Perilaku Belanja Masyarakat Indonesia, habiskan Rp 3 juta/ Tahun Untuk Belanja e-commerce

Discussion in 'Online Business' started by RyanNDI, Dec 7, 2017 at 2:44 PM.

  1. RyanNDI

    RyanNDI New Member

    Joined:
    Nov 23, 2017
    Messages:
    18
    Likes Received:
    0
    Trophy Points:
    1
    upload_2017-12-7_14-42-2.png

    Seperti yang telah kita ketahui bersama bahwa sekarang ini, sistem perdagangan masyarakat dunia sudah mulai beralih dari yang sebelumnya menggunakan sistem transaksi belanja secara konvensional, maka kini perlahan sudah menggunakan sistem transaksi secara online atau e-commerce, Termasuk di negara kita Indonesia.


    Hal ini juga disampaikan oleh Agus Martowardojo selaku Gubernur Bank Indonesia yang menyatakan bahwa tren peralihan pola transaksi tersebut menggambarkan adanya sebuah perubahan yang cukup signifikan pada sistem perdagangan dunia baik sekarang ataupun di masa mendatang. Ini dipengaruhi juga oleh format online payment Indonesia yang dirasa lebih fleksibel serta efisien.


    Lebih lanjut Agus mengatakan bahwa e-commerce, khususnya di Indonesia saat ini memang perlahan bangkit dan mulai bertumbuh. Perlahan e-commerce juga sudah mampu merubah tatanan perdagangan konvensional yang dilakukan selama berabad-abad, berkat sistem online payment Indonesia yang dirasa lebih mampu mengerti kebutuhan masyarakat modern saat ini yang serba cepat.


    Agus juga mengatakan bahwa dalam beberapa tahun belakangan telah tercatat bahwa masyarakat Indonesia rata-rata akan membelanjakan sekitar Rp 3 juta setiap tahunnya di e-Commerce tersebut. Bahkan, dalam catatan dari Bank Indonesia sendiri terbitan tahun 2016, disebutkan bahwa para pengguna internet di Indonesia sudah menghabiskan dana sekitar Rp 75 triliun hanya untuk berbelanja secara online.


    Akan tetapi, Agus menambahkan bahwa meskipun terdapat transaksi e-Commerce yang begitu besar di Indonesia, namun sayangnya untuk pemanfaatan teknologi, seperti misalnya keamanan transaksi masih terbilang minim bila dibandingkan dengan negara-negara tetangga. Salah satunya adalah pemanfaatan payment gateway Indonesia yang harus digunakan lebih banyak para pelaku e-Commerce lagi untuk memberikan rasa aman dan kemudahan transaksi bagi pembeli ataupun penjual.


    “Jika semua hambatan terkait pemanfaatan teknologi digital tersebut sudah dapat diatasi, maka sudah dapat dipastikan bahwa digitalisasi ekonomi di Indonesia akan mendapatkan nilai lebih. Ini juga terkait dengan timbulnya peningkatan terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia.


    Pada akhirnya, Agus memprediksi bahwa nantinya di tahun 2025, kegiatan transaksi yang dihasilkan dari e-Commerce sendiri mampu memberikan sumbangan besar terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia hingga Rp 1.955 triliun. Atau bisa dikatakan transaksi e-commerce akan menyumbang sekitar 10 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2025.
     
Loading...

Share This Page