbuat dari besi) itu.
     
Loading...

Share This Page