Perangkat VR Ini Memberikan Sensasi Sentuhan Nyata di Dunia Virtual

Discussion in 'Science' started by MonsterAR, Nov 1, 2019.

  1. MonsterAR

    MonsterAR Member

    Joined:
    Jun 10, 2018
    Messages:
    90
    Likes Received:
    3
    Trophy Points:
    8
    Google+:
    Virtual Reality (VR) merupakan teknologi yang dapat berinteraksi dengan suatu lingkungan yang disimulasikan oleh komputer. Dalam teknisnya, virtual reality digunakan untuk menggambarkan lingkungan tiga dimensi yang dihasilkan oleh komputer dan dapat berinteraksi dengan seseorang. Pada saat ini perkembangan VR cukup pesat dibandingkan sebelumnya, salah satu contohnya adalah dikembangkannya kulit artifisial, sebuah perangkat VR yang simulasikan sensasi sentuhan layaknya di dunia nyata bagi para pengguna.

    Teknologi ini dikembangkan oleh Institut Teknologi Federal Swiss Lausanne di Lausanne, Swiss. Mereka sedang mengembangkan bahan yang terlihat mirip seperti kulit manusia yang nantinya bisa dikenakan di permukaan kulit penggunanya. Teknologi ini akan mensimulasikan rasa seperti terkena sentuhan yang jauh lebih realistis daripada teknologi haptic lainnya yang telah dikembangkan hingga saat ini.

    [​IMG]
    Image Source : ytimg
    Disebut “Closed-Loop Haptic Feedback Control Using a Self-Sensing Soft Pneumatic Actuator Skin,” perangkat ini terdiri dari bahan yang dapat diregangkan dengan ketebalan hanya 500 nanometer, yang memungkinkannya untuk menyesuaikan dengan bentuk tubuh pengguna. Dilapisi dengan serangkaian aktuator pneumatik, sensor regangan logam tipis dengan film yang bisa menyesuaikan menciptakan sensasi sentuhan yang sangat realistis melalui getaran yang diberikan. Sederhananya, "kulit" menggunakan tekanan yang dipicu oleh membran yang membengkak untuk menciptakan rasa sentuhan bagi pengguna.

    Bugatti Gunakan Teknologi VR Untuk Efisienkan Proses Desain Mobil

    Lapisan membran ini dapat diubah ke berbagai tekanan dan frekuensi dengan memompa udara ke dalamnya. Hal tersebut akan mengempiskan dan menggembungkan membran dengan cepat yang menyebabkan kulit menjadi bergetar. Di atas membran terdapat sensor yang diisi dengan elektroda yang melacak deformasi kulit dan melaporkan data kembali ke mikrokontroler, pada saat gilirannya akan mengendalikan sensasi haptic. Bahan tersebut bahkan dapat diregangkan hingga empat kali ukurannya hingga sekitar 1 juta siklus.

    [​IMG]
    Image Source : genengnews
    Kemudian, langkah mereka selanjutnya adalah mengembangkan sebuah prototipe yang sepenuhnya, yang nantinya bisa digunakan untuk aplikasi dalam rehabilitasi virtual dan Augmented Reality. Menarik sekali untuk melihat perangkat VR dengan sensasi sentuhan nyatanya ini, dengan kemampuannya yang dapat memberikan sensasi sentuhan yang jauh lebih nyata dari sebelumnya bagi pengguna. Terobosan ini akan membuat VR menjadi lebih baik dan semakin banyak digunakan oleh masyarakat di masa depan.​
     
  2. Angkasa Bali

    Angkasa Bali Member

    Joined:
    Oct 20, 2014
    Messages:
    790
    Likes Received:
    72
    Trophy Points:
    28

Share This Page