Penyakit Yang Disebabkan Oleh Polusi Udara

Discussion in 'General Discussion' started by ariskahana, Oct 16, 2019.

  1. ariskahana

    ariskahana New Member

    Joined:
    Nov 13, 2018
    Messages:
    31
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    6
    Penyakit Yang Disebabkan Oleh Polusi Udara - Pencemaran udara atau polusi udara bukan masalah baru bagi warga Indonesia, khususnya bagi mereka yang tinggal di kota besar dan padat penduduk seperti Jakarta. Biasanya pencemaran udara itu disebabkan oleh tingginya emisi dari berbagai aktivitas manusia sehingga terjadi peningkatan gas rumah kaca.

    [​IMG]

    Polusi itu pun terjadi akibat jumlah kendaraan bermotor yang semakin banyak, proyek pembangunan hingga dampak dari pembangkit listrik tenaga uap yang ada di sekitar Jakarta. Dengan beberapa alat pengukur kualitas udara yang dipasang pada beberapa titik di Jakarta menunjukkan bahwa polusi udara sudah mencapai tingkat yang membahayakan.

    Berdasarkan data yang didapatkan oleh Komite Penghapusan Bensin Bertimbal tahun 2016, terdapat 58,3 persen warga Jakarta yang menderita penyakit akibat pencemaran udara.

    Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa polusi udara berpotensi membahayakan kesehatan. Namun, masih banyak orang yang seolah menyepelekan bahaya polusi udara. "Orang tidak menyadari jika pencemaran udara sudah sangat parah, penyakit yang ditimbulkan pun cukup banyak," ujar Direktur Eksekutif KPBB Ahmad Safrudin di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu (30/7).

    Ahmad mengatakan, penggunaan masker yang kerap diaplikasikan ternyata belum bisa mengurangi dampak polusi yang terhirup. Cara terbaik untuk mengurangi polusi adalah dengan menambah jumlah ruang terbuka hijau.

    Berikut adalah beberapa contoh penyakit karena polusi udara yang umum menjakit orang di kota berpolusi tinggi :

    1. Asma atau Asthmatic bronchiale

    Penyakit asma terjadi akibat pencemaran udara. Penyakit yang menyerang secara tiba-tiba itu terjadi karena peradangan paru-paru yang diakibatkan oleh udara tercemar yang dihirup seseorang. Penderita asma biasanya akan mengalami sesak napas, suara berderak saat menghembuskan napas, batuk kering dan perasaan menyempit pada otot dada dan ada sekitar 1,4 juta orang di Jakarta yang terjangkit penyakit asma.

    2. Bronchopneumonia dan COPD, chronicle obstructive pumonary dieses (penyempitan saluran pernapasan)

    Bronchopneumonia biasanya dialami oleh anak-anak. Hal ini biasanya terjadi karena virus yang 'bersembunyi' dalam polusi udara yang masuk pada saluran pernapasan. Seseorang yang mengalami penyakit itu biasanya akan merasa kesulitan dan nyeri pada saat bernapas, napas yang berbunyi, dan gerakan yang tidak normal di bagian dada. Sebanyak 172.632 jiwa disebut mengalami penyakit tersebut.

    3. Ispa

    Infeksi saluran pernapasan atas atau ispa menyebabkan seseorang tidak bisa bernapas dengan baik. Umumnya bagian tubuh mulai dari hidung, tenggorokan dan paru - paru akan terserang. Buruknya, ISPA dapat menular kepada orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah. Bahkan, sebanyak 2.731.734 jiwa orang mengalami penyakit tersebut.

    4. Paru - paru basah atau pneumonia

    Umumnya penyakit ini disebabkan karena infeksi yang memicu inflamasi pada salah satu maupun kedua kantong paru - paru. Hal ini akan menyebabkan orang yang terkena mengalami pembengkakan paru - paru yang berisi cairan. Penyakit tersebut diawali dengan gejala demam, batuk dan kesulitan bernapas.
    Tidak hanya orang dewasa yang dapat terserang paru-paru basah, anak-anak dan lansia pun dapat mengalaminya. Pengidap paru-paru basah biasanya tidak dianjurkan untuk keluar malam dengan menggunakan kendaraan roda dua. Hal tersebut diduga karena keluarnya gas karbondioksida yang tinggi di malam hari.

    5. Jantung koroner

    Siapa sangka jika polusi udara justru berpengaruh pada kesehatan jantung. Sebanyak 1.386.319 jiwa dikatakan memiliki penyakit jantung koroner. Penyakit tersebut biasanya disebabkan karena jantung tidak mendapatkan asupan oksigen yang cukup. Gejalanya diawali dengan nyeri pada bagian dada.
    Rasa nyeri dapat semakin parah saat seseorang sedang melakukan aktivitas. Ahmad mengatakan, hal tersebut seperti yang dialami oleh aktor Adjie Masaid. Pemicu utamanya, dia menilai, didasari oleh pencemaran udara yang terhirup paru-paru.

    "Seperti Adjie Masaid yang meninggal usai beraktivitas kan waktu itu karena pengaruh dari pencemaran udara. Usak beraktivitas terlihat seperti lemas dan kecapaian padahal keracunan polusi udara," ucapnya.
     
Loading...

Share This Page