Penyakit Lupus

Discussion in 'Health & Medical' started by Sri Mulyani, Jun 11, 2018.

  1. Sri Mulyani

    Sri Mulyani Member

    Joined:
    Feb 2, 2018
    Messages:
    188
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Sekilas Tentang Penyakit Lupus

    [​IMG]

    Lupus merupakan salah satu penyakit peradangan atau inflamasi yang bersifat kronis akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang sel, jaringan, dan organ tubuh sendiri. Penyakit lupus digolongkan kedalam penyakit autoimun. Lupus dapat menyerang berbagai bagian dan organ tubuh seperti kulit, sendi, sel darah, ginjal, paru-paru, jantung, otak, dan sumsum tulang belakang. Pada kondisi yang normal, sistem imunitas akan melindungi tubuh dari infeksi. Namun pada penderita lupus, sistem imun justru menyerang tubuhnya sendiri. Penyakit lupus terjadi pada 1 setiap 2000 orang, lima kali lebih banyak terjadi pada perempuan dibandingkan laki-laki, terutama bagi wanita yang sedang hamil atau selama menstruasi yang paling sering didiagnosa pada orang berusia 15 hingga 40 tahun.

    Jenis - jenis penyakit lupus :

    [​IMG]

    1. Lupus eritematosus sistemik (SLE) : Penyakit lupus jenis ini terjadi secara menyeluruH atau sistemik pada tubuh penderita dan merupakan jenis lupus yang umum sekali terjadi. Diistilahkan lupus sistemik karena terjadi pada berbagai organ tubuh terutama sendi, ginjal, dan kulit. Gejala utamanya adalah inflamasi kronis pada organ-organ tersebut.
    2. Lupus eritematosus kutaneus (CLE) : Lupus jenis kutaneus merupakan manifestasi lupus pada kulit yang dapat berdiri sendir atau merupakan bagian dari SLE. Penyakit lupus jenis ini juga dapat dibedakan menjadi tiga yaitu acute cutaneous lupus erythematosus (ACLE), subacute cutaneous lupus erythematosus (SCLE), dan chronic cutaneous lupus erythematosus (CCLE).
    3. Lupus akibat penggunaan obat : Beberapa jenis obat dapat menimbulkan gejala yang terlihat mirip dengan gejala penyakit lupus, pada orang yang tidak menderita SLE. Akan tetapi jenis lupus ini bersifat sementara dan akan menghilang beberapa bulan setelah berhenti mengkonsumsi obat yang memicu gejala lupus tersebut. Beberapa jenis obat yang dapat menyebabkan lupus jenis ini, antara lain metildopa, procainamide, D-penicillamine (obat untuk mengatasi keracunan logam berat), serta minocycline (obat jerawat).
    4. Lupus eritematosus neonatal : Lupus eritematosus neonatal merupakan jenis lupus yang terjadi pada bayi baru lahir. Lupus neonatal diakibatkan oleh autoantibodi, yaitu anti-Ro, anti-La, dan anti-RNP. Ibu yang melahirkan anak yang menderita lupus eritematosus neonatal belum tentu mengidap lupus. Biasanya lupus eritematosus neonatal hanya terjadi pada kulit dan akan menghilang dengan sendirinya. Namun pada kasus yang jarang, lupus neonatal dapat menyebabkan congenital heart block, yaitu gangguan irama jantung pada bayi baru lahir. Kondisi ini dapat diatasi dengan cara memasang alat pacu jantung.
    Gejala Penyakit Lupus

    Gejala dan ciri-ciri penyakit lupus beragam, tergantung pada organ mana yang menderita lupus. Tidak pernah ditemukan pada beberapa kasus penyakit lupus yang gejalanya sama persis. Namun biasanya penyakit lupus jenis SLE akan menimbulkan gejala seperti :

    [​IMG]

    • Kelelahan yang ekstrem.
    • Ruam pada kulit, biasanya pada batang hidung dan kedua pipi.
    • Nyeri pada persendian.
    • Sariawan yang berulang-ulang.
    • Demam yang tidak diketahui penyebabnya.
    • Hipertensi.
    • Limfadenopati.
    • Sakit kepala.
    • Migrain.
    • Rambut rontok.
    • Mata kering.
    • Depresi.
    • Nyeri pada dada.
    • Ingatan melemah.
    • Nafas terasa pendek akibat kurang darah, peradangan paru-paru atau jantung.
    • Terjadi pembengkakan pada pergelangan kaki.
    • Jari-jari tangan dan kaki yang memutih atau membiru jika terpapar hawa dingin atau karena stres (fenomena Raynaud).
    Penyebab Penyakit Lupus
    Hingga saat ini belum diketahui dengan pasti apa yang menjadi penyebab penyakit lupus. Namun biasanya faktor genetik, lingkungan, dan hormonal mempengaruhi terjadinya penyakit lupus. Namun bagaimana mekanisme terjadinya belum dapat dipatikan.

    • Faktor genetik. Diduga terdapat hubungan antara pengaruh faktor genetik dan lupus karena seringkali ditemukan adanya anggota keluarga penderita yang juga merupakan penderita lupus.
    • Hormon. Sembilan dari sepuluh penderita lupus adalah wanita. Wanita menghasilkan hormon estrogen lebih banyak dibanding pria. Estrogen diketahui sebagai hormon yang memperkuat sistem kekebalan tubuh (immunoenhancing), yang artinya wanita memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih kuat dibanding dengan pria. Untuk alasan ini, wanita lebih mudah terserang penyakit autoimun bila dibandingkan dengan pria. Perubahan hormon saat masa pubertas atau kehamilan juga dapat memicu timbulnya lupus. Tingginya kadar estrogen saat hamil diduga memicu lupus.
    • Lingkungan. Berbagai macam faktor lingkungan yang diduga dapat memicu timbulnya lupus antara lain infeksi bakteri dan virus (salah satunya virus Epstein Barr), stres, paparan sinar matahari (ultraviolet), merokok, serta beberapa zat kimia seperti merkuri dan silika.
    Penyakit lupus dapat memicu berbagai komplikasi yang melibatkan seluruh anggota tubuh. Komplikasi yang disebabkan oleh penyakit lupus dapat beruap penyakit kardiovaskular, peradangan ginjal, pembekuan darah, gangguan otak, hingga stroke. Pada wanita hamil, penyakit lupus dapat memicu komplikasi seperti preeklamsia, kelahiran prematur dan keguguran.
     
  2. sfidn

    sfidn Member

    Joined:
    Apr 5, 2018
    Messages:
    46
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    8
    cara mengatasinya gimana sist? apakah olahraga dan menjalankan pola hidup sehat udah cukup?
     
  3. Hari

    Hari Member

    Joined:
    May 14, 2014
    Messages:
    103
    Likes Received:
    13
    Trophy Points:
    18
    Ngeri juga penyakit lupus, jadi ingat film lupus yang diperankan oleh anak muda dengan kendaraan Vespa warna kuning
     
  4. Sri Mulyani

    Sri Mulyani Member

    Joined:
    Feb 2, 2018
    Messages:
    188
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    18
    Olahraga dan pola hidup sehat sangat baik untuk mencegah penyakit lupus. Akan lebih baik lagi jika sista rajin mengkonsumsi ramuan-ramuan alami yang dapat membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh seperti makanan yang mengandung probiotik. Jahe pun dapat sista gunakan nih untuk mengobati penyakit lupus, kandungan antioksidan yang tinggi pada jahe dapat membantu mengurangi risiko buruk dari penyakit lupus.
     
Loading...

Share This Page